Anusol obat apa?

Anusol adalah obat yang digunakan untuk meringankan rasa sakit, gatal dan pembengkakan pada anus akibat ambeien atau wasir serta keluhan pada area anus lainnya. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan supositoria yang dapat bekerja langsung pada area yang sakit.

Anusol dikomposisikan dari berbagai bahan yang bertugas untuk melapisi kulit bagian dalam anus sehingga mengurangi gesekan dengan feses sehingga mengurangi iritasi yang terjadi. Ketahui lebih lanjut kegunaan, dosis, efek samping dan keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Anusol

Jenis obatAntinyeri dan anti-inflamasi
KandunganZinc sulfate monohydrate, pramoxine hydrochloride dan penyusun lain non-obat
KegunaanMeringankan nyeri, gatal dan pembengkakan akibat ambeien/wasir
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C
SediaanAnusol Oinment, Anusol Supositories, Anusol Plus Oinment, Anusol Plus Supositories
anusol plus anesthetic krim untuk ambeien

Anusol plus anesthetic krim untuk ambeien

Mekanisme Kerja

Cara kerja Anusol dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Zinc sulfat monohydrate merupakan anstingen dengan kemampuan melembutkan dan menjaga perlukaan secara makanis. Senyawa ini akan membentuk lapisan yang melindungi luka dari iritasi.
  • Pramoxine hydrochloride merupakan anastetis topikal yang juga digunakan sebagai antipruritik (menghilangkan gatal). Senyawa ini bekerja dengan cara menurunkan permeabilitas membran nuronal menjadi ion natrium. Menghalangi inisiasi dan konduksi impuls saraf sehingga terjadi kondisi mati rasa.

Indikasi atau Kegunaan Anusol

Anusol digunakan untuk mengurangi kondisi nyeri, gatal dan pembengkakan pada anus akibat ambeien atau fisura ani. Obat ini juga mungkin digunakan untuk kondisi perlukaan, iritasi lainnya pada anus.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitifitas atau alergi terhadap kandungan bahan aktif atau bahan tidak aktif dari obat ini.

Dosis Anusol dan Cara Penggunaan

Anusol tersedia dalam bentuk sediaan krim dan supositoria dengan kekuatan dosis berikut:

  • Dalam bentuk krim mengandung zinc sulfat monohidrat 0,5%.
  • Dalam setiap satu buah supositoria mengandung zinc sulfat monohidrat 10 mg.
  • Untuk tipe Anusol Plus bentuk krimnya ditambahkan anastesi berupa pramoxine hydrochloride 1% dan begitu juga dengan bentuk supositorianya ditambahkan pramoxine hydrochloride 20 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

anusol plus anesthetic supositoria

Anusol plus anesthetic supositoria

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Anusol krim untuk mengobati ambeien

  • Dosis dewasa: dioleskan secukupnya pada area anus yang mengalami pembengkakan, nyeri atau gatal. Gunakan setiap 4 jam sekali atau setelah buang air besar. Jangan lupa untuk membersihkan dahulu area ambeien sebelum pemberian krim.
  • Dosis anak-anak: obat ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun. Untuk 18 tahun keatas sama dengan dosis dewasa.

Dosis Anusol supositoria untuk mengobati wasir

  • Dosis dewasa: Gunakan sebuah tablet supositoria untuk dimasukkan pada liang anus setiap pagi, malam sebelum tidur dan setelah buang air besar.
  • Dosis anak-anak: tidak direkomendasikan untuk anak umur < 18 tahun.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk obat supositoria sebaiknya penggunaannya dilakukan sambil berbaring miring.
  • Segera masukkan tablet supositoria segera setelah dibuka dari kemasannya, karena obat ini cepat meleleh. Dorong obat ini kedalam anus hingga dirasa tidak keluar dengan sendirinya.
  • Usahakan untuk tidak banyak bergerak setelah menggunakan obat ini.
  • Jangan lupa selalu membersihkan tangan sebelum dan sesudah penggunaan obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Anusol pada jadwal pemakaian berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Anusol

Anusol umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa seperti terbakar atau tidak nyaman setelah pemberian obat krim atau supositoria.
  • Muncul rasa kebas pada bagian anus.

Efek Overdosis Anusol

Belum diketahui adanya efek overdosis penggunaan obat ini. Namun penggunaan obat secara berlebihan tanpa resep dokter mungkin menjadi penyebab efek yang tidak diinginkan pada anus. Hubungi tenaga kesehatan terdekat jika hal itu terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Jika iritasi pada anus malah semakin bertambah, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.
  • Jika setelah penggunaan terjadi pendarahan pada anus atau terdapat darah pada feses, konsultasikan hal tersebut pada dokter Anda.
  • Obat ini tidak boleh digunakan pada anak-anak di bawah 18 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Anusol untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Anusol digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti studi penggunaan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya pada ibu hamil sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja atau jika diresepkan oleh dokter.
  • Anusol diketahui dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan bayi. Namun belum diketahui efek apa yang akan terjadi pada bayi. Untuk itu sebaiknya ibu menyusui menghindari penggunaan obat ini atau hanya jika diresepkan oleh dokter.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.