Bacitracin obat apa?

Bacitracin adalah obat yang digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pada kulit akibat luka kecil seperti luka iris, luka gores, luka bakar ringan. Karena kemampuannya menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri, bacitracin juga digolongkan sebagai antibiotik. Namun obat ini dikhususkan untuk penggunaan topikal tidak seperti antiobiotik umumnya.

Meskipun digunakan untuk luka, penggunaannya pada luka serius dan besar pada kulit tidak direkomendasikan. Selain itu penggunaan secara terus menerus dapat menurunkan keefektifan obat ini.

Ikhtisar Obat Bacitracin

Jenis obatAntibiotik
KategoriObat resep
KegunaanMencegah infeksi bakteri pada luka ringan
KonsumenDewasa dan anak-anak
SediaanSalep, Krim, gel atau suntik
MerekNabacetin salep, enbatic salep, liposin, tigalin, neocitrin, NB topical
Bacitracin

Contoh kemasan bacitracin salep

Mekanisme Kerja

Cara kerja bacitracin tidak jauh berbeda pada antibotik umumnya, yaitu menghancurkan selaput peptidoglikan pada bakteri yang menyebabkan lisisnya dinding sel bakteri. Antibiotik ini dihasilkan oleh organisme dari jenis Licheniformis bacillus sub tilis var tracy dalam bentuk campuran polipeptida siklik.

Sebagai polipeptida yang bersifat toksik dan sulit diolah secara kimia membuat bacitracin tidak bekerja secara baik jika digunakan secara oral namun sangat efektif pada penggunaan topikal. Secara in virto beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif dapat diatasi oleh antibiotik ini. Namun diantara penyakit sistemik hanya infeksi staphilococus saja yang direkomendasikan.

Indikasi atau Kegunaan Bacitracin

Bacitracin umumnya digunakan untuk mengatasi beberapa jenis infeksi berikut:

  • Infeksi Sthapiloccocal yang terjadi pada kulit dan hidung.
  • Infeksi optalmik (yang berhubungan dengan mata).
  • Infeksi kulit lokal biasa.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, mereka yang diketahui memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan bacitracin atau antibiotik jenis lainnya.

Dosis Bacitracin dan Cara Penggunaan

Bacitracin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Krim : 1% pada 28 gr salep oles.
  • Suntik : 5000 per vial.

Dosis paling baik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda. Adapun dosis bacitracin yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Infeksi staphilococus
    • Anak-anak:
      • <2,5 kg: 900 U/ kg  perhari dibagi dalam 2 atau 3 dosis.
      • >2,5 kg: 1.000 U/kg perhari dibagi dalam 2 atau 3 dosis.
  • Infeksi Optalmik
    • Dewasa: Oleskan salep tipis-tipis pada bagian yang terkena infeksi 1 – 3 kali sehari.
    • Anak-anak: Sama dengan dosis dewasa.
  • Infeksi akibat luka ringan
    • Dewasa: Oleskan tipis pada area yang terinfeksi 1 – 3 kali sehari.
    • Anak-anak: Sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai bacitracin:

  • Untuk penggunaan topikal bersihkan tangan dan area yang akan diberikan obat salep bacitracin.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakan perban steril untuk menutupi luka yang sudah diolesi salep.
  • Hindari mengenai mata, mulut atau hidung
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih.
  • Untuk penggunaan suntik pada bayi yang menderita infeksi staphilococal pneumonia. Karena bacitracin dapat menyebabkan gagal ginjal pada penggunaan secara suntik, sebaiknya selalu dengan pengawasan dokter dan dalam fasilitas lab kesehatan yang memadai untuk menghindari kemungkinan gagal ginjal.
  • Hentikan penggunaan jika dalam beberapa hari tidak terjadi perubahan, luka bertambah parah atau timbul reaksi alergi seperti ruam disekitar kulit yang luka.

Efek Samping Bacitracin

Pada penggunaan yang tepat umumnya bacitracin dapat ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, meskipun jarang terjadi, antara lain sebagai berikut:

  • Ruam, gatal dan terasa sakit pada kulit sekitar luka.
  • Jarang terjadi, gatal atau pembengkakan pada bibir, mulut, atau hidung akibat reaksi alergi, segera hentikan penggunaan jika terjadi.
  • Mual atau muntah.

Efek Overdosis Bacitracin

Penggunan berlebihan dalam jumlah banyak atau ketika tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan efek overdosis seperti sesak nafas. Jika terjadi segara hubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Gunakan salep hanya untuk bagian luar saja.
  • Jangan gunakan pada area kulit yang luas.
  • Jangan gunakan lebih dari 7 hari dan hentikan jika muncul reaksi alergi.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat bacitracin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Penggunaan bacitracin pada ibu hamil hanya jika sangat diperlukan saja dan harus dengan pengawasan dokter. Karena obat ini masuk dalam kategori C menurut FDA, yang berarti studi kandungan pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
  • Meskipun belum diketahui apakah bacitracin masuk kedalam saluran ASI, penggunaannya pada ibu menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bacitracin

  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika digunakan bersamaan dengan obat jenis nefrotik seperti colistin, kanamycin, neomycin, polymyxin dan streptomycin.
  • Dapat meningkatkan aktivitas neuromuscular blocking agen dan anastesi.