Aminofilin obat apa?

Aminofilin adalah obat bronkodilator yang dapat melebarkan saluran udara bronkus pada paru-paru untuk mengatasi sesak nafas serta meningkatkan serapan oksigen. Itulah mengapa obat ini umum diresepkan untuk mengatasi gejala-gejala akibat penyempitan saluran napas, seperti pada bronkitis akut, asma, emfisema, PPOK, dan sebagainya.

Kombinasi teofilin dengan etilendiamin membuat Aminofilin lebih stabil dan larut dalam air sehingga efeknya akan lebih cepat dibanding hanya teofilin tunggal. Obat ini diberikan dengan cara injeksi (suntikan) ataupun tablet (oral). Injeksi lebih diutamakan pada kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan segera, karena cara inilah yang bekerja lebih cepat.

Ikhtisar Obat Aminofilin

Jenis obatBronkhodilator santin
KandunganTeofilin dan etilenadiamin
KegunaanMelegakan saluran pernapasan pada bronkitis akut dan kronis, asma, PPOK.
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa, anak-anak dan lansia
SediaanTablet dan injeksi
aminofilin tablet dan injeksi

aminofilin tablet dan injeksi

Mekanisme Kerja

Aminofilin yang merupakan turunan santin dari kombinasi teofilin dan etilenadiamin. Setelah masuk tubuh, teofilin dilepaskan dari aminofilin, dan teofilin merenggangkan otot polos bronkial dan pembuluh darah di paru-paru serta mengurangi respons terhadap histamin, methacholine, adenosine, dan alergen yang menyebabkan keluhan sesak dan batuk.

Teofilin secara kompetitif menghambat phosphodiesterase (PDE) tipe III dan tipe IV, enzim yang bertanggung jawab untuk memecah AMP siklik di sel otot polos, sehingga terjadilah bronkodilatasi (pelebaran bronkus).

Teofilin juga berikatan dengan reseptor adenosin A2B untuk menghambat bronkokonstriksi yang dimediasi adenosin. Pada keadaan inflamasi, teofilin mengaktifkan deasetilase histone untuk mencegah transkripsi gen inflamasi, dimana proses transkripsi tersebut memerlukan asetilasi histone.

 

Indikasi atau Kegunaan Aminofilin

Aminofilin digunakan untuk meringankan gejala bronkitis dengan merileksasi otot polos bronkial dan pembuluh darah paru-paru. Menstimulasi pernapasan pusat dan meningkatkan kontraksi diafragma.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan obat ini baik teofilin maupun etilenadiamin.
  • Mengalami porfirian akut.
  • Sedang mengonsumsi obat dari jenis santin lainnya.

Dosis Aminofilin dan Cara Penggunaan

Aminofilin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 200 mg.
  • Injeksi: 24 mg/ mL (IV).
kemasan aminofilin injeksi

kemasan aminofilin injeksi

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Bronkitis akut (obat suntik/ infus)

  • Dewasa:
    • Awal: 5 mg/ kg atau 250 – 500 mg dengan injeksi perlahan atau infus 20 -30 menit.
    • Pemeliharaan:  0,5 mg/ kg/ jam. Maksimum penggunaan 25 mg/ menit.
  • Anak-anak:
    • Awal: Sama dengan dosis dewasa.
    • Pemeliharaan:
      • 6 bulan – 9 tahun: 1 mg/ kg/ jam.
      • 10 – 16 tahun: 0,8 mg/ kg/jam.
  • Lansia: pemeliharaan: 0,3 mg/ kg/ jam.

Bronkitis kronis (obat minum)

  • Dewasa: 225-450 mg dua kali sehari. Dosis ditambah sesuai kebutuhan.
  • Anak-anak > 40 kg: 225 mg dua kali sehari. Ditambah hingga 450 mg dua kali sehari jika dibutuhkan.
  • Lansia: Dosis diperkecil dibanding dosis anak.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini saat perut kosong atau 1 – 2 jam setelah makan.
  • Dianjurkan untuk banyak minum air putih karena obat ini juga bersifat diurestis.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Aminofilin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Aminofilin

Aminofilin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan asam/basa.
  • Insomnia.
  • Gelisah.
  • Kebingungan.
  • Vertigo.
  • Tremor.
  • Kejang.
  • Diare.
  • Pendarahan GI.
  • Haus yang ekstrim.

Beberapa efek samping Aminofilin juga dapat berakibat fatal, diantaranya:

  • Aritmia jantung.
  • Henti jantung.
  • Ensefalopati hipoksik.

Efek Overdosis Aminofilin

Penggunaan belebih atau kesalahan konsumsi dapat menyebabkan overdosis, jika muncul gejala muntah yang parah, pingsan dan kesulitan bernafas segera larikan kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hati-hati pernggunaannya pada penderita aritmia jantung, gagal jantung, asama berat, edema paru akut, tukak lambung, hipo atau hipertiroidisme, glaukoma, arteri koronen dan riwayat kejang.
  • Ketika digunakan dalam infus jangan mencampur Aminofilin dengan obat lain terutama obat yang bersifat alkali.
  • Untuk yang sudah menggunakan pengobatan dengan teofilin 6 bulan sebelumnya, pengecekan level teofilin dalam tubuh perlu dilakukan untuk menentukan dosis yang tepat.
  • Hindari merokok saat menggunakan obat ini.
  • Hindari makanan mengandung kafein dan karbon (makanan yang dipanggang).

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Aminofilin  boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Aminofilin termasuk obat katergori C untuk ibu hamil. Hal ini berarti studi kandungan pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
  • Aminofilin diketahui dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui. Untuk itu penggunaannya sebaiknya dihindari atau dengan pengawasan dokter.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Aminofilin diantaranya:

  • Vaksin influenza, alkohol, alupurinol, antibiotik jenis quinolon, hormon tiroid, dapat meningkatkan levelnya di tubuh.
  • Benzodiazepine, propofol, meningkatkan efek sedasinya.
  • Ephedrin dan tetrasiklin dapat meningkatkan risiko keracunan.

Beberapa makanan juga dapat mempengaruhi Aminofilin, diantaranya:

  • Makanan tinggi karbohidrat dapat meningkatkan level Aminofilin dan menurunkan levelnya pada diet rendah karbohidrat.
  • Makanan rendah protein.
  • Arang atau makanan yang direbus.