Atropin obat apa?

Atropin adalah obat untuk mengatasi beberapa jenis keracunan, detak jantung lemah, serta meringankan kejang otot saluran pencernaan, empedu dan saluran kemih. Dalam proses operasi, atropin juga digunakan untuk mengurangi sekresi tubuh seperti mengurangi keluarnya air liur saat operasi.

Atropin bersifat antikolinergik yang berarti dapat mengurangi stimulasi saraf parasimpatik dengan cara menghalangi kerja asetilkolin. Asetilkolin merupakan neurotransmitter yang membantu memindahkan impuls listrik di antara sel-sel saraf. Ketika asetilkolin dihalangi, maka sekresi kelenjar ludah, getah lambung, air mata, dan sekresi lendir lainnya akan berkurang.

Atropin secara alami dapat ditemui dalam tumbuhan atropa belladonna. Atropin umumnya diberikan dalam bentuk injeksi ke otot, injeksi intravena, obat minum dan juga obat tetes mata.

Ikhtisar Obat Atropin

Jenis obatAntikolinergik, Antimuskarinik
KategoriObat resep
Kegunaan
  • Mengatasi keracunan fosfor organik
  • Mengurangi sekresi kelenjar pada tubuh
  • Mengatasi kejang otot halus pada pencernaan, saluran empedu dan saluran urin
  • Mengatasi detak jantung lemah
KonsumenDewasa dan anak-anak
SediaanInjeksi, tablet, obat tetes mata
MerekAtropin Sulfat, Atropin
atropin

contoh sediaan atropin

Mekanisme Kerja

Secara umum, atropin menghambat aktivitas kelenjar yang diatur oleh sistem saraf parasimpatis. Hal ini terjadi karena atropin adalah antagonis reversibel yang kompetitif dari reseptor asetilkolin muskarinik. Asetilkolin adalah neurotransmiter utama yang digunakan oleh sistem saraf parasimpatis).

Atropin adalah antagonis kompetitif dari tipe reseptor asetilkolin muskarinik M1, M2, M3, M4 dan M5. Itulah mengapa oabat ini diklasifikasikan sebagai obat antikolinergik (parasimpikolitik).

Pada jantung, ia bekerja sebagai antagonis asetilkolinergik muskarinik nonselektif, meningkatkan kerja nodus sinoatrium (SA) dan konduksi melalui nodus atrioventrikular (AV) jantung, menentang kerja saraf vagus, memblokir reseptor asetilkolin, dan mengurangi sekresi bronkus.

Pada mata, atropin menginduksi mydriasis (melebarkan pupil) dengan cara menghalangi kontraksi otot sfingter pupil (kontraksi otot ini distimulasi oleh pelepasan asetilkolin), sehingga memungkinkan otot dilator pupil berkontraksi dan melebarkan pupil.

Indikasi atau Kegunaan Atropin

Atropin digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit berikut ini:

  • Produksi lendir berlebih
  • Produksi air liur berlebih
  • Spasme atau kejang otot saluran gastrointestinal, kandung kemih, dan saluran empedu
  • Radang usus besar
  • Divertikulitis
  • Iritable bowel syndrome (IBS)
  • Produksi asam lambung berlebihan
  • Tukak lambung
  • Kandung kemih spastik
  • Kolik bayi
  • Kolik ginjal dan empedu
  • Penyakit Parkinson
  • Gangguan jantung tertentu khususnya yang menyebabkan detak jantung lemah dan lambat (Bradikardia)
  • Keracunan akibat insektisida organofosfat dan gas syaraf

Kontraindikasi

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan seperti berikut tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat jenis ini, kondisi kesehatan itu diantaranya:

  • Gloukoma.
  • Penyakit pernapasan akut.
  • Sinusitis.
  • Stenosis pilorus.
  • Pembesaran prostat jinak.
  • Gagal jantung.

Dosis Atropin dan Cara Penggunaan

Obat ini biasanya disediakan dalam bentuk dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 600 mikrogram.
  • Injeksi: 1 mg/ 1 mL.
  • Tetes mata: Larutan 1%

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Namun dosis umumnya yang digunakan adalah sebagai berikut:

Bradikardia

  • Dewasa: 500 mcg setiap 3-5 menit. Total penggunaan harian maksimal 3 mg.

Operasi refraksi mata

  • Dewasa: 1 tetes larutan 1%, 1 – 2 kali sehari sebelum prosedur refraksi mata atau 1 tetes sejam sebelum prosedur.
  • Anak-anak: 1-2  tetes larutan 0,5%, 1 – 3 kali sehari sebelum prosedur. Atau gunakan sejam sebelum prosedur dengan dosis yang sama

Penyakit inflamasi mata

  • Dewasa: 1 – 2 tetes larutan 0,5 – 1% sebanyak 4 kali sehari.
  • Anak-anak: 1 – 2 tetes larutan 0,5%, 3 kali sehari.

Divertikulosis, sindrom iritasi usus besar, dispepsia non-ulkus.

  • Dewasa: 0,6 – 1,2 mg

Untuk menyeimbangkan dalam proses anastesi.

  • Dewasa: 300-600 mcg secara inter muscular (IM) 30 sampai 60 menit sebelum anastesi diberikan. Alternatif lainnya dengan 300-600 mcg intra vena (IV) sebelum anastesi diberikan.
  • Anak-anak (diberikan secara IM 30 sampai 60 menit sebelum anastesi.
    • >20 kg: 300-600 mcg.
    • 7-9 kg: 200 mcg.
    • >3 kg: 100 mcg.

Keracunan organofosfat

  • Dewasa: 2 mg secara IV atau IM setiap 10 sampai 30 menit hingga efek racun muskariniknya menghilang. Dalam beberapa kasus dosis ini diberikan setiap 5 menit. Untuk keracunan sedang dan berat pemberian obat hingga dua hari hingga gejala keracunannya menghilang.
  • Anak-anak: 20 mcg/kg diberikan setiap 5-10 menit sekali.

Kercunan atau overdosis susbstansi yang memiliki efek muskarinik.

  • Dewasa: 0,6-1 mg dengan IV/IM, diulangi setiap 2 jam.

Petunjuk Penggunaan:

  • Sediaan oral obat ini dapat digunakan setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan setiap dua atau satu jam sekali. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sudah ditentukan setiap harinya.
  • Tidak boleh menggandakan dosis atropin pada jadwal penggunaan selanjutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat karena dapat mengakibatkan overdosis.

Efek Samping Atropin

Atropin umumnya ditoleransi dengan baik jika digunakan dengan dosis yang tepat sesuai petunjuk dokter. Namun ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Kering pada mulut dan hidung.
  • Meningkatnya detak jantung.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Pusing.
  • Kantuk.
  • Midriasis.
  • Palpitasi.
  • Takikardia.

Efek Overdosis Atropin

Penggunaan berlebihan atau tidak sesuai anjuran dokter dapat membahayakan. Untuk itu segera hubungi petugas medis terdekat jika mengalami overdosis atropin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal berikut:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi atropin atau alergi obat lain sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Sampaikan juga pada dokter Anda jika Anda mengalami masalah pada organ hati, jantung atau ginjal.
  • Jika sedang mengonsumsi obat atau vitamin tertentu sampaikan ke dokter Anda untuk menghindari kemungkinan interaksi dengan obat.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat atropin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Atropin tablet masuk dalam kategori C untuk penggunaan pada ibu hamil, hal ini berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini pada ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan sebaiknya tidak diberikan. Namun jika sangat diperlukan, sebaiknya dengan pengawasan dokter.
  • Penelusuran kandungan atropin pada ASI ibu menyusui menunjukkan adanya kandungan atropin dalam jumlah kecil. Namun efek samping nya secara klinis belum diketahui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan atropin, diantaranya:

  • Obat anti aritmia seperti procainamide.
  • Agen antikolinergik.
  • Antihistamin.
  • Obat-obatan antipsikotik seperti lurasidone dan pilperidon.
  • Benzodiazepine seperti diazepam.
  • Methylpenidate.
  • Obat antidepresan trisiklik.
  • Nitrofurantoin.