Ampisilin obat apa?

Ampisilin adalah salah satu jenis antibiotik beta laktam dari tipe penisilin. Merupakan antibiotik spektrum luas, yang cukup ampuh membasmi bakteri gram positif maupun negatif yang menyebabkan infeksi pada tubuh. Terutama pada saluran pencernaan, saluran pernapasan, saluran kemih dan saluran telinga.

Perlu diingat bahwa antibiotik hanya dapat membunuh bakteri dan bukan virus sehingga tidak efektif digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu dan cacar. Penggunaan antibiotik juga harus dengan resep dokter dan jangan digunakan secara berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya atau menyebabkan bakteri menjadi resisten.

Ikhtisar Obat Ampisilin

Jenis obatAntibiotik tipe penisilin
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi infeksi bakteri pada tubuh
KonsumenDewasa dan anak-anak
SediaanTablet dan injeksi
MerekAmcillin, Ambripen, Bannsipen, Brodapen, Corsacillin, Decapen, Hufam, Lactapen, Mycill, Metacillin, Rampicillin, Ronexol, dll
ampisilin 500 mg

ampisilin 500 mg tablet generik

Mekanisme Kerja

Ampisilin membasmi bakteri dengan cara mengikat protein spesifik pengikat penisilin (PBPs) yang berada di dalam dinding sel bakteri. Senyawa ini menghambat tahapan ketiga dan terakhir dalam proses pembentukan dinding sel bakteri, sehingga bakteri kesulitan membentuk dinding sel.

Ampisilin juga berperan dalam pembentukan inhibitor enzim autolysin yang pada akhirnya menyebabkan lisis atau pecahnya dinding sel bakteri dan menyebabkan kematiannya.

Indikasi atau Kegunaan Ampisilin

Ampisilin digunakan untuk membasmi bakteri yang menyebabkan penyakit pada area tubuh berikut:

  • Infeksi pada Saluran pernapasan seperti otitis media akut, faringitis, pneumonia akut, bronkitis, difteri, laringitis dan sinusitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniaeStaphylococcus aureus, H. influenzae dan Streptococcus beta-hemolytic tipe A.
  • Infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan bakteri Salmonela typhi (penyebab tipes), Salmonela sp dan  Shigela sp. Disentri juga merespon antibiotik ini melalu terapi oral ataupun intravena.
  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan Proteus mirabilis.
  • Gonore (tidak komplikasi) yang disebabkan oleh bakteri N. gonorhoeae.
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak seperti pioderma, frunkel dan selulitis.
  • Septikemia dan endokarditis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus sp  dan Entrococcal.
  • Meningitis yang disebabkan oleh E. coli, Streptococcus grup B dan N. meningitidis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, orang yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif terhadap antibiotik jenis beta laktam seperti penisilin dan chepalosporin.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan antibiotik tetrasiklin.
  • Sedang mengalami mononucleosis (penyakit mono).
  • Baru saja menerima vaksin tipes.

Dosis Ampisilin dan Cara Penggunaan

Ampisilin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis

  • Tablet: 250 mg, 500 mg, 1.000 mg.
  • Vial: 500 mg/ 10 mL.
  • Syrup: 250 mg/ 5 mL.
ampisilin injeksi

kemasan ampisilin injeksi

Penggunaan antibiotik ini harus dengan resep dokter, dimana dokter sudah menyesuaikan dengan kondisi penyakit dan kemampuan tubuh menerima obat. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis lazim untuk Infeksi bakteri umum:

Parenteral (suntik):

  • Infeksi saluran pernapasan dan jaringan lunak: 250 – 500 mg secara IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Infeksi saluran pencernaan dan genital: 500 mg secara intravena atau intramuscular setiap 6 jam sekali.
  • Uretritis pada pria akibat bakteri N. gonorhoeae 500 mg (IV atau IM) setiap 8 – 12 jam sekali.
  • Meningitis yang disebabkan oleh bakteri: 150 – 200 mg/kg/hari dosis dibagi untuk 3-4 jam sekali. Dapat diawali dengan infus kemudian suntik.
  • Septikemia: 150 – 200 mg/kg/hari, dosis dibagi untuk 3-4 jam sekali selama 3 hari. Diawali dengan intravena kemudian intramuscular.

Oral (melalui mulut):

  • Infeksi saluran kemih dan genital: 500 mg setiap 6 jam sekali.
  • Gonore: 3,5 g secara oral dalam satu dosis (ditambah probenacid 1 gr).
  • Infeksi saluran pernapasan: 250 mg setiap 6 jam sekali.

Dosis Ampisilin untuk kondisi lainnya:

  • Meningitis: 150 – 200 mg/ kg/ hari yang dibagi dalam 3 dosis yang sama dan diberikan 3 – 4 jam sekali.
  • Septikemia: 150 – 200 mg/ kg/ hari.
  • Gastroenteritis: 500 mg secara oral atau parenteral setiap 6 jam sekali.
  • Infeksi intraabdominal: 500 mg secara oral atau parenteral setiap 6 jam sekali.
  • Infeksi pada kulit atau jaringan lunak: 250 – 500 mg secara IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Pharingitis: 250 mg secara oral atau 250 – 500 mg secara parenteral setiap 6 jam sekali.
  • Sinusitis: 250 mg secara oral atau 250 – 500 mg secara IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Pneumonia: 250 mg secara oral atau 250 – 500 mg secara IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Bronkitis: 250 – 500 mg secara parenteral atau 250 mg secara oral setiap 6 jam sekali.
  • Pielonefritis:  500 mg secara oral setiap 6 jam sekali.
  • Shigellosis: 500 mg secara oral, IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Demam tifoid: 500 mg secara oral, IV atau IM setiap 6 jam sekali.
  • Leptospirosis: 500 – 750 mg secara oral setiap 6 jam sekali.
  • Otitis media: 500 mg secara oral 1 – 2 g dengan IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Dosis Ampisilin untuk anak-anak:

Dosis untuk anak lazimnya setengah dosis dewasa, namun sebaiknya mintalah resep dari dokter yang sudah memeriksa kondisi anak mulai dari kondisi penyakit, berat badan, usia dan faktor lainnya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat pada kondisi perut sedang kosong atau 1 – 2 jam setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis ampisilin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Ampisilin

Setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda terhadap antibiotik ampisilin. Beberapa efek samping berikut mungkin muncul dan perlu diperhatikan, diantaranya:

  • Mual.
  • Diare.
  • Mulut terasa pahit.
  • Ruam pada kulit.

Beberapa efek samping yang cukup fatal namun jarang terjadi diantaranya:

  • Anafilaksis.
  • Diare yang disebabkan oleh Clostridium difficile.

Jika kondisi ini terjadi apalagi bersamaan dengan reaksi alergi, segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.

Efek Overdosis Ampisilin

Jika digunakan pada dosis besar dalam sekali minum efek overdosis mungkin terjadi. Beberapa gejalanya seperti muntah yang parah, diare parah, perubahan jumlah urin dan kejang hingga kesulitan bernafas, segeralah hubungi kegawatdaruratan medis segera untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Selalu sampaikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik ini atau jenis penisilin lainnya sebelum menggunakan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal atau hati, terutama jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika timbul infeksi pada saluran pencernaan.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat ampisilin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Ampisilin diketahui sebagai obat ketegori B untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya pada ibu hamil sebaiknya jika sangat diperlukan saja dan dengan pengawasan dokter.
  • Antibiotik ampisilin diketahui tereksresi pada ASI ibu menyusui. Karena itu sebaiknya penggunaannya dihindari atau jika sangat diperlukan saja dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Ampisilin, diantaranya:

  • Alupurinol
  • Methotrexat
  • Probenesid
  • Obat golongan sulfat
  • Antibiotik tipe tetrasiklin