Antrain adalah obat bermerek yang mengandung natrium metamizole. Metamizole sendiri merupakan obat analgetik, antispasmodik, dan antipiretik untuk meringankan rasa sakit, seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, dismenore (nyeri haid), nyeri kolik dan lain-lain. Terkadang digunakan juga untuk menurunkan demam.

Obat Antrain tergolong obat keras, sehingga membutuhkan resep dokter dan anjuran dokter sebelum menggunakannya. Berikut informasi mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samyaping, dan informasi penting lainnya.

Mengenal Obat Antrain

Di apotek obat antrain tersedia dalam bentuk tablet dan cairan injeksi. Adapun komposinya adalah sebagai berikut:

  • Antrain 500 mg tablet, setiap tablet mengandung metamizole 500 mg.
  • Antrain Injeksi, setiap mL mengandung metamizole 500 mg.

Metamizole, atau dipyrone adalah zat obat yang memiliki sifat analgesik (pereda nyeri), antispasmodic (pereda spasme otot pada nyeri kolik) dan antipiretik (penurun panas). Seperti parasetamol, obat ini juga memiliki efek anti-inflamasi minimal. Penggunaan metamizol umumnya secara oral atau parenteral (suntikan) untuk mencegah dan mengobati nyeri yang terkait dengan operasi atau untuk pengobatan nyeri akut.

Zat obat yang memiliki nama lain Antalgin ini pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 1922 dengan merek paten “Novalgin” dan selama bertahun-tahun itu tersedia bebas tanpa resep dokter di banyak negera. Meskipun masih tersedia bebas di beberapa negara, sekarang obat ini tergolong obat resep di sebagian besar negara maju, karena potensi efek samping sehingga memerlukan kehati-hatian dalam hal penggunaannya.

Indikasi dan Kegunaan

Antrain obat apa?  Seperti telah disinggung sebelumnya, berikut kegunaan obat antrain secara lebih detil:

  • Sakit gigi.
  • Sakit kepala.
  • Arthralgia (nyeri sendi).
  • Neuralgia (nyeri saraf).
  • Mialgia atau nyeri otot.
  • Nyeri ringan visceral (organ dalam).
  • Dismenore.
  • Sebagai antipiretik pada penyakit radang saluran pernapasan atas dan penyakit infeksi lannya.

Untuk sediaan cairan injeksi digunakan dalam kasus-kasus nyeri akut dan parah setelah operasi pembedahan atau trauma; nyeri karena tumor; kolik ginjal dan empedu dan suhu tinggi yang tidak mempan dengan obat lain.

Kontraindikasi

Seseorang dengan kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan obat antrain:

  • Hipersensitivitas atau alergi terhadap metamizol dan turunan pyrazolone lainnya.
  • Porfiria hati akut.
  • Penyakit bawaan defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase.
  • Penyakit ginjal atau hati berat.
  • Penyakit hematologi (anemia aplastik, leukopenia dan agranulositosis);
  • Hamil trimester pertama dan ketiga. Ini harus dihindari pada menyusui atau wanita hamil karena kurangnya studi tentang keamanannya.
  • Pemberian parenteral (injeksi) tidak boleh dilakukan (kontraindikasi) pada anak di bawah 1 tahun.

Dosis Antrain dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter, adapun dosis lazim yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

Dosis Antrain injeksi intramuskular:

Dosis tunggal untuk semua kelompok umur adalah 8-16 mg / kg berat badan sesuai dengan skema berikut:

  • berat badan 16-31 kg : 250 mg (½ ml);
  • berat badan 32-46 kg : 500 mg (1 ml); berat badan 47-62 kg : 500-750 mg (1-1,5 ml);
  • berat badan lebih dari 63 kg : 750-1000 mg (1,5-2 ml).

Pada kasus sakit terus-menerus, dosis dapat diulang dalam 6-8 jam. Dosis harian maksimal adalah 4.0 g.

Dosis Antrain Tablet:

Dosis dan durasi pengobatan harus ditentukan sesuai dengan tingkat keparahan dari nyeri.

  • Dosis umum pada orang dewasa adalah 250-500 mg (1/2 -1 tablet) 2 atau 3 kali sehari. Dosis maksimal  selama 24 jam adalah 3 g.
  • Pada anak-anak lebih dari 15 tahun diberikan dengan dosis 250 mg, 2-3 kali sehari.

Antrain sebaiknya tidak diberikan lebih dari 3 hari atau dalam dosis yang lebih tinggi tanpa konsultasi dokter.

Efek Samping Antrain

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Antrain juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Meskipun bisa terjadi, namun sangat jarang sekali menimbulkan agranulositosis, leukopenia atau trombositopenia, proteinuria, dan nefritis interstitial. Hindari penggunaan jangka panjang.
  • Pada pasien yang sensitif, ruam, urtikaria, edema Quincke, serangan asma, dan shock anafilaksis sangat jarang terjadi meskipun mungkin.
  • Pigmentasi urin berubah merah dengan pH asam disebabkan oleh metabolit asam rubazonic.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Antrain ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Tidak dianjurkan untuk mengobati nyeri otot pada gejala-gejala flu.
  • Tidak direkomendasikan untuk mengobati rematik, sakit punggung, lumbago, bursitis, sindroma bahu lengan.
  • Tidak boleh digunakan jangka panjang, mengingat efek samping agranulositosis yang berakibat fatal yang mungkin saja bisa terjadi.
  • Waspadai pada penggunaan untuk pasien yang pernah memiliki gangguan pembentukan darah ataukelainan darah.
  • Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal. Oleh sebab itu, pemeriksaan fungsi hati dan darah diperlukan sebagai pertimbangan terapi.
  • Sindrom neuropati pada penggunaan jangka panjang bisa berangsur menghilang setelah pengobatan dihentikan.