Betahistine Obat Apa?

Betahistine adalah obat untuk mengatasi gejala penyakit meniere berupa vertigo atau pusing, telinga berdenging (tinnitus), dan pendengaran menurun. Obat ini bekerja dengan cara mempengaruhi reseptor histamin di telinga bagian dalam, yakni sebagai antagonis reseptor histamin H3 sekaligus agonis reseptor histamin H1.

Sebagai hasilnya, pembuluh darah pada telinga bagian dalam akan melebar sehingga meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan yang terjadi pada telinga, dan pada akhirnya akan meredakan gejala-gejala penyakit meniere tersebut.

Ikhtisar Obat Betahistine

Jenis obatAgonis H1, Antagonis H3
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi gejala vertigo, pusing dan masalah keseimbangan akibat penyakit meniere.
KonsumenDewasa, remaja > 18 tahun.
SediaanTablet Betahistine Mesylate 6 mg, 12 mg dan 18 mg.
MerekBetaserc, Merislon, Histigo, Mertigo, Vastigo, betaver, dervon, kurtigo, lexigo, verstigo.
obat betahistine mesylate

Gambar sediaan Betahistine 6 mg tablet

Mekanisme Kerja

Cara kerja utama dari Betahistine adalah sebagai agonis reseptor histamin H1 yang merangsang reseptor H1 di telinga bagian dalam, akibatnya akan terjadi efek vasodilatasi (rileksasi pembuluh) dan meningkatkan permeabilitas pada pembuluh darah yang berakibat pada berkurangnya tekanan endolimfatik. Betahistin juga diyakini mengurangi fungsi asimetris organ vestibular sensorik serta meningkatkan aliran darah pada vestibulokoklear. Hal inilah yang membantu mengurangi gejala vertigo dan gangguan keseimbangan.

Betahistin juga bertindak sebagai antagonis reseptor histamin H3 yang menyebabkan peningkatan output histamin dari ujung saraf histaminergik yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas agonist H1. Selanjutnya, antagonis reseptor H3 meningkatkan kadar neurotransmiter seperti serotonin di batang otak, yang akan menghambat aktivitas inti vestibular. Hal inilah yang membantu mengembalikan keseimbangan dan penurunan gejala vertigo.

Indikasi atau Kegunaan Betahistine

Betahistine digunakan untuk meringankan gejala vertigo dan pusing, tinnitus (munculnya denging di telinga), kehilangan pendengaran atau kesulitan mendengar dan gejala lain penyakit meniere yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam. Juga digunakan untuk mengobati masalah keseimbangan akibat masalah pada telinga bagian dalam (Vertigo perifer).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi berikut ini tidak boleh menggunakannya:

  • Alergi terhadap betahistine dan kandungan lain dalam obat ini.
  • Mengidap feokromositoma (tumor langka pada kelenjar adrenal).
  • Hati-hati menggunakannya pada penderita penyakit asma bronkial dan ulkus peptik.

Dosis Betahistine dan Cara Penggunaan

Obat ini umumnya tersedia dalam dua bentuk, yaitu betahistine dihydrochloride dan betahistine mesylate.

  • Betahistine dihydrochloride tablet memiliki kekuatan dosis 8 mg, 16 mg dan 24 mg
  • Betahistine mesylate tablet memiliki kekuatan dosis 6 mg, 12 mg dan 18 mg

Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dari dokter anda, adapun dosis lazim penggunaannya adalah sebagai berikut:

Pengobatan Penyakit Meniere

Dosis lazim dewasa:

  • Betahistine HCl
    • Dosis awal: 8-16 mg tiga kali sehari.
    • Dosis pemeliharaan: 24-48 mg per hari. Disesuaikan dengan penerimaan dan respon obat pada pasien.
  • Betahistine Mesylate
    • Dosis lazim:  6-12 mg tiga kali sehari.

Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak dan remaja dibawah 18 tahun.

Cara minum obat betahistine:

  • Dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini bersamaan dengan makanan atau setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis betahistin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Betahistine

Betahistine umumnya tidak memiliki efek samping serius. Namun, beberapa efek samping perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Sakit kepala.
  • Gatal dan ruam pada kulit.
  • Masalah pencernaan, sakit perut dan kembung (Konsumsi betahistine bersamaan dengan makanan dapat mengurangi efek samping ini)

Jika terjadi reaksi alergi seperti berikut, segera hubungi dokter.

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah dan leher.
  • Kesulitan bernapas.
  • Ruam dan gatal parah pada kulit.

Efek Overdosis Betahistine

Mengonsumsi terlalu banyak obat ini dapat menyebabkan rasa sakit, kantuk yang parah, nyeri perut, masalah pada paru-paru dan jantung. Jika hal ini terjadi segera bawa penderita ke rumah sakit dan bawa serta botol atau kemasan obat yang dikonsumsi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Selalu gunakan obat ini dengan resep dokter dan ceritakan obat apa saja yang sedang Anda konsumsi kepada dokter.
  • Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu.
  • Sebelum mengonsumsi obat ini sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami ulkus lambung, asma, intoleran terhadap jenis gula tertentu, sedang hamil atau memiliki rencana untuk hamil dalam waktu dekat atau sedang menyusui.
  • Saat akan melakukan operasi atau sampaikan pada dokter bahwa Anda mengonsumsi obat ini.
  • Untuk meminimalisir efek samping obat ini terhadap saluran pencernaan, konsumsilah bersamaan dengan makanan.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah betahistin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Betahistine merupakan obat kategori B untuk kehamilan yang berarti studi terhadap obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Penggunaannya pada ibu hamil harus dengan pengawasan dan harus dipastikan kegunaannya lebih besar dari pada efek samping yang mungkin muncul.
  • Belum diketahui apakah betahistine dapat masuk kedalam ASI, namun penggunaanya pada ibu menyusui harus dengan pengawasan dokter dan jika benar-benar diperlukan saja.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan betahistine diantaranya:

  • Obat jenis antihistamin akan bereaksi dengan betahistin yang merupakan jenis obat histamin analogue. Betahistin akan mengurangi efek bronkodilator dari antihistamin.
  • Obat jenis MOAI (monoamine oxidase inhibitor) penghambat monoamine oksidase yang merupakan salah satu jenis obat antidepresan. Betahistin dapat mengurangi keefektifan MOAI.

Penggunaan bersamaan dengan obat ini akan meningkatkan risiko efek sampingnya atau mengurangi keefektifannya sehingga perlu dilakukan penyesuaian dosis.