Alergi udang bukanlah hal yang dapat disembuhkan, penggunaan obat-obatan hanya bertujuan untuk meredakan gejala atau reaksi alergi yang timbul. Upaya terbaik yang dapat dilakukan yakni dengan menjauhi berbagai menu atau produk olahan berbahan dasar udang.

Siapa yang dapat menyangkal kelezatan rasa dari udang, lobster, kepiting dan berbagai menu sea food lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir ini pun, konsumsi hidangan laut mengalami peningkatan dan menjadi menu andalan dari berbagai resto. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menggemari menu sea food termasuk udang didalamnya.

alergi udang

Sayangnya, udang beserta hidangan laut lainnya merupakan salah satu penyebab alergi makanan terbesar di dunia sampai saat ini, sehingga kerap membuat sebagian orang harus berpikir dua kali bahkan hanya bisa menelan ludah ketika menu makanan ini tersaji dihadapannya.

Penyebab Terjadinya Alergi Udang

Alergi udang merupakan reaksi atipikal yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh keliru dalam menanggapi protein yang terkandung dalam udang atau makanan laut lainnya sebagai suatu ancaman. Reaksi atipikal atau alergi ini pun bervariasi, mulai dari munculnya ruam kulit, kesulitan bernapas hingga gejala berat yang mengancam nyawa.

Penyebab utama timbulnya reaksi alergi udang ini tentunya karena mengonsumsi menu olahan udang atau produk-produk olahan berbahan dasar udang seperti kerupuk udang atau terasi udang.

Responsivitas sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap protein udang, menyebabkan pelepasan histamin dan zat lainnya yang memicu timbulnya reaksi alergi.

Kenali Gejala Alergi Udang

Gejala alergi udang biasanya berkembang dalam waktu yang sangat singkat hingga sekitar satu jam setelah mengonsumsi udang atau produk olahannya. Gejala yang mungkin terjadi antara lain seperti:

  • Munculnya ruam merah dan gatal di kulit.
  • Gatal di dalam rongga mulut.
  • Sakit perut, mual, muntah dan diare.
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Hidung tersumbat.
  • Mengi atau sesak napas.
  • Kesulitan menelan.
  • Bengkak pada bibir, lidah, wajah dan bagian tubuh lainnya.
  • Timbulnya penyakit eksim (dermatitis atopik).

Selain itu, alergi udang juga dapat memicu respons anafilaksis, yakni suatu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa. Untuk mengatasinya dibutuhkan penanganan medis serius dengan suntikan adrenalin (epinefrin) dan perawatan langsung ke ICU.

Gejala anafilaksis diantaranya seperti:

  • Terjadi pembengkakan di tenggorokan.
  • Penyempitan saluran napas hingga sulit bernapas.
  • Denyut nadi berdetak cepat.
  • Pusing dan hilang kesadaran.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Respons anafilaksis juga dapat berujung pada kematian akibat terhentinya detak jantung dan pernapasan.

Simak juga penjelasan mengeni Syok Anafilaktik

Perbedaan Reaksi Alergi dan Keracunan Makanan

Terkadang, karena memiliki gejala yang serupa, banyak orang yang menyalahartikan reaksi alergi makanan sebagai keracunan makanan. Lantas, bagaimana cara membedakan keduanya?

Perbedaan mencolok antara alergi makanan dengan keracunan dapat dilihat dari pemicunya. Pada kasus keracunan makanan, gejalanya dapat timbul ketika seseorang mengonsumsi makanan apa saja yang sudah terkontaminasi. Sedangkan pada kasus alergi, gejalanya terjadi secara signifikan dan berulang-ulang setiap kali mengonsumsi makanan tertentu.

Contohnya pada kasus alergi udang ini. Jika setiap kali mengonsumsi udang atau olahannya tiba-tiba timbul gejala yang tidak biasa, maka hampir dipastikan itu merupakan reaksi alergi. Namun, apabila hanya terjadi sekali, ketika esoknya mengonsumsi makanan yang sama tidak timbul gejala, maka kemungkinan besar itu merupakan keracunan makanan.

Faktor Peningkat Risiko Alergi Udang

Seseorang yang memiliki alergi selain alergi makanan, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami alergi udang dibandingkan seseorang yang tidak memiliki alergi apapun. Penderita asma dan seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi juga berpotensi tinggi terkena alergi udang.

Selain itu, faktor usia juga turut andil dalam meningkatkan risiko alergi udang. Pada anak-anak, alergi udang lebih sering ditemui pada anak laki-laki, sedangkan pada orang dewasa, alergi udang cenderung lebih banyak dijumpai pada wanita dewasa.

Diagnosis Alergi Udang

Diagnosis alergi udang dimulai dari anamnesis atau wawancara. Pada tahap ini, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan spesifik mengenai gejala berupa rentang waktu timbulnya gejala, gejala apa saja yang dialami, tingkat keparahan dan berapa lama gejala alergi berlangsung.

Kemudian, dokter akan memastikan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Apakah ia memiliki alergi lain selain alergi makanan dan apakah memiliki keluarga dengan riwayat alergi termasuk alergi makanan dan jenis alergi lainnya.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan setelah anamnesis yakni tes tusuk kulit. Pada tes ini, permukaan kulit pasien akan dioleskan zat alergen dari ekstrak udang. Setelah itu, kulit pasien akan ditusuk dengan jarum kecil yang steril untuk memasukkan zat alergen tersebut ke dalam kulit. Jika terjadi reaksi alergi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pasien benar menderita alergi udang.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan tes darah untuk mengukur imunoglobulin di dalam aliran darah dan tes eliminasi makanan untuk menentukan jenis makanan apa saja yang berpotensi dapat menyebabkan alergi pada pasien tersebut.

Pengobatan Alergi Udang

Sayangnya sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan alergi termasuk alergi udang. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan sebisa mungkin menghindari menu olahan udang dan berbagai produk olahan yang berbahan dasar udang.

Namun untuk mengatasi gejala yang timbul tersedia dua jenis obat alergi. Pertama obat antihistamin yang dapat digunakan untuk meredakan reaksi alergi yang tergolong ringan seperti ruam kulit atau gatal-gatal. Kemudian untuk mengatasi reaksi alergi yang berat atau anafilaksis dapat menggunakan suntikan adrenalin atau epinefrin (Auvi-Q atau EpiPen).

Memang tidak mudah untuk mengelola alergi udang dengan serta merta menghindari konsumsinya. Tapi bagaimanapun juga, menjauhkan diri dari konsumsi berbagai menu atau produk olahan udang merupakan cara terbaik yang dapat dilakukan guna menghindari timbulnya reaksi alergi yang tidak diinginkan.

Ingat, sebelum memesan atau membeli makanan pastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada kandungan udang didalamnya. Dan jangan lupa untuk selalu membawa obat-obatan alergi kemanapun pergi sebagai pertolongan pertama jika saja sewaktu-waktu tanpa sengaja terjadi hal yang tidak diinginkan.