Acetazolamide obat apa?

Acetazolamide adalah inhibitor atau zat yang mampu menghambat reaksi enzim karbonat anhidrase. Terhambatnya enzim karbonat anhidrase efektif mengontrol sekresi cairan pada mata yang mengalami glaukoma. Tidak hanya mengobati glaukoma, obat ini juga digunakan untuk mengatasi kejang pada penderita epilepsi serta sebagai diuretik (meningkatkan volume urin).

Selain itu, acetazolamide juga digunakan oleh para pendaki yang mengalami mountain sickness akut seperti sakit kepala, kelelahan dan nafas pendek. Umumnya hal ini dialami pendaki saat mendaki di ketinggian lebih dari 3.000 meter tanpa aklimatisasi terlebih dahulu.

Obat ini bekerja langsung setelah gunakan, sehingga umumnya hanya digunakan pada periode singkat saja.

Ikhtisar Obat Acetazolamide

Jenis obatAntiglaukoma preparat, antikonvulsan, diuretik
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi glukoma, epilepsi, mountain sickness juga sebagai diuretik
KonsumenDewasa
SediaanTablet, injeksi
MerekAcetazolamide, Diamox, Acetazolamide Sandoz, dll
acetazolamide

contoh kemasan acetazolamide

Mekanisme Kerja

Acetazolamide bekerja secara reversibel menghambat enzim karbonat anhidrase yang berakibat terjadinya reduksi ion hidrogen pada tubulus ginjal dan meningkatkan Na, K, bikarbonat dan air. Hal ini akan menghambat produksi aqueous humour dan juga menghambat kerja karbonat anhidrase pada sistem saraf pusat yang mengalami pelepasan neuron secara tidak normal yang terjadi pada penderita epilepsi.

Tidak hanya pada mata, obat ini juga dapat membatasi pengeluaran cairan pada organ lain seperti edema pada kasus gagal jantung atau masalah kesehatan lainnya.

Indikasi atau Kegunaan Acetazolamide

Acetazolamide digunakan untuk mengatasi masalah edema akibat gagal jantung kongestif, edema akibat obat, glaukoma sudut terbuka kronis, glaukoma sekunder, glaukoma sudut tertutup akut yang umumnya diatasi dengan pembedahan digantikan dengan obat ini agar terjadi penurunan tekanan intraokular. Juga digunakan untuk mengatasi kejang pada epilespi centrachepalic.

Acetazolamide juga diindikasikan untuk mencegah atau mengurangi gejala mountain sickness yang terjadi pada pendaki yang melakukan pendakian cepat tanpa aklimatisasi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini. Selain itu, karena acetazolamide merupakan turunan dari sulfonamide, alergi terhadap turunan senyawa ini juga mungkin terjadi.
  • Masalah pada ginjal dan hati dimana level kalium dan sodium dalam darah sangat rendah.
  • Asidosis hiperkloremik.
  • Sirosis hati, karena berisiko terjadi perkembangan ensefalopatik hati.

Penggunaan jangka panjang untuk penderita glaukoma sudut tertutup non kongestif kronis juga tidak dianjurkan. Hal itu karena dimungkinkan terjadi penutupan sudut ketika glaukoma yang memburuk hanya ditopang dengan tekanan intraokular yang rendah akibat penggunaan obat acetazolamide.

Dosis Acetazolamide dan Cara Penggunaan

Acetazolamide tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 125 mg dan 250 mg.
  • Injeksi: 250mg, 500 mg.

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Glaukoma sudut terbuka, penanganan sebelum operasi glaukoma sudut tertutup
    • Dosis dewasa: 250 – 1000 mg per hari (injeksi intravena atau tablet), 4 kali sehari.
  • Diuretik
    • Dosis dewasa: 250 – 375 mg sehari sekali (injeksi intravena atau tablet). Pemberian secara berselang hari akan meningkatkan efisiensinya.
  •  Epilepsi
    • Dosis dewasa: 250 – 1000 mg perhari (injeksi intravena atau tablet) baik dengan atau tanpa obat antiepilepsi lainnya.
    • Dosis anak-anak: 8-30 mg/ kg perhari dalam beberapa dosis. Maksimum 750 mg/ hari.
  • Edema akibat gagal jantung kongestif dan akibat pengobatan
    • Dosis dewasa: 250 – 375 mg perhari.
  • Pencegahan mountain sickness
    • Dosis dewasa: 500-1000 mg perhari dan dibagi menjadi beberapa dosis. Dianjurkan menggunakannya 24-48 jam sebelum melakukan pendakian dan melanjutkan pada 48 jam selanjutnya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Acetazolamide pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Acetazolamide

Beberapa efek samping Acetazolamide berikut perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:

  • Pusing.
  • Kepala terasa ringan.
  • Sering kencing.
  • Penglihatan kabur.
  • Mulut kering.
  • Mengantuk.
  • Hilang nafsu makan.
  • Kelelahan parah.

Efek Overdosis Acetazolamide

Belum ada data efek overdosis Acetazolamide pada manusia. Dalam percobaan dengan hewan pun tidak menunjukkan efek toksik. Namun, beberapa kondisi mungkin terjadi seperti ketidakseimbangan elektrolit tubuh, asidosis dan efek pada saraf pusat. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala tadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika anda pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan juga pada dokter jika Anda mengalami masalah pada ginjal, memiliki kadar kalsium yang tinggi, dehidrasi, diabetes militus, gout dan hipertiroidisme.
  • Jika mengalami diabetes perhatikan kadar gula darah Anda saat mengonsumsi obat ini.
  • Pengobatan ini membuat tubuh jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Kurangi terpaan langsung sinar matahari, gunakan tabir surya dan pakaian pelindung.
  • Obat ini tidak cocok untuk anak-anak dibawah 12 tahun karena berefek negatif pada pertumbuhannya.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Acetazolamide boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Acetazolamide merupakan obat kategori C untuk ibu hamil yang berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Karena itu, penggunaannya sebaiknya hanya jika sangat diperlukan saja dan harus dengan pengawasan dokter.
  • Acetazolamide diketahui dapat masuk dalam ASI, untuk itu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini pada ibu menyusui. Untuk pencegahan dari efek sampingnya pada bayi, sebaiknya hindari penggunaannya.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan obat lain yang dikonsumsi bersamaan. Begitu juga dengan Acetazolamide, efek samping serius mungkin terjadi. Beberapa obat dan penyakit berikut diketahui dapat berinteraksi dengan acetazolamide

  • Topamax, interaksinya dapat menyebabkan asidosis metabolik yang menyebabkan tingginya zat asam pada darah.
  • Insulin glargine, Acetazolamide akan mengurangi efektifitas insulin.
  • Duloxetine, menyebabkan penurunan level sodium dalam darah.
  • Salmeterol, meningkatkan efek hipokalemia.