Asam fusidat obat apa?

Asam fusidat atau fusidic acid adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini biasa diresepkan untuk mata yang sedang mengalami belekan atau konjungtivitis, infeksi pada kulit dan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri terutama jenis stafilokokus.

Masalah kulit lainnya seperti impetigo dan folikulitis umumnya juga dapat diobati dengan fusidic acid. Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk salep kulit atau salep mata, adapun bentuk obat minum dan injeksi diberikan untuk kondisi infeksi yang meluas, sistemik dan sudah parah.

Ikhtisar Obat Asam Fusidat

Jenis obatAntibiotik
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi infeksi bakteri
KonsumenDewasa dan Anak-anak
SediaanSalep/ krim, tablet dan injeksi
MerekAcdat, Afucid, Asam fusidat, Foban, Fobancort, Fucicort, Fucidin, Fucilex, Fuladic, Fusiderm, Fusigra, Fusifar, Futaderm, Strecid
asam fusidat krim fusidic acid cream

Contoh asam fusidat dalam bentuk krim (fusidic acid cream)

Mekanisme Kerja

Asam fusidat bekerja secara bakteriostatik yang berarti zat aktifnya hanya menghambat perkembangan bakteri namun tidak bersifat destruktif terhadap bakteri yang rentan. Senyawa ini dapat mengganggu sintesis protein bakteri, khususnya dengan mencegah translokasi faktor elongasi G (EF-G) pada ribosom. Hal ini juga dapat menghambat enzim chloramphenicol acetyletransferase sehingga pembelahan bakteri sulit terjadi dan mengganggu pertumbuhannya.

Indikasi atau Kegunaan Asam Fusidat

Asam fusidat dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi bakteri pada kulit.
  • Infeksi bakteri pada mata.
  • Infeksi baik sistemik atau topikal yang disebabkan bakteri, terutama tipe stafilokokus.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, Orang yang memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan asam fusidat tidak boleh menggunakannya.

Dosis Asam Fusidat dan Cara Penggunaan

Asam fusidat tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Salep kulit: 2% atau 20 mg/gr.
  • Salep mata: 2% atau 20 mg/gr dan 1% atau 10 mg/gr.
  • Tablet: 500 mg.
  • Bentuk bubuk untuk injeksi: 500 mg.

Dosis yang paling pas untuk Anda adalah yang diresepkan dokter   Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Infeksi bakteri

  • Secara intravena (infus/suntik)
    • Dosis dewasa: >50 kg: 500 mg 3 kali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 1 gr untuk infeksi berat. Untuk yang <50 kg 6-7 mg/kg 3 kali sehari. Diberikan secara intravena melalui infus dengan kecepatan rendah selama 2 jam. Harus diberikan pada jalur vena besar dengan aliran darah yang lancar.
    • Dosis anak-anak:  20 mg/kg per hari dibagi dalam 3 dosis. Diberikan secara intravena dengan infus lambat paling tidak selama 2 jam dan harus diberikan melalui vena besar dengan aliran darah yang lancar.
  • Secara Oral (obat minum)
    • Dewasa: 500 mg 3 kali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 1 gr untuk infeksi berat.
    • Anak-anak: <1 tahun: sekitar 15 mg/kg, 1-5 tahun: 250 mg, 5-12 tahun: 500 mg sebanyak 3 kali sehari.

Conjungtivitis (belekan) akibat bakteri

  • Dewasa: Menggunakan salep mata 1% oleskan kurang lebih 1 cm pada mata setiap 12 jam sekali selam 7 hari.
  • Anak-anak: > 2 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Infeksi kulit akibat bakteri

  • Dewasa: salep mata 2% aplikasikan pada area infeksi 3-4 kali sehari hingga ada perubahan. Jika menggunakan kasa pelapis, frekuensinya bisa diturunkan menjadi 1-2 kali saja sehari.
  • Anak-anak: sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk obat oral gunakan setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Untuk obat salep, bersihkan dulu area yang terinfeksi dengan air bersih kemudian keringkan dan oleskan obat salepnya. Selalu bersihkan tangan sebelum dan setelah menggunakan obat salep ini.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya/mengoleskannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis asam fusidat pada jadwal berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Asam Fusidat

Seperti halnya obat-obatan lainnya yang memiliki efek yang tidak diinginkan. Obat ini juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Efek yang sering muncul

  • Gatal (pruritis)
  • Ruam
  • Reaksi sensitif pada kulit (dermatitis dan eksim)
  • Iritasi pada sekitar infeksi (kemerahan dan rasa terbakar)

Efek yang jarang muncul

  • Peradangan pada mata (untuk kasus konjungtivitis)
  • Biduran atau galigata
  • Kulit melepuh

Efek Overdosis Asam Fusidat

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek overdosis dengan gejala seperti kesulitan bernafas, pembengkakan pada wajah dan tenggorokan, muncul ruam yang menyebar dan parah. Segera hubungi dokter jika kondisi ini muncul.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan pada dokter obat resep yang sedang Anda minum.
  • Jika Anda sedang berniat hamil atau menyusui, konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Hati-hati penggunaan obat ini untuk orang dengan penyakit hati atau kondisi hati yang lemah.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat asam fusidat boleh digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Asam fusidat termasuk golongan C untuk obat ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya jika hanya sangat dibutuhkan saja dan harus dengan pengawasan dokter.
  • Asam fusidat diketahui dapat terekstaraksi pada ASI ibu menyusui sehingga penggunaannya pada ibu menyusui sebaiknya dihindari atau jika manfaatnya lebih besar dari risikonya terhadap bayi.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan asam fusidat, diantaranya:

  • Penggunaan asam fusidat dalam bentuk suspensi bersamaan dengan obat berikut dapat berdampak serius: statin (obat menurunkan kadar lemak darah), obat anti koagulan terutama turunan jenis coumarin, Rotanavir dan ciclosporin.
  • Dapat bersifat sinergik dengan penicillin antistaphilococcal.
  • Bersifat antagonis dengan ciprofloxacin.