Atorvastatin adalah obat golongan statin yang biasa diresepkan dokter untuk menurunkan kolesterol dan lemak jahat (seperti LDL dan trigliserida). Kegunaan lain obat ini termasuk untuk meningkatkan kolesterol baik, mencegah stroke, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Obat atorvastatin akan lebih efektif menurunkan kolesterol apabila disertai dengan gaya hidup sehat seperti makan makanan yang sehat, berolahraga, berat badan yang ideal, berhenti merokok, dan minuman beralkohol.

Simak juga:

Mengenal Obat Atorvastatin

Atorvastatin, inhibitor HMG-CoA reduktase yang selektif dan kompetitif, digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), apoB, dan trigliserida (TG), sekaligus meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). LDL-C tinggi, HDL-C rendah dan konsentrasi TG yang tinggi dalam plasma dikaitkan dengan peningkatan risiko aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.

Contoh kemasan Atorvastatin 20 mg tablet

Rasio kadar kolesterol total terhadap HDL-C adalah prediktor kuat penyakit arteri koroner. Semakin tinggi nilai rasionya, maka semakin tinggi pula risiko penyakit tersebut. Sedangkan kadar HDL-C yang tinggi dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang lebih rendah.

Dengan menurunkan LDL-C dan TG dan meningkatkan HDL-C, atorvastatin mengurangi risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Atorvastatin memiliki struktur unik, paruh waktu yang panjang, dan selektif pada hati. Hal ini menujukkan bahwa obat ini berpotensi lebih ampuh dalam menurunkan LDL dibandingkan inhibitor HMG-CoA reduktase lainnya.

Bagaimana mekanisme kerja atorvastatin?

Atorvastatin secara selektif dan kompetitif menghambat enzim HMG-CoA redukctase di dalam hati. Karena HMG-CoA reductase bertanggung jawab untuk mengubah HMG-CoA menjadi mevalonate dalam jalur biosintesis kolesterol, maka cara kerja ini menghasilkan penurunan kadar kolesterol hepatik berikutnya. Kadar kolesterol hati yang menurun menstimulasi reseptor LDL-C hepatik agar lebih banyak menyerap LDL-C dan mengurangi konsentrasi LDL-C dai dalam darah.

Dengan demikian, Atorvastatin dapat diandalkan untuk menurunkan kadar koleterol jahat, meningkatkan kolesterol baik, mencegah stroke, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Kombinasi yang tepat dengan pola hidup sehat dapat membuat obat ini bekerja lebih efektif.

Indikasi dan Kegunaan

Atorvastatin obat apa? Berdasarkan uraian mekanisme kerjanya tersebut, maka obat ini dapat digunakan untuk:

  • Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
  • Mengatasi Hipertrigliseridemia (trigliserida tinggi).
  • Meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  • Mencegah terjadinya penyakit stroke.
  • Menurunkan risiko terkena penyakit jantung.
  • Membantu mengobati Disbetalipoproteinemia.
  • Sebagai terapi pencegahan penyakit Kardiovaskular.

Kontraindikasi

Perlu Anda ketajui bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, Atorvastatin tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penyakit liver aktif atau peningkatan transaminase yang drastis.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Memiliki riwayat penyakit stroke yang menyebabkan pendarahan di otak.
  • Penderita hipotiroidisme.
  • Penderita gangguan ginjal.
  • Memiliki riwayat gangguan fungsi hati.

Dosis Atorvastatin dan Cara Pemakaian

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, dengan dosis yang tersedia adalah 10 mg, 20 mg, 40 mg, dan 80 mg. Dosis awal yang dianjurkan adalah 10 sampai 20 mg per hari. Adapun dosis obat ini yang sering digunakan untuk pasien dewasa antara lain:

  • Bagi penderita Hipertrigliseridemia, dosis awal yang dianjurkan adalah 10 mg per hari dan dosis tetap (harian) adalah 10 mg sampai 80 mg setiap hari.
  • Bagi penderita Disbetalipoproteinemia, dosis tetap (harian) yang dianjurkan adalah 10 mg sampai 80 mg per hari.
  • Untuk pencegahan penyakit kardiovaskular, dosis tetap (harian) yang dianjurkan adalah 10 mg sampai 80 mg setiap hari.
  • Setelah 2 sampai 4 minggu pemberian dosis awal atau perubahan dosis, dianjurkan untuk cek kadar lemak sehingga dosis dapat disesuaikan kembali.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Atorvastatin ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Obat atorvastatin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Hati-hati pemberian obat ini kepada lansia karena dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati).
  • Selama mengonsumsi obat ini, disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol.
  • Jangan lanjutkan pengobatan bagi pasien yang mengalami kondisi medis akut atau baru saja menjalani operasi.
  • Sebaiknya tidak digunakan oleh penderita miopati dan gagal ginjal karena dapat meningkatkan risiko hancurnya otot lurik dalam tubuh (Rhabdomyolysis).
  • Hati-hati penggunaan pada pada pasien dengan gangguan gangguan fungsi hati atau riwayat mengalami penyakit stroke.
  • Sebelum menggunakan Atorvastatin, sebaiknya terlebih dahulu mengatasi penyebab hiperlipidemia sekunder.
  • Konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat-obatan lain, seperti fibrat, niasin, siklosporin, makrolide, telaprevir, boceprevir, kombinasi dengan inhibitor protease HIV (seperti saquinavir dengan ritonavir, lopinavir dengan ritonavir, tipranavir dengan ritonavir, darunavir dengan ritonavir, fosamprenavir, dan penggunaan antijamur golongan azole.

Jadilah pasien yang bijak dengan membaca petunjuk penggunaan pada kemasan obat dan ikuti saran dokter terkait dosis yang digunakan. Usahakan untuk melakukan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan rendah kolesterol dan lemak, olahraga, berhenti merokok, kurangi mengonsumsi alkohol, dan membatasi penggunaan garam dalam makanan.

Jangan sekali-kali menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter. Walaupun kondisi Anda sudah membaik, disarankan untuk menyelesaikan dosis yang telah diberikan oleh dokter.

Jika Anda lupa untuk mengonsumsi obat ini, maka disarankan untuk segera mengonsumsinya ketika ingat dan pastikan jadwal minumnya tidak berdekatan dengan jadwal selanjutnya. Jangan menggandakan dosis yang terlewat pada jadwal berikutnya.