Ardium adalah obat golongan Antihemoroid (wasir). Obat ini hanya dapat dibeli dengan resep dari dokter dan digunakan untuk membantu meringankan gangguan pelebaran pembuluh darah di kaki (varises) dan meringankan wasir kronik dan akut.

Mengenal Obat Ardium

Di apotek, obat Ardium tersedia dalam kemasan tablet 500 mg.

obat ardium

Ardium adalah obat golongan Antihemoroid (wasir) yang mengandung flavonoid murni yang dimikronisasi (Diosmin 450 mg dan Hesperidin 50 mg). Kandungan utamanya yaitu Diosmin merupakan glikosida flavonoid alami yang dapat diisolasi dari berbagai sumber tanaman khususnya dari buah citrus seperti jeruk atau lemon.

Diosmin pertama kali diisolasi pada tahun 1925 dari Scrophularia nodosa, dan diperkenalkan pertama kali sebagai agen terapeutik pada tahun 1969. Diosmin merupakan amina biogenik yang diturunkan dengan mengekstraksi hesperidin dari buah citrus dengan mengkonversi hesperidin ke diosmin.

Di Indonesia, penggunaan Diosmin untuk pengobatan wasir memang belum terlalu dikenal  luas. Walaupun sebenarnya sudah sejak lama di Eropa bahan ini digunakan sebagai bahan yang dapat memperkuat dan melindungi pembuluh darah vaskuler.

Mekanisme kerja Diosmin yaitu dengan memperbaiki tegangan vena, menghambat reaksi peradangan, melindungi mikrosirkulasi kapiler dan mengurangi permeabilitas kapiler. Diosmin juga mempunyai potensi menghambat tromboksan A2 (TxA2) dan prostaglandin E2 (PGE2).

Sebagai flavonoid, diosmin bekerja sebagai anti radang atau anti pembengkakan, menangkap radikal bebas dan bersifat antimutagenik. Saat ini diosmin diteliti juga untuk terapi lain termasuk sifat anti kanker, pengobatan sindrom pra-menstruasi (PMS). Beberapa penelitian pun telah membuktikan efektivitas diosmin dalam meringankan dan mengobati wasir kronik dan akut.

Ada sebuah laporan dari Divisi Gastroenterology Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI /RSCM pada tahun 2000. Pada laporan ini dibuktikan bahwa, pengobatan dengan ardium (diosmin dan hesperidin) 1 tablet 2x sehari selama 8 minggu, secara signifikan dapat menurunkan derajat hemoroid. Sementara pada penelitian plasebo terkontrol buta ganda yang dilakukan Ho dkk. membuktikan bahwa, pengobatan dengan 1 tablet ardium 1x sehari selama 2 bulan secara signifikan dapat mengurangi gejala hemoroid.

Melihat mekanisme kerja dan komposisi kandungannya dengan demikian Ardium dapat digunakan untuk membantu mengobati hemoroid (wasir) baik akut maupun kronis dan juga mengobati varises.

Indikasi dan Kegunaan

Ardium obat apa? Berdasarkan uraian tentang cara kerja obat tersebut dan kandungannya, maka Ardium dapat digunakan untuk:

  • Membantu meringankan gangguan peredaran darah di kaki (varises).
  • Membantu meringankan wasir (hemoroid) kronik dan akut.

Kontraindikasi

Hati-hati! obat ini tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap Diosmin dan Hesperidin dan kandungan lain dalam obat.

Dosis Ardium dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, berat badan dan sebagainya. Adapun dosis umum Ardium yang sering direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Dosis Ardium untuk gangguan peredaran darah di kaki (varises): 2 tablet sehari.
  • Dosis untuk wasir (hemoroid) akut: 6 tablet untuk 4 hari pertama, setelah itu dilanjutkan dengan 4 tablet per hari selama 3 hari, selanjutnya 2 tablet.
  • Dosis untuk wasir (hemoroid) kronis: 2 tablet sehari.

Efek Samping Ardium

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping.

Efek samping Ardium yang umum terjadi diantaranya:

  • Ganggguan ringan pada saluran pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Ruam.
  • Sakit perut.

Efek samping yang jarang terjadi:

  • Kram pada tungkai bawah.
  • Radang urat darah.
  • Trombosis vena.
  • Pembengkakan ekstremitas.

Jika ada gejala efek samping selain yang disebutkan diatas, segera hubungi dokter untuk mendapat tindakan medis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Ardium, perhatikan hal-hal berikut:

  • Sebelum menggunakan obat ini, informasikan pada dokter tentang obat atau suplemen apa yang sedang Anda konsumsi.
  • Konsultasikan juga kondisi kesehatan Anda saat ini atau jika Anda memiliki alergi tertentu. Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat Anda kebal pada efek samping obat.
  • Jangan menggunakan obat ini lebih dari 3 bulan.
  • Tidak cukup bukti yang menunjukkan efek samping penggunaan obat ini pada wanita hamil dan ibu menyusui. Namun, akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan obat ini.