Antihemoroid obat apa?

Antihemoroid adalah obat untuk mengatasi ambeien atau wasir dalam berbentuk tablet lunak supositoria. Obat ini langsung diaplikasikan pada area anus sehingga efeknya akan langsung terasa di benjolan wasir. Obat ini akan membantu mengurangi pendarahan yang terjadi, mengurangi rasa sakit yang timbul serta mempermudah feses keluar melalui rektum yang terkena wasir.

Obat supositoria yang diproduksi oleh PT. Kimia Farma ini merupakan jenis obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis lazim, efek samping, dan cara penggunaan obat Antihemoroid ini, berikut kami tuliskan ulasan lengkapnya.

Ikhtisar Obat Antihemoroid

Jenis obatAnti-hemoroid
KandunganBismuth Subgallate, Hexachlorophene, Lignocaine, Zinc Oxide
KegunaanMengurangi pendarahan dan rasa sakit serta mempermudah keluarnya feses pada penderita ambeien atau wasir
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanAntihemoroid suppositoria 2 gr

antihemoroid supositoria obat wasir

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Antihemroid ini dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Bismuth Subgallate: merupakan substansi berwarna kuning yang tidak berbau dan mengalami perubahan warna saat terkena sinar matahari. Senyawa ini adalah bentuk garam logam dari senyawa asam galat yang sangat tidak larut dan sulit diserap. Sehingga bismuth subgallate memiliki sifat protektif terhadap jaringan mukosa, termasuk di area sekitar liang rektum. Senyawa ini juga bersifat anstringen kuat serta hemostatik dan antimikroba.
  • Hexachlorophene: merupakan senyawa antiseptik bisphenol terklorinasi dengan kemampuan bakteriostatik terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, meskipun lebih baik kuat efeknya pada gram negatif. Bahan ini umumnya digunakan sebagai bahan sabun atau krim obat untuk mengatasi masalah kulit.
  • Lignocaine: merupakan senyawa obat anastesi lokal yang bekerja dengan memblok sementara saraf yang mengirimkan rasa sakit. Dalam bentuk gelnya obat ini juga sering digunakan sebagai pelumas untuk menyisipkan instrumen medis seperti kateter. Obat ini kombinasikan dalam tablet lunak supositoria sebagai anastesi lokal meredakan nyeri serta sebagai pelumas.
  • Zinc Oxide: senyawa oksida zinc sering digunakan untuk mengobati luka bakar dan infeksi pada kulit. Senyawa ini membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi bakteri pada luka.

Indikasi atau Kegunaan Antihemoroid

Obat Antihemoroid ini digunakan untuk mengatasi pendarahan dan mengurangi rasa sakit pada penderita wasir, baik wasir internal maupun eksternal. Obat ini juga dapat melapisi area rektum dan melumasinya sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Tidak boleh diberikan pada anak-anak.

Dosis Antihemoroid dan Cara Penggunaan

Antihemoroid tersedia dalam bentuk tablet lunak supositoria dengan kekuatan dosis per tabletnya seperti berikut:

  • Bismuth Subgallate: 150 mg.
  • Hexachlorophene: 2,5 mg.
  • Lignocaine: 10 mg.
  • Zinc Oxide: 120 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Antihemoroid untuk mengatasi wasir

  • Dosis dewasa: 1 – 2 kali sehari, diberikan sebelum tidur. Tidak untuk digunakan terus menerus.

Petunjuk Penggunaan:

  • Cuci tangan sebelum menggunakan obat Antihemoroid supositoria.
  • Berbaringlah dan miringkan badan ke kiri kemudian majukan lutut kanan sehingga area rektum lebih mudah akses.
  • Bukalah bungkus obat ini hingga didapati tablet lunak berbentuk peluru, kemudian masukkan ujungnya yang lancip ke dalam rektum, tekan hingga masuk keseluruhannya sehingga ada jarak kurang lebih 1 inci dari mulut rektum.
  • Usahakan untuk segera menggunakan obat ini setelah dibuka dari kemasannya karena sifatnya mudah lumer. Jika saat dipegang di dalam kemasannya sudah tidak keras lagi, simpanlah dahulu di lemari pendingin hingga agak keras sebelum digunakan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakan obat ini.

Efek Samping Antihemoroid

Antihemoroid umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa kebas di sekitar rektum, efek ini akan menghilang setelah beberapa saat penggunaan. Jika efek ini berlangsung lama dan membuat tidak nyaman, konsultasikanlah dengan dokter.

Efek Overdosis Antihemoroid

Belum diketahui adanya efek overdosis dari obat Antihemoroid. Namun penggunaan terus menerus dalam jangka waktu lama dan tanpa resep dokter mungkin menyebabkan efek samping rasa kebas di area rektum. Jika muncul efek berupa iritasi lokal dan muncul tanda-tanda keracunan secara sistemik serta muncul rasa kebas yang bertahan lama segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan bahan aktif dari obat ini.
  • Hati-hati penggunaannya pada penderita aritmia atau gangguan irama jantung.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Antihemoroid untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum diketahui efek samping penggunaan obat ini pada ibu hamil. Namun bahan aktif hexachlorophene pada obat ini masuk dalam kategori C menurut FDA. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini selama masa kehamilan.
  • Belum diketahui efek obat ini pada ASI ibu menyusui dan apa efeknya pada bayi. Oleh karena itu konsultasikan pada dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter, terutama untuk jenis obat supositoria lainnya yang Anda gunakan.