Ablasio retina adalah suatu gangguan pada mata yang terjadi ketika retina (lapisan jaringan di belakang mata yang memproses cahaya) terlepas dari jaringan yang ada di sekitarnya. Ini merupakan salah satu gangguan mata yang serius karena bisa menyebabkan kebutaan.

Kebutaan bisa terjadi karena retina tidak bekerja dengan baik, penderita ablasio retina akan mengalami kehilangan penglihatan yang permanen jika pasien tidak diobati dengan cepat dan tepat.

Ablasio retina terjadi ketika vitreous (material normal pada bola mata berbentuk cairan kental) menorobos masuk melalui lubang yang disebabkan oleh robekan retina. Kemudian vitreous akan terkumpul di bawah retina. Semakin banyak robekan, maka viterous akan semakin menumpuk dan akhirnya akan menyebabkan retina terlepas dari jaringan penyokongnya. Area dimana retina terlepas dari jaringan di sekitarnya akan kehilangan suplai darah dan menyebabkan bagian ini berhenti bekerja sehingga penglihatan akan hilang.

ablasio retina

ablasio retina, sumber: mayoclinic

Faktor usia yang semakin menua dan juga adanya penyakit pada retina juga bisa menyebabkan retina menipis dan rentan bocor yang berakibat pada semakin meningkatnya ablasio retina.

Apa Ciri-ciri dan Gejala Ablasio Retina?

Lepasnya retina tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa terjadi tanpa adanya peringatan sama sekali. Akan tetapi anda harus waspada jika ada gejala – gejala ablasio retina berikut ini:

  • Melihat adanya kilatan cahaya pada salah satu atau kedua mata.
  • Melihat banyaknya floaters (bintik – bintik atau benang hitam) pada pandangan mata anda.
  • Penglihatan sisi perifer (tepi mata) mengalami kegelapan atau berkurang secara bertahap.
  • Penglihatan kabur.
  • Adanya bayangan seperti hordeng yang menutupi lapangan penglihatan mata anda.

Jika anda mengalami gejala – gejala di atas maka segera konsultasi dengan dokter mata di daerah anda.

Apa Penyebab Ablasio Retina dan Faktor Risikonya?

Ada beberapa individu yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi ablasio retina dibanding individu lainnya antara lain:

  • Individu yang mengalami rabun jauh yang sangat berat.
  • Individu yang pernah mengalami luka atau jejas yang berat pada mata atau mengalami riwayat operasi katarak sebelumnya.
  • Riwayat keluarga mengalami ablasio retina.
  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Individu yang mengalami peradangan atau penyakit mata lainnya.

Ablasio retina terjadi sebagai hasil dari:

  • Vitreus yang makin menurun.
  • Adanya jejas atau luka pada mata.
  • Komplikasi dari diabetes.

Penegakan Diagnosis

Penegakan diagnosis ablasio retina yang cepat dan lebih awal adalah kunci untuk mencegah terjadinya kehilangan penglihatan akibat keaadan ini. Dokter mata anda akan menganjurkan dilakukannya beberapa tes dan prosedur untuk mendiagnosis terjadinya ablasio retina yakni :

  • Pemeriksaan retina. Dokter akan menggunakan instrumen dengan cahaya terang dan lensa khusus (oftalmoskop) untuk memeriksa keadaan bagian belakang mata anda termasuk retina. Oftalmoskop akan memberikan gambaran yang jelas dan detail sehingga membuat dokter dapat melihat berbagai lubang pada retina, adanya sobekan atau pun lepasnya retina dari jaringan penyokongnya.
  • Ultrasound imaging. Dokter anda akan menggunakan tes ini jika terjadi perdarahan pada mata sehingga membuatnya kesulitan untuk melihat retina mata anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada kedua mata meskipun gejala hanya muncul pada salah satu mata. Jika ada sobekan yang tidak bisa diidentifikasi saat pemeriksaan, maka dokter akan menyarankan anda kembali lagi dalam beberapa minggu untuk mengkonfirmasi ulang. Selain itu, jika anda mengalami gejala tambahan lain, penting bagi anda untuk periksa kembali ke dokter sesegera mungkin.

Pengobatan Ablasio Retina

Dokter memiliki beberapa pilihan terapi untuk mengobati ablasio retina, antara lain:

  • Laser (termal/ panas) atau pembekuan (cryopexy). Kedua metode ini bisa memperbaiki sobekan jika didiagnosis dengan cepat. Prosedur ini sering dilakukan di praktek dokter.
  • Pneumatic retinopexy. Metode ini baik untuk sobekan yang kecil dan mudah menutup. Dokter akan menyuntikkan gelembung gas yang kecil ke dalam vitreous ( substansi menyerupai gel yang terletak antara lensa dan retina). Metode ini akan memberikan penekanan pada retina dan menutup sobekan.
  • Scleral buckle. Pada prosedur operasi ini, dokter akan menjahit pita silikon di sekitar sklera (bagian putih) mata anda. Prosedur ini akan menekan soboken hingga bagian yang sobek bisa sembuh. Pita ini tidak terlihat dan akan menempel secara permanen.
  • Vitrectomy. Operasi ini untuk memperbaiki sobekan yang besar. Dokter akan memindahkan vitreous dan menempatkannya pada larutan garam (saline).

Tergantung dari ukuran robekannya, dokter akan mengkombinasikan vitrektomi, buckle, laser, dan juga gelembung gas untuk memperbaiki retina mata anda.

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati, berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi penyakit ablasio retina:

  • Periksakan mata anda segera ke dokter jika anda melihat adanya floaters, kilatan cahaya, atau merasa adanya perubahan pada penglihatan anda. Penegakan diagnosis lebih awal akan lebih baik daripada terlambat mengetahuinya. Hal ini akan mempengaruhi perbaikan peglihatan mata anda.
  • Pemeriksaan mata juga bisa dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan pada mata anda yang tidak disadari. Pengobatan awal akan mencegah masalah mata anda berkembang lebih serius.
  • Cek kesehatan mata anda sekali dalam setahun atau lebih sering jika anda mengalami beberapa masalah kesehatan seperti diabetes yang menyebabkan komplikasi pada mata. Pemeriksaan mata secara teratur juga penting jika anda mengalami rabun jauh (miopi) yang berat karena keadaan ini akan lebih sering menyebabkan ablasio retina.
  • Jika anda mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi, maka kontrol kondisi tersebut karena akan membantu menjaga pembuluh darah mata anda yang berguna bagi kesehatan mata.
  • Gunakan pelindung mata jika memang dibutuhkan. Gunakan kaca mata untuk olahraga dengan lensa polikarbonat jika anda bermain olahraga yang menggunakan raket dan bola atau olahraga lainnya yang bisa membahayakan mata anda. Anda juga bisa menggunakan pelindung mata jika bekerja dengan mesin, bahan kimia, atau peralatan kerja lainnya.