Actifed Merah obat apa?

Actifed Merah adalah obat untuk meringankan gejala flu akibat alergi seperti mata dan hidung berair, bersin-bersin dan batuk batuk kering. Obat ini tidak diformulasikan untuk batuk berdahak, jika dipaksakan malah dapat memperburuk kondisi batuk.

Perbedaan Actifed merah dengan Actifed hijau ada pada kandungan bahan aktif dextromethorphan HBr, dimana yang hijau tidak memilikinya. Senyawa ini bersifat antitusif yang dapat menakan respon batuk langsung pada pusat pengendali batuk di medula otak.

Ketahui lebih lanjut tentang manfaat, dosis, kontraindikasi dan keamanan obat ini untuk ibu hamil pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Actifed Merah

Jenis obatObat flu dan batuk kering
KandunganTripolidine HCL, pseudoephedrine HCL, dextromethorphan HBr
KegunaanMeringankan dan mengobati gejala flu yang disertai batuk kering
KategoriObat Resep atau obat bebas terbatas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanActifed Merah syrup 60 ml dan 120 ml
actifed merah untuk flu dan batuk berdahak

Actifed merah untuk flu dan batuk berdahak

Mekanisme Kerja

Cara kerja Actifed Hijau dapat dicermati dari kandungan bahan aktif yang menjadi komposisi utamanya yaitu:

  • Tripolidine adalah senyawa yang dapat berikatan dengan reseptor histamin H1 sehingga menghambat kerja histamin endogen. Dengan begitu obat ini akan akan mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh histamin seperti mata dan hidung berari serta bersin-bersin.
  • Pseudoephedrine merupakan senyawa yang bekerja langsung memengaruhi reseptor alpha dan beta adrenergik pada mukosa saluran pernapasan serta menyebabkan vasokonstriksi.
  • Dextromethorphan merupakan senyawa obat yang mirip dengan narkotika. Senyawa ini bekerja dengan cara mengikat dan bertidak sebagai antagonis dari reseptor NDMA glutamatergic. Selain itu obat ini juga merupakan agonis dari reseptor opioid sigma 1 dan sigma 2 serta antagonis terhadap reseptor nikotin alpha-3 atau beta-4 yang menargetkan reuptake pump dari serotonin. Sehingga obat ini dapat mempengaruhi langsung rangsangan batuk di otak sehingga mengurangi rasa ingin batuk.

Indikasi atau Kegunaan Actifed Merah

Actifed merah dengan cough suppressant diindikasikan untuk meringankan gejala flu seperti bersin-bersin, demam dan hidung tersumbat serta batuk kering yang biasanya menyertai flu.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, mereka yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitifitas atau alergi terhadap kandungan Actifed Merah.
  • Tidak boleh digunakan oleh orang yang sedang menggunakan obat jenis MAOI yang umumnya digunakan untuk penderita depresi dan phobia. Bahkan obat ini tidak boleh dikonsumsi sebelum 2 minggu dari hari terakhir penggunaan obat MAOI.
  • Orang yang sedang diterapi dengan obat yang bersifat simpatomimetik seperti ephedrine, phenylpropanolamine dan phenylephrine tidak boleh menggunakan Actifed merah karena konsumsi bersamaan kedua jenis obat ini akan menimbulkan efek samping berbahaya.
  • Hindari penggunaan pada penderita hipertensi berat, diabetes militus dan penyakit arteri koroner.

Dosis Actifed Merah dan Cara Penggunaan

Actifed Merah atau Actifed Cough Suppressant tersedia dalam bentuk sediaan syrup 60 ml dan 120 ml dengan kekuatan dosis per 5 ml (1 sendok takar) mengandung:

  • Triprolidinie HCl 1.25 mg
  • Pseudoephedrine HCl 30 mg
  • Dextromethorphan Hbr 10 mg
  • Ethanol 9.9 % v/v

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang sesuai dengan anjuran dokter Anda berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan anjuran minum pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Actifed Merah untuk flu dan batuk kering

  • Dosis dewasa dan anak-anak >12 tahun: 10 ml (2 sendok teh) 3 kali sehari.
  • Dosis anak umur 6-12 tahun: 5 ml (1 sendok teh) 3 kali sehari.
  • Dosis anak umur 2-6 tahun: 2,5 ml (1/2 sendok teh) 3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan perbanyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Actifed Merah pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Actifed Merah

Actifed hijau umumnya ditoleransi dengan baik. Namun beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mengantuk.
  • Mulut, hidung dan tenggorokan terasa kering.
  • Gangguan psikomotor.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
  • Takikardia.
  • Aritmia.
  • Retensi urin.

Efek Overdosis Actifed Merah

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis setelah mengonsumsi actifed hijau secara berlebihan. Namun penggunaan dosis tinggi pada rentang waktu yang lama mungkin saja memicu overdosis. Jika terjadi kondisi mengantuk yang parah, lesu, pusing dan muntah, ataksia, sulit buang air kecil, kulit kering, takikardia, kejang hingga kesulitan bernafas sebaiknya segera kunjungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitifitas terhadap kandungan obat ini.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati parah atau kerusakan ginjal sedang maupun parah.
  • Penderita diabetes militius, hipertiroidisme, peningkatan tekanan intraokular, hipertropi prostat, hipertensi, kegemukan, hipoksia dan penyakit jantung sebaiknya menghindari penggunaan obat ini atau hanya menggunakannya jika diresepkan dan diawasi oleh dokter.
  • Penderita penyakit pernafasan seperti asma dan empisema serta pengguna obat yang menekan sistem pernafasan dan sistem saraf pusat sebaiknya menghindari konsumsi Actifed Merah.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi palpitasi (detak jantung cepat), insomnia, dan pusing seperti berputar-putar.
  • Hindari mengemudikan kendaraan, atau menjalankan mesin berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Perhatian lebih harus diberikan jika obat ini digunakan pada wanita hamil atau menyusui.
  • Tidak untuk diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia.
  • Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini karena dapat memperburuk efek sampingnya pada sistem saraf pusat.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Actifed Merah untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Actifed Merah belum digolongkan dalam kategori obat kehamilan tertentu karena belum adanya penelitian yang dilakukan. Namun, tripolidine yang merupakan bahan aktif dari obat ini sudah digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Dimana hal itu berarti studi penggunaan tripolidine pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya pada wanita hamil sebaiknya hanya jika disarankan oleh dokter saja.
  • Pseudoefedrin dan tripolidine yang merupakan bahan aktif obat ini diketahui dapat terekstraski ke dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi memengaruhi kesehatan bayi meskipun efek langsungnya pada bayi belum diketahui. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini atau hanya dalam dosis terkecilnya saja.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Actifed Merah, diantaranya:

  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang bersifat simpatomimetik seperti efedrine karena meningkatkan risiko efek samping berbahaya.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis dekongestan atau penekan nafsu makan dapat menyebabkan peningkatkan tekanan darah.
  • Dapat menurunkan efek hipotensi (menurunkan tekanan darah) jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan yang menghambat methyldopa, alfa dan beta adrenergik.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat atomexetine dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kesulitan tidur.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan forazolidine karena dapat meningkatkan risiko krisis hipertensi.
  • Dapat berakibat fatal jika digunakan bersamaan dengan golongan obat MAOI karena dapat meningkatkan risiko psikosis dan bromokriptin. Penggunaan berdekatan minimal diberi jarak 2 minggu sebelum atau setelah salesai mengonsumsi salah satu dari dua jenis obat ini.

Daftar di atas belum mencakup keseluruhan obat yang dapat berinteraksi dengan Actifed Merah. Konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin mengonsumsi dua jenis obat secara bersamaan sementara Anda belum tahu kemungkinan interaksi yang dapat terjadi.