Pengertian

Apa itu Abses perianal?

Abses perianal adalah terbentuknya kantung nanah di sekitar anus akibat infeksi bakteri. Penyakit ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, pembengkakan dan kemerahan pada daerah yang terkena, dan penderitanya dapat mengalami demam.

Pada beberapa kasus, abses atau kantung nanah yang tak kunjung sembuh dapat pecah dan mengalirkan isinya keluar. Namun tetap meninggalkan saluran yang disebut fistula. Di sebagian kasus, fistula ani tetap mengeluarkan nanah dan cairan busuk secara terus menerus.

Berapa angka kejadian abses perianal di Indonesia?

Angka pastinya belum diketahui, namun tergolong jarang dengan kasus kurang dari 150 ribu pertahun.Pria lebih sering daripada wanita. Dapat terjadi pada bayi dan balita, terutama yang masih memakai popok dan memiliki riwayat fisura ani.

Ikhtisar Penyakit Abses Perianal

Organ terlibatAnus dan rektum
PenyebabInfeksi bakteri
PenularanTidak menular
GejalaNyeri, teraba hangat, bengkak, kemerahan, dan demam
PengobatanIncisi dan drainase, antibiotik, antinyeri.
abses perianal

Variasi letak kantuk nanah pada abses perianal, mulai dari dekat kulit hingga dalam di lapisan otot

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala abses perianal?

Rasa sakit berdenyut dan konstan di daerah anus adalah gejala abses perianal yang paling umum. Rasa sakit biasanya disertai pembengkakan di daerah anus dan terasa lebih sakit saat buang air besar atau duduk.

Ciri-ciri abses perianal lainnya meliputi:

  • Iritasi kulit di sekitar anus, termasuk pembengkakan, kemerahan, dan nyeri tekan.
  • Keluar nanah.
  • Konstipasi atau nyeri yang berhubungan dengan buang air besar.

Apabila abses perianal kondisinya lebih para, maka dapat menimbulkan demam, panas dingin, dan kelelahan.  Terkadang, demam adalah satu-satunya gejala abses perianal yang terletak di dalam (jauh dari kulit).

Penderita juga dapat mengalami pendarahan rektum atau gejala kencing seperti susah kencing. Jika abses terdapat di daerah rektum yang lebih dalam (umumnya pada penderita radang usus). Hal ini bisa mengakibatkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah perut.

Pada balita, biasanya tidak banyak gejala selain tanda ketidaknyamanan atau rasa sakit, yang dapat menyebabkan anak menjadi mudah rewel. Benjolan atau nodul juga dapat terlihat atau dirasakan di sekitar daerah anus.

Kapan harus periksa ke dokter?

Ketika mengalaminya, maka segeralah ke dokter sebelum menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab abses perianal?

Penyebabnya dapat bervariasi, diantaranya akibat dari infeksi menular seksual, tersumbatnya kelenjar di sekitar anus, atau fissura ani alias robekan pada anus yang mengalami infeksi.

Siapa yang lebih berisiko mengalaminya?

Beberapa orang dengan kondisi di bawah ini memiliki resiko lebih tinggi terjangkit abses perianal:

  • Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, yaitu penyakit radang usus yang menyebabkan pertahanan tubuh menyerang jaringan sehat di saluran cerna.
  • Diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah akibat penyakit, seperti HIV atau AIDS.
  • S*ks *n*l, baik pada pria maupun wanita.
  • Penggunaan obat prednison atau steroid lainnya dalam jangka penjang.
  • Menjalani kemoterapi saat ini atau baru-baru ini.
  • Divertikulitis, kantung abnormal pada usus besar yang terinfeksi.
  • Sembelit.
  • Diare.
divertikulisis abes perianal

divertikula (jika terinfeksi disebut divertikulitis) pada usus besar

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis abses perianal?

Ketika Anda memeriksakan diri ke dokter, umumnya dokter dapat mendiagnosis abses anus atau perianal ini dengan melihat dan meraba secara langsung.

Namun, pada beberapa orang, mungkin tidak ada tanda abses yang terlihat pada permukaan kulit dan di sekitar anus. Dalam hal ini, maka dokter dapat menggunakan alat bantu seperti endoskopi untuk melihat ke dalam saluran anus dan rektum. Terkadang abses terletak lebih dalam dari permukaan kulit ataupun rongga anus sehingga diperlukan pemeriksaan dengan MRI atau ultrasound.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati abses perianal di rumah?

Tidak ada pengobatan rumah yang dapat diandalkan, maka segera berobatlah ke dokter. Perawatan di rumah hanya bertujuan meringankan nyeri sementara sebelum Anda bertemu dokter. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol mungkin membantu.

Apa saja penanganan dan obat abses aperianal di layanan kesehatan?

Pengobatan paling rasional untuk abses perianal adalah tindakan incisi dan drainase, incisi berarti membuat sayatan dan saluran sedangkan darinase adalah mengalirkan nanahnya hingga habis.

Pada kasus abses superfisial atau dekat permukaan kulit, maka dokter dapat melakukannya di klinik rawat jalan dengan pembiusan lokal. Namun apabila absesnya dalam atau terlalu besar, maka penanganan dialihkan ke ruang operasi dengan pembiusan umum.

Abses yang telah dikeringkan biasanya dibiarkan terbuka dan tidak memerlukan jahitan.

Setelah prosedur, kebanyakan orang diresepkan obat untuk menghilangkan rasa sakit. Bagi orang sehat, antibiotik biasanya tidak dibutuhkan. Antibiotik umumnya diperlukan bagi yang memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan dokter mungkin memintanya untuk tinggal di rumah sakit selama beberapa hari untuk mengamati tanda-tanda infeksi.

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi abses perianal yang mungkin timbul?

Ingat! abses anus ini harus segera diobati, jika tidak, maka beroptensi berkembang menjadi fistula ani yang menyakitkan yang mungkin memerlukan perawatan bedah lebih banyak dan kompleks.

Menurut American Society of Colon dan Rectal Surgeons (ASCRS), sekitar 50 persen pada akhirnya akan mengembangkan fistula ani. Fistula ani adalah saluran abnormal yang terhubung dengan rongga anus.

Komplikasi lainnya meliputi:

  • Infeksi menyebar ke darah (sepsis).
  • Rasa sakit berkelanjutan.
  • Masalah terus datang kembali (kambuhan).
  • Bekas luka.

Pencegahan

Bagaimana mencegah abses perianal?

Belum banyak diketahui bagaimana cara mencegah abses perianal ini. Tapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, termasuk:

  • Perlindungan terhadap IMS dan pengobatan segera ketika terdeteksi.
  • Penggunaan kondom, terutama selama seks anal, adalah kunci dalam mencegah IMS yang dapat menyebabkan abses perianal.
  • Kebersihan yang baik di daerah anus merupakan perlindungan penting bagi anak-anak dan orang dewasa.

Abses perianal dapat menyebabkan komplikasi, tapi bisa diobati. Pahami faktor risiko dan pastikan untuk memantau dan mengelola kondisi kesehatan yang mungkin akan meningkatkan risiko. Bagi siapa saja yang mengalami abses perianal, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan sebelum menjadi lebih parah.