Pengertian

Apa itu ambeien?

Ambeien atau wasir adalah pembengkakan pembuluh darah balik (vena) di daerah anorektal, yakni sekitar anus atau rektum bagian bawah. Kondisi ini bisa dibilang serupa dengan varises yang biasanya terjadi di pembuluh darah kaki.

Ambeien seringkali dikaitkan dengan konstipasi kronis juga kehamilan. Dimana pada kedua kondisi tersebut sama-sama menghasilkan peningkatan tekanan intra abdominal pada vena yang menyebabkan terjadinya pembengkakan.

Berdasarkan letaknya, ambeien dapat dibedakan menjadi dua, yakni ambeien interna dan eksterna. Pada ambeien interna, pembengkakan berada cukup jauh di dalam rektum dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Perdarahan pada saat buang air besar mungkin menjadi satu-satunya pertanda yang dapat dikenali.

ambeien

Sementara itu, pada ambeien eksterna, pembengkakan berkembang di bawah kulit sekitar anus. Ambeien jenis ini umumnya merupakan perluasan dari ambeien eksterna. Dengan gejala berupa rasa gatal, sakit dan nyeri akibat ujung-ujung saraf pada daerah ini yang merupakan reseptor rasa sakit.

Berapa angka kejadian ambeien di Indonesia?

Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia – WHO, angka kejadian ambeien mencapai 54% dari keseluruhan populasi dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2008, jumlah penderita ambeien diperkirakan mencakup 5,7% dari total populasi atau sekitar 10 juta orang.

Ikhtisar Penyakit Ambeien

Organ terlibatDaerah anorektal, sekitar anus atau rektum.
PenyebabGangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Tak heran, jika nama lain dari penyakit ini adalah hemorrhoid (baca: hemoroid).
Penularan Tidak menular.
GejalaKeluarnya darah berwarna merah segar ketika BAB dan tidak bercampur ratadengan feses, adanya benjolan yang dari anus sesuai derajatnya.
PengobatanDerajat ringan dapat menerapkan diet tinggi serat dan menggunakan obat-obat suppositoria. Derajat parah dapat melakukan prosedur operasi atau bedah.

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala ambeien?

Gejala ambeien dapat dilihat berdasarkan jenis dan derajat keparahannya, seperti yang dijelaskan berikut ini:

1. Ambeien Interna 

  • Derajat I. Terdapat perdarahan tanpa rasa sakit dan tonjolan yang hanya dapat ditemukan dengan proktoskopi. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak bercampur dengan feses. 
  • Derajat II. Tonjolan akan selalu keluar saat defekasi atau buang air besar dan dapat masuk dengan sendirinya setelah defekasi selesai.
  • Derajat III. Tonjolan yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya, harus di dorong manual dengan tangan.
  • Derajat IV. Tonjolan yang keluar sudah tidak dapat dimasukkan kembali meski didorong secara manual. Pada derajat ini, biasanya akan disertai dengan infeksi dan perlingkaran anus.
Derajat hemoroid ambeien

Gambar derajat ambeien (I, II, III, dan IV)

2. Ambeien Eksterna

Dalam bentuk akut, gejala ambeien eksterna ditandai dengan pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus yang seringkali disertai dengan rasa sakit, nyeri juga gatal.

Pada ambeien eksterna kronik atau skin tag terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyokong atau penyambung dengan sedikit pembuluh darah.

Baik akut maupun kronis, terkadang ditandai dengan keluarnya mucus atau feses secara tidak sengaja, terutama saat buang angin. Baca lebih lanjut: Tanda-tanda Ambeien Berdasarkan Derajat Keparahannya

Kapan harus periksa ke dokter?

Perdarahan pada saat defekasi atau buang air besar menjadi tanda ambeien yang paling umum. Akan tetapi, ada banyak penyakit lain yang dapat menyebabkan gejala serupa, seperti kanker kolorektal dan kanker dubur.

Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mendapati gejala seperti ini, terlebih dalam jumlah besar dan disertai dengan pusing atau pingsan.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab ambeien ?

Ambeien terjadi akibat adanya gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Akibatnya kantung-kantung vena melebar dan menonjol ke dalam saluran anus atau rektum. Kondisi ini dapat di picu oleh beberapa faktor diantaranya:

  • Kehamilan.
  • Sering mengejan ketika buang air besar.
  • Kebiasaan berdiri atau duduk terlalu lama.
  • Konstipasi yang menahun tanpa pengobatan.
  • Pembesaran prostat.
  • Keturunan.
  • Kegemukan.
  • Diet rendah serat.
  • Berhubungan melalui anal.
  • Sering mengangkat beban berat.

Batuk, bersin dan muntah dapat memperburuk kondisi yang dialami.

Siapa yang lebih berisiko terjangkit ambeien ?

Faktor-faktor risiko ambeien meliputi:

  • Riwayat keluarga. Seseorang dengan garis keturunan ambeien lebih berisiko mengalami ambeien.
  • Faktor usia. Ambeien lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia di atas 45 tahun.
  • Kehamilan. Tekanan pada pembuluh darah di usus besar akibat membesarnya rahim membuat wanita hamil rentan mengalami ambeien.
  • Kondisi medis. Obesitas, diare maupun konstipasi kronis dapat menyebabkan terjadinya ambeien.
  • Kelainan seksual. Hubungan anal dapat menyebabkan atau memperburuk ambeien yang dialami.
  • Kebiasaan sehari-hari. Kurang mengonsumsi makanan berserat, sering mengangkat beban berat serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama dapat memicu terjadinya ambeien.

Baca lebih lanjut: 11 Penyebab Ambeien yang Harus Anda Waspadai

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis ambeien ?

Diagnosis ambeien diawali dengan anamnesis, yakni tanya jawab seputar gejala, riwayat kesehatan keluarga dan pribadi, kebiasaan sehari-hari dan beberapa pertanyaan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, yakni inspeksi dan colok dubur (rectal touche).

Untuk melihat benjolan ambeien yang tidak menonjol keluar, dapat diketahui melalui pemeriksaan anoskopi. Sedangkan untuk memastikan keluhan atau gejala yang dialami bukan merupakan peradangan atau keganasan tingkat tinggi, maka dapat dilakukan pemeriksaan proktosigmoidoskopi.

Pemeriksaan penunjang lain yang mungkin dibutuhkan diantaranya seperti kolonoskopi dan pemeriksaan darah lengkap mulai dari hemoglobin hingga eritrosit.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati ambeien di rumah ?

Untuk meminimalisir gejala ambeien yang dirasakan terutama nyeri juga gatal, tersedia beberapa cara pengobatan yang dapat diaplikasikan di rumah, diantaranya:

  • Berendam dengan air hangat selama sekitar 15 menit. Lakukan dua kali sehari dan selepas buang air besar. Hindari penggunaan sabun yang diberi wewangian dan jangan menggosok atau menggaruk area yang gatal terlalu kuat.
  • Kompres air dingin dapat membantu menumpulkan rasa sakit dan pembengkakan sementara waktu.
  • Gunakan bantal yang lembut ketika duduk agar tidak memperparah rasa sakit dan pembengkakan yang sudah ada.
  • Kenakan celana dalam yang longgar juga lembut.

Konstipasi atau sembelit acap kali menjadi pemicu utamanya terjadinya ambeien. Oleh karena itu, berpeganglah pada prinsip “eat more fiber, stay hydrated”. Perbanyaklah asupan serat sehari-hari dan tetap terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Baca: Buah untuk Mengobati Ambeien Agar Cepat Sembuh

Di samping itu, ketika sudah ada dorongan buang air besar segera keluarkan jangan menunda-nunda. Disarankan dalam posisi jongkok karena dapat mempermudah gerakan usus.

Baca juga: Cara Ampuh Mengobati Ambeien di Rumah

Apa saja penanganan dan obat ambeien di layanan kesehatan ?

Pengobatan ambeien dapat dibedakan menjadi dua, yakni non operatif dan operatif.

1. Non operatif

Untuk derajat I dan II, dapat menerapkan diet tinggi serat, menggunakan obat-obat suposituria, pemberian antibiotik bila saja terjadi infeksi, injeksi skloretika dan pengikatan ambeien dengan karet elastis selama kurang lebih seminggu (rubber band ligation).

Untuk derajat III dan IV, dapat dilakukan pembedahan, pengikatan, rendam duduk atau dengan pemberian suntikan sklerotika guna mengontrol perdarahan dan keluarnya benjolan ambeien yang berukuran kecil hingga sedang.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Ambeien Tanpa Operasi

2. Operatif

Terdapat 3 metode operasi ambeien atau pembedahan yang tersedia saat ini, pertama yakni bedah konvensional dengan menggunakan teknik Milligan – Morgan, teknik Whitehead atau teknik Langenback.

Kedua bedah laser dengan menggunakan laser sebagai alat pemotong. Dan yang terkini yaitu bedah stapler (stapled hemorrhoidopexy) dengan menggunakan alat semacam stapler untuk memotong jaringan ambeien yang prolaps atau merosot, kemudian jaringan yang tersisa di jahit kembali.

Pada wanita hamil, pembedahan mungkin tidak diperlukan. Mengingat sebagian besar ambeien saat kehamilan dapat sembuh dengan sendirinya selepas melahirkan. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari dampak bahaya pada janin yang mungkin timbul.

Untuk mengurangi rasa sakit selepas operasi, terutama saat buang air besar, pasien dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti  paracetamol, aspirin atau ibuprofen. Segera periksakan diri ke dokter apabila terdapat perdarahan, demam atau kesulitan buang air kecil atau besar.

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi ambeien yang mungkin timbul ?

Komplikasi ambeien yang mungkin terjadi diantaranya seperti trombosis, peradangan akibat infeksi sekunder atau perdarahan akut dan anemia akibat pecahnya pembuluh darah besar.

Pencegahan

Bagaimana mencegah ambeien?

Cara terbaik mencegah ambeien yakni dengan menjaga agar feses tetap lembut dan berbentuk, sehingga akan lebih mudah dikeluarkan tanpa perlu mengejan terlalu kuat. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari, seperti sayuran, buah-buahan maupun biji-bijian.
  2. Jaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih 8 gelas setiap hari atau tergantung aktivitas yang dilakukan.
  3. Olahraga secara teratur, setidaknya 2-3 kali seminggu.
  4. Jaga berat badan ideal, karena obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko ambeien.
  5. Segera keluarkan bila dirasakan adanya dorongan buang air besar. Menunda-nunda dapat membuat feses menjadi kering dan sulit dikeluarkan.
  6. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Lakukan peregangan setiap 1 jam sekali, paling tidak selama 5 menit.
  7. Batasi konsumsi berbagai jenis makanan olahan seperti makanan siap saji atau makanan beku.
  8. Batasi pula konsumsi garam dan beberapa jenis makanan yang dapat mengiritasi usus, seperti makanan pedas atau asam, kafein dan tentunya alkohol.