asidosis metabolik

Pengertian

Apa itu asidosis metabolik?

Asidosis metabolik adalah kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa. Tubuh yang mengalaminya akan menunjukkan sejumlah gejala seperti napas cepat (takipnea), detak jantung cepat (takikardi), sakit kepala, lemah, mudah lelah, nafsu makan turun, penurunan kesadaran dan lainnya.

Terjadinya asidosis metabolik bermula dari ginjal bukan paru-paru seperti halnya pada asidosis respiratorik. Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak dapat menghilangkan cukup asam atau ketika terlalu banyak basa yang dibuang sehingga pH darah menjadi rendah. Meskipun episode asidosis metabolik yang parah dapat mengancam jiwa, namun terkadang kondisinya hanya ringan saja.

Berapa angka kejadian asidosis metabolik di Indonesia?

Angka kejadian asidosis metabolik di Indonesia maupun di dunia masih belum jelas karena keadaan ini merupakan gejala penyakit dan bukanlah diagnosis penyakit. Beberapa penyakit seperti halnya diabetes melitus dapat menyebabkan timbulnya asidosis metabolik meskipun keadaan ini tidak terjadi pada semua pasien.

Ikhtisar Penyakit Asidosis Metabolik

Organ terlibatginjal
PenyebabDiabetes, gangguan fungsi ginjal, penumpukan asam laktat, muntaber, dll.
Penularantidak menular
Gejalanapas cepat, detak jantung cepat, penurunan kesadaran (delirium)
PengobatanPemberian cairan intravena, natrium bikarbonat, detoksifikasi, dan lainnya sesuai penyebab.

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala asidosis metabolik ?

Meskipun gejala dapat berbeda, seseorang dengan asidosis metabolik akan sering mengalami beberapa gejala seperti napas cepat (takipnea), detak jantung cepat (takikardi), sakit kepala, lemah, mudah lelah, nafsu makan turun, perut tidak enak, muntah, hingga keluhan nafas berbau buah (gejala klasik dari ketoasidosis diabetik).

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika seseorang memiliki gejala-gejala di atas, maka segera periksakan ke dokter atau larikan ke rumah sakit jika kondisinya parah.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab Asidosis Metabolik?

Beberapa keadaan dapat menyebabkan terjadinya beberapa bentuk asidosis metabolik di bawah ini yaitu:

  • Asidosis diabetik terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Jika tubuh kekurangan insulin, keton menumpuk di dalam tubuh dan dapat meningkatkan keasaman darah.
  • Asidosis hiperkloremia merupakan akibat dari hilangnya natrium bikarbonat yang berperan membantu menjaga kenetralan pH darah. Keadaan seperti diare dan muntah dapat menyebabkan asidosis jenis ini.
  • Asidosis laktat terjadi ketika ada terlalu banyak asam laktat di tubuh. Penyebabnya bisa termasuk penggunaan alkohol kronis, gagal jantung, kanker, kejang, gagal hati, kekurangan oksigen yang berkepanjangan, dan gula darah rendah. Bahkan olahraga yang berkepanjangan dapat menyebabkan penumpukan asam laktat.
  • Asidosis tubular ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan asam ke dalam urin. Keadaan ini menyebabkan darah menjadi asam akibat penumpukan.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis asidosis metabolik?

Untuk memastikan diagnosis asidosis metabolik maka dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan di bawah ini dapat membantu dokter untuk mengetahui apa yang terjadi di tubuh sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

pH darah

Berikut adalah beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk memastikan adanya asidosis metabolik dan juga kemungkinan penyebabnya antara lain:

  • Anion gap. Tes ini berperan untuk mengukur keseimbangan kimia dalam darah dengan cara membandingkan jumlah partikel bermuatan positif dan negatif, termasuk natrium, klorida, dan bikarbonat. Jika kedua kelompok muatan tersebut memiliki perbedaan – atau “gap” – yang besar, maka menunjukkan adanya asidosis.
  • Analisis gas darah. Tes ini berfungsi mengukur pH darah dan kadar oksigen dan karbon dioksida di dalamnya. Sampel darah yang digunakan berasal dari pembuluh arteri.
  • Tes urine dapat mengungkapkan adanya ketoasidosis, masalah ginjal, dan keracunan alkohol, aspirin, serta obat antikoagulan. Jika pasien menderita diabetes, pasien dapat memeriksa keton di rumah dengan mencelupkan strip tes pada urine. Strip tes dapat dibeli di apotek.
  • Beberapa pengukuran kadar gula darah dapat mengukur keton dalam darah.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati asidosis metabolik di rumah?

Pengobatan asidosis metabolik sebagian besar dilakukan di layanan kesehatan di bawah kendali dokter.

Apa saja penanganan dan obat asidosis metabolik di layanan kesehatan?

Pengobatan asidosis metabolik adalah dengan mengobati penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab keadaan ini.

Jika keseimbangan asam basa tidak segera dikembalikan maka mempengaruhi tulang, otot, dan ginjal. Dalam kasus yang parah, bahkan dapat menyebabkan syok hingga kematian. Ketoasidosis diabetik juga dapat membuat pasien mengalami koma.

Semakin awal pasien mendapatkan penanganan yang tepat maka akan semakin baik. Penanganan umum terhadap asidosis metabolik termasuk:

  • Detoksifikasi, jika pasien mengalami keracunan obat atau alkohol
  • Insulin, jika pasien mengalami ketoasidosis diabetik
  • Pemberian cairan intravena.
  • Pemberian natrium bikarbonat

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi asidosis metabolik yang mungkin timbul?

Tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, asidosis metabolik dapat menimbulkan komplikasi berupa batu ginjal, penyakit ginjal kronis, gagal ginjal, gangguan tulang, pertumbuhan terhambat, penurunan kesadaran, syok hingga kematian.

Pencegahan

Bagaimana mencegah asidosis metabolik?

Asidosis metabolik tidak selalu dapat dicegah, tetapi ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keadaan tersebut antara lain berupa:

  • Minum banyak air dan sejumlah cairan non alkohol lainnya agar tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Batasi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol kronik dapat meningkatkan penimbunan asam laktat
  • Pasien dengan diabetes melitus sebaiknya minum obat teratur dan menjaga pola makan agar gula darah terkontrol. Hal ini dapat menghindari terjadinya ketoasidosis diabetik.