Acyclovir adalah obat anti virus yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter untuk membantu mengobati infeksi virus, seperti herpes simplex dan varricela zoster. Herpes simpleks adalah virus yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit herpes berupa luka melepuh di sekitar bibir “cold sore” (oral) dan alat vital (genital), sedangkan varricela zoster adalah virus yang dapat menyebabkan munculnya penyakit herpes zoster atau cacar api dan cacar air.

Lebih lanjut mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek samping Acyclovir (dibaca: asiklovir) akan dibahas di bawah ini.

Mengenal Obat Acyclovir

Acyclovir merupakan obat anti virus yang dapat menghambat sintesis DNA dan replikasi virus, seperti virus varricela zoster dan herpes simplex genital dan oral. Obat ini dikenal ampuh dalam melawan virus herpes, walaupun tidak dapat diatasi secara tuntas.

obat acyclovir

acyclovir 200 mg dan 400 mg

Acyclovir memiliki nama lain, yaitu acycloguanosine atau ACV. Berikut mekanisme kerja Acyclovir dalam membasmi virus varricela zoster (VZV) dan herpes simplex oral (HSV-1) dan genital (HSV-2):

Protein timidin virus (HSV-1, HSV-2 dan VZV) mengubah Acyclovir menjadi Acyclovir monofosfat, yang kemudian diubah menjadi difosfat oleh guanylate kinase, dan akhirnya menjadi trifosfat oleh phosphoglycerate kinase, phosphoenolpyruvate carboxykinase, dan piruvat kinase.

Aciclovir trifosfat secara kompetitif menghambat polimerase DNA virus dan bersaing dengan deoxyguanosine triphosphate alami, untuk dimasukkan ke dalam DNA virus. Setelah digabungkan, asiklovir trifosfat menghambat sintesis DNA dengan bertindak sebagai terminator rantai.

Meskipun telah diubah menjadi senyawa yang lebih aktif, Acyclovir bersifat selektif dan memiliki sitotoksisitas yang rendah terhadap sel normal dan tidak terinfeksi.

Indikasi dan Kegunaan

Acyclovir obat apa? Setelah Anda mengetahui tentang mekanisme kerja obat tersebut, maka obat ini dapat digunakan untuk:

  • Membantu mengobati infeksi cacar air (varicella zoster).
  • Membantu mengobati herpes simplex akut pada kulit dan membran mukosa.
  • Digunakan juga untuk membantu mengobati herpes simplex encephalitis pada neonatus dengan usia kurang dari 6 bulan.
  • Membantu mengatasi herpes zoster stadium awal dan berulang.
  • Mengatasi herpes genital berulang dan juga pada stadium awal.
  • Dapat juga digunakan sebagai terapi pencegahan (profilaksis) atau kambuhnya herpes simplek pada pasien immune compromised.

Kontraindikasi

Waspada! Perlu Anda ketahui Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, Acyclovir tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap Acyclovir dan valasiclovir.
  • Tidak disarankan bagi wanita hamil dan ibu menyusui.

Dosis Acyclovir dan Cara Pemakaian

Acyclovir tersedia dalam bentuk Acyclovir salep (cream topikal) dan tablet. Acyclovir salep tersedia dengan dosis 5% dan 3%. Sedangkan, dalam bentuk tablet yang tersedia adalah dengan dosis 200 mg dan 400 mg.

Dosis Acyclovir untuk Dewasa

Adapun dosis Acyclovir yang sering digunakan untuk pasien dewasa antara lain:

  • Bagi penderita herpes simplex dosis yang dianjurkan adalah 200 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari dan diberikan setiap 4 jam (tanpa dosis malam). Obat ini dikonsumsi selama 5 hari. Dosis juga dapat ditingkatkan sampai 400 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari.
  • Bagi pasien immune compromised  yang menderita herpes simplex , dosis yang dianjurkan adalah 200 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari dan diberikan setiap 6 jam. Apabila pasien mengalami gangguan imun berat seperti, penderita yang telah transplatasi tulang sumsum, maka dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari.
  • Bagi penderita cacar air (varricela zoster) dan herpes zoster, dosis yang dianjurkan adalah 800 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari dan diberikan setiap 4 jam. Obat ini dikonsumsi selama 7 hari.
  • Bagi pasien yang menjalani hemodialisis dan dialisis peritonial, dosis yang dianjurkan adalah 1/2 dosis yang diberikan setiap 24 jam.
  • Bagi pasien lansia yang menjalani gangguan fungsi ginjal, dosis yang dianjurkan dokter yang diberikan setiap 24 jam.

Dosis Acyclovir untuk Anak-anak

Dosis Acyclovir yang dapat digunakan pada pasien anak – anak yaitu :

Dosis Anak-Anak penderita herpes simplex:

  • Usia lebih dari 2 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  200 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari dan diberikan setiap 4 jam (tanpa dosis malam). Obat ini dikonsumsi selama 5 hari. Dosis juga dapat ditingkatkan sampai 400 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari.
  • Usia kurang dari 2 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  100 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari dan diberikan setiap 4 jam (tanpa dosis malam). Obat ini dikonsumsi selama 5 hari. Dosis juga dapat ditingkatkan sampai 200 mg yang diberikan sebanyak 5 kali sehari.

Dosis Anak-Anak penderita gangguan sistem imun:

  • Usia lebih dari 2 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  200 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari dan diberikan setiap 6 jam.
  • Usia kurang dari 2 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  100 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari dan diberikan setiap 6 jam.

Dosis Anak-Anak penderita cacar air (varricela zoster) dan herpes zoster:

  • Usia lebih dari 6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  800 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari.
  • Usia 2 sampai 5 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  400 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari.
  • Usia kurang dari 2 tahun, dosis yang dianjurkan adalah  200 mg yang diberikan sebanyak 4 kali sehari.

Efek Samping Acyclovir

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Acyclovir juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Sakit kepala atau pusing.
  • Sakit perut dan mual.
  • Perut terasa kembung.
  • Diare.
  • Demam.
  • Ruam atau kulit terasa gatal.
  • Kelelahan.
  • Timbul rasa kantuk.
  • Gangguan pada ginjal dan kadar trombosit yang rendah.
  • Bingung dan halusinasi.
  • Urtikaria.
  • Pruritus.
  • Fotosensitivitas.
  • Hepatitis .
  • Sesak napas.
  • Angiodema atau pembengkakan pada bagian bawah kulit.
  • Urin dan tinja berwarna lebih kuning atau pekat dari biasanya.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Reaksi anafilaksis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Acyclovir, perhatikan hal-hal berikut:

  • Obat ini diminum bersamaan atau setelah makan untuk mengurangi efek samping terhadap saluran pencernaan.
  • Tidak mengendarai kendaraan karena obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Bagi wanita hamil dan ibu menyusui, sebaiknya menggunakan obat ini hanya dengan rekomendasi dari dokter.
  • Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Hal tersebut dikarenakan obat ini dapat menyebabkan gangguan ginjal bahkan gagal ginjal.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi obat ini sesuai jadwal, maka minumlah ketika ingat. Jangan menggandakan dosis obat pada jadwal berikutnya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan ada jarak pada setiap mengonsumsi obat tersebut dan usahakan minum obat pada jam yang sama tiap harinya. Selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai gejala yang sering muncul ketika Anda tidak minum obat. Gunakanlah obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.