Aspirin obat apa?

Aspirin adalah obat golongan Antiiflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit (analgesik), mengatasi demam (antipiretik) dan mengatasi peradangan (antiinflamasi). Pada dosis rendah aspirin dapat digunakan untuk mengatasi trombosis (antitrombotik) sehingga dapat juga digunakan untuk mencegah serangan jantung.

Aspirin termasuk obat bebas, sehingga Anda bisa mendapatkannya di apotek tanpa perlu resep dokter. Namun demikian, harus menggunakannya sesuai dengan aturan pakai, indikasi, dosis, dan memperhatikan kemungkinan setiap efek samping seperti dijelaskan di bawah ini.

Ikhtisar Obat Aspirin

Jenis obatAnalgetik, antipiretik, antiinflamasi, dan antitrombotik.
KategoriObat bebas
KandunganAsetosal (asam asetilsalisilat)
KegunaanMengatasi nyeri, demam, peradangan, dan sebagai antitrombotik pada stroke dan serangan jantung.
KonsumenDewasa dan anak
KehamilanKategori C, Kategori D pada trimester tiga
SediaanTablet 80 mg, 320 mg, 500 mg
aspirin

kemasan Aspirin tablet

Mekanisme Kerja

Aspirin adalah obat antiinflamasi yang menghambat pembentukan prostaglandin. Aspirin bekerja dengan cara menghambat enzim COX (siklooksigenase). Sistem enzim COX merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan prostaglandin, dengan kerja penghambatan ini maka Aspirin dapat menghasilkan efek analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan antitrombotik.

Setelah pemakaian oral sebagian Aspirin akan diabsorpsi dengan cepat di lambung, sementara sebagian lagi diabsorpsi di usus halus. Efek obat maksimal dapat dicapai kira – kira pada 2 jam setelah pemakaian. Setelah diabsorpsi obat segera menyebar ke seluruh tubuh, sekitar 80% akan terikat pada albumin kemudian dihidrolisis di hati menjadi asam salisilat dan dieksresi melalui ginjal, keringat dan empedu.

Indikasi atau Kegunaan Aspirin

Fungsi aspirin adalah sebagai obat analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan antitrombotik, oleh karena itu kegunaan aspirin adalah untuk mengatasi rasa sakit, untuk mengatasi demam, untuk mengatasi peradangan tulang dan sendi, untuk mengatasi serangan jantung dan stroke.

Selain kegunaan tersebut manfaat aspirin lainya adalah aspirin untuk jerawat karena aspirin memiliki kandungan aktif asam salisilat yang dapat digunakan untuk mengecilkan pori –pori pada wajah serta mengatasi peradangan dan penggumpalan darah pada jerawat.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • memiliki ulkus peptikum atau tukak lambung.
  • hemofilia atau kelainan pendarahan lainnya.
  • memiliki alergi terhadap asetosal.
  • memiliki alergi terhadap NSAID, seperti ibuprofen.
  • berisiko mengalami pendarahan gastrointestinal atau stroke hemoragik.
  • peminum alkohol.
  • sedang menjalani perawatan gigi atau bedah, betapapun kecilnya.
  • memiliki gangguan hati dan ginjal (tidak mutlak dilarang, namun perlu hati-hati).
  • penderita asama (tidak mutlak dilarang, namun perlu hati-hati).

( ! ) Aspirin tidak diberikan saat serangan stroke, karena tidak semua stroke disebabkan oleh gumpalan darah (agregasi trombosit). Jika tidak tepat indikasi, maka pada beberapa kasus, aspirin bisa membuat stroke semakin parah.

Dosis Aspirin dan Cara Penggunaan

Aspirin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis sebagai berikut:

  • Tablet: aspirin 80 mg, aspirin 320 mg, dan aspirin 500 mg.
tablet aspirin berwarna putih

tablet aspirin berwarna putih

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang sesuai dengan anjuran dokter Anda. Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dosis untuk mengatasi nyeri dan demam: 320 mg sampai 500 mg yang diberikan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari
  • Dosis untuk radang tulang dan sendi: 1000 mg yang diberikan sebanyak 3 kali sehari
  • Stroke iskemik dan TIA:  50-325 mg sekali sehari.
  • Diduga serangan jantung (MI akut ): Dosis awal: 160 mg. Dosis pemeliharaan: 160 mg / hari dilanjutkan selama 30 hari pasca MI.
  • Pencegahan serangan jantung (MI) berulang, angina pektoris tidak stabil & angina pektoris stabil kronis, pencegahan primer dan sekunder kejadian CV pada pasien dengan DM  75-325 mg sekali sehari.
  • Operasi baypass jantung (CABG) 325 mg setiap hari mulai 6 jam pasca op. Lanjutkan terapi selama 1 tahun post-op.
  • Angioplasti koroner:  Dosis awal 325 mg diberikan 2 jam pre-op. Dosis pemeliharaan: 160-325 mg setiap hari.
  • Endarterektomi karotis:  80 mg sekali sehari-650 mg.
  • Pencegahan komplikasi kehamilan:  80 mg setiap hari dari usia kehamilan 13 minggu hingga 26 minggu.

Dosis aspirin untuk anak – anak yaitu :

  • Bagi penderita penyakit Kawasaki dosis yang dianjurkan adalah 20 -25 mg/Kg berat badan yang diberikan sebanyak 4 kali sehari selama 14 hari (pada saat demam) dan 3 -6 mg/Kg berat badan yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (sebagai rumatan)
  • Dosis obat yang merupakan ambang batas terjadinya keracunan adalah 200 mg/Kg berat badan.

Aturan pakai dan cara minum

  • Gunakanlah obat ini setelah makan untuk meminimalisir efek samping pada lambung.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Aspirin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Aspirin

Seperti halnya obat-obatan lain, Aspirin juga berpotensi menyebabkan efek samping.

Efek samping yang paling umum dari aspirin adalah:

  • iritasi pada lambung atau usus
  • gangguan pencernaan
  • mual

Efek samping berikut mungkin terjadi, tapi kurang umum:

  • memperburuk gejala asma
  • muntah
  • peradangan pada lambung
  • pendarahan lambung
  • memar

Hindari penggunaan pada anak-anak untuk menobati infeksi virus, dengan atau tanpa demam, karena risiko sindrom Reye yang berakibat fatal.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Aspirin ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Aspirin dapat menyebabkan kantuk dan pusing, efek ini akan diperburuk dengan konsumsi alkohol. Oleh sebab itu hindari alkohol dan jangan mengemudi selama menggunakan obat ini.
  • Harap lebih berhati-hati pada penggunaan untuk pasien lanjut usia karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini.
  • Beberapa bahan herbal yang memiliki sifat menghambat COX-2 sebaiknya tidak digunakan bersama-sama karena dapat meningkatkan risiko erosi lambung. Suplemen tersebut diantaranya ekstrak bawang putih, kurkumin, bilberry, kulit kayu pinus, resveratrol, ginkgo, minyak ikan, genistein, quercetin, resorsinol, dan lain-lain.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien gangguan fungsi ginjal kronis, obat ini dapat memperberat kerja ginjal.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Aspirin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Pada ibu hamil: Hindari penggunaan selama trimester ketiga karena dapat menyebabkan penutupan duktus arteriosus dini. Jika digunakan pada trimester pertama dan kedua, sebaiknya digunakan pada dosis terendah untuk durasi sesingkat mungkin.
  • Pada ibu menyusui: Obat ini ikut dikeluarkan bersama ASI dalam jumlah kecil. aspirin dosis rendah (75 sampai 162 mg / hari) dianggap oleh banyak ahli aman untuk ibu menyusui.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Aspirin untuk ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

Terkadang, satu penggunaan obat bisa membuat obat lain kurang efektif, atau kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko pada tubuh. Ini disebut interaksi obat.

Obat yang paling umum berinteraksi dengan Aspirin (aspirin) adalah:

  • Obat penghilang rasa sakit antiinflamasi, seperti diklofenak, ibuprofen, indometasin, dan naproxen. Ini bisa meningkatkan risiko perdarahan lambung jika dikonsumsi bersamaan dengan aspirin.
  • Metotreksat, digunakan dalam pengobatan kanker dan beberapa penyakit autoimun. Aspirin dapat mempersulit tubuh untuk menghilangkan metotreksat, sehingga menghasilkan kadar metotreksat yang tinggi dan berpotensi berbahaya.
  • Antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) , seperti citalopram, fluoxetine, paroxetine, venlafaxine, dan sertraline. Dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Warfarin, obat antikoagulan, atau pengencer darah. Jika aspirin dikonsumsi dengan warfarin, maka dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Ini bukanlah daftar lengkap obat-obat yang dapat berinteraksi dengan Aspirin. Oleh sebab itu selalu konsultasikan dengan dokter ketika Anda menggunakan obat lainnya.