Bimaflox obat apa?

Bimoflox adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap ciprofloxacin. Obat ini memiliki kemampuan membasmi bakteri dari beragam jenis baik gram positif maupun negatif.

Spektrum antibakteri yang luas dari Bimoflax dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa infeksi seperti pada saluran kemih, infeksi kulit, infeksi tulang dan sendi, infeksi pada saluran pencernaan, infeksi pada saluran pernapasan bawah, demam tifus serta beberapa infeksi bakteri lainnya. Ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis, efek samping dan keamanan obat ini jika dikonsumsi oleh ibu hamil pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Bimaflox

Jenis obatAntibiotik kuinolon
KandunganCiprofloxacin
KegunaanMengobati infeksi bakteri seperti pada:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi pada sendi
  • Infeksi saluran pernapasan bawah
  • infeksi saluran pencernaan
  • Demam tifus
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanBimaflox 500
bimaflox 500 ciprofloxacin

Bimaflox 500 ciprofloxacin

Mekanisme Kerja

Cara Bimaflox dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa ciprofloxacin. Senyawa antibiotik jenis fluoroquinolone generasi kedua ini merupakan anti infeksi yang memiliki spektrum luas baik pada bakteri gram positif maupun gram negatif.

Mekanisme kerja antibotik tipe kuinolon, termasuk juga ciprofloxacin sangat berbeda dengan antibakteri lainnya dari jenis betalaktam, makrolide, tetrasiklin dan aminoglikosida. Dengan begitu antibiotik jenis ini dapat dijadikan alternatif jika terjadi resistensi pada jenis antibotik tadi.

Ciporfloxacin bekerja dengan cara menghambat enzim topoisomerase II dan IV yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mereplikasi DNAnya. Sehingga bakteri akan kesulitan bereplikasi dan akhirnya mati.

Indikasi atau Kegunaan

Bimaflox dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi pada kulit dan jaringan yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, Enterobacter cloacae, Providencia stuartii, Klebsiella pneumoniae, Morganella morganii, Proteus mirabilis, Citrobacter freundii, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Streptococcus pyogenes.
  • Infeksi pada persendian yang disebabkan oleh bakteri Serratia marcescens, Enterobacter cloacae, atau Pseudomonas aeruginosa.
  • Komplikasi infeksi pada intra abdominal yang disebabkan bakteri Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, atau Bacteroides fragilis.
  • Diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli, Shigella boydii, Campylobacter jejuni,  Shigella dysenteriae, Shigella flexneri atau Shigella sonnei.
  • Demam tifus yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Ketahui lebih lanjut tentang tifus disini: Demam tifus.
  • Gonore serviks maupun uretra yang tidak komplikasi.
  • Penyakit plague atau pes bubo yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
  • Prostatitis kronis yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau Proteus mirabilis.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter cloacae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa, Haemophilus influenzae, Haemophilus parainfluenzae, atau Streptococcus pneumoniae.
  • Infeksi saluran kemih Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter cloacae, Serratia marcescens, Proteus mirabilis.
  • Sinusitis akut yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae,Streptococcus pneumoniae, atau Moraxella catarrhalis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap ciprofloxacin atau jenis antibiotik kuinolon lainnya.
  • Sedang dalam terapi menggunakan obat tizanidine.

Dosis Bimaflox dan Cara Penggunaan

Bimaflox tersedia dalam bentuk kaplet salut selaput dengan kekuatan dosis per kaplet 500 mg ciprofloxacin.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Dewasa

InfeksiDosisFrekuensiDurasi 
Kulit dan jaringan500–750 mg2 kali sehari7 – 14 hari
Tulang dan sendi500–750 mg2 kali sehari4 – 8 minggu
Komplikasi pada intra abdominal500 mg2 kali sehari7 – 14 hari
Diare akibat infeksi500 mg2 kali sehari5 – 7 hari
Demam tifus500 mg2 kali sehari10 hari
Gonore yang tidak komplikasi250 mgsekali4 – 8 minggu
Infeksi anthrax (setelah terpapar)500 mg2 kali sehari60 hari
Plague atau pes bubo500–750 mg2 kali sehari14 hari
Prostatitis kronis akibat bakteri500 mg2 kali sehari28 hari
Infeksi saluran pernapasan bawah500–750 mg2 kali sehari7 – 14 hari
Infeksi saluran kemih250–500 mg2 kali sehari7 – 14 hari
Sistitis akut yang komplikasi250 mg2 kali sehari3 hari
Sinusitis akut500 mg2 kali sehari10 hari

Dosis untuk anak-anak

InfeksiDosisFrekuensiDurasi
Infeksi saluran kemih atau pyelonephritis (pasien umur 1 – 17 tahun)10 mg/kg – 20 mg/kg, (maksimal 750 mg per dosis, jangan dilebihkan bahkan jika pasien beratnya lebih dari 51 kg)2 kali sehari10 – 21 hari
Terinfeksi Anthrax (pasca terpapar)15 mg/kg, maksimal 500 mg per dosis2 kali sehari60 hari
Plague atau pes bubo15 mg/kg, maksimal 500 mg per dosis2 – 3 kali sehari10 – 21 hari

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan konsumsi cukup air setelahnya.
  • Minumlah bersamaan dengan makanan jika muncul gejala tidak nyaman pada pencernaan.
  • Hindari konsumsi obat ini bersaman dengan antasid, obat mengandung Fe (besi) dan produk susu.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Seperti juga antibiotik lainnya, penggunaan obat ini harus hingga resepnya habis meskipun kondisinya sudah membaik.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Bimaflox pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Bimaflox

Bimaflox umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Efek samping yang umum terjadi seperti mual, mutah, diare, ruam kulit, penurunan fungsi hati.
  • Seperti antibotik kuinolon lainnya obat ini meningkatkan risiko kejang.
  • Berpengaruh terhadap sistem saraf pusat yang terkadang menyebabkan pusing, sakit kepala dan insomnia.
  • Beberapa efek samping yang jarang terjadi seperti halusinasi, paranoia, tremor dan psikosis.
  • Hentikan penggunaan jika muncul ciri-ciri penyakit kuning seperti kuku, urin dan mata menguning.
  • Efek samping yang berpotensi fatal seperti hipersensitif, keracunan hati berat, diare parah yang berhubungan dengan bakteri C. difficile.

Efek Overdosis Bimaflox

Penggunaan dosis tinggi tanpa arahan dokter atau tidak sengaja mengonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan efek overdosis seperti pusing parah, diare parah, halusinasi, kejang dan nyeri abdominal parah. Segera hubungi unit kesehatan terdekat agar mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap bahan aktif obat ini atau jenis antibotik kuinolon lainnya.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita epilepsi karena akan meningkatkan risiko kejang.
  • Berikan perhatian pada penderita penurunan fungsi hati dan ginjal saat menggunakan obat ini, selalu gunakan dosis yang telah disesuaikan dengan kondisi ginjal atau hatinya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Bimaflox untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bimaflox dengan kandungan ciprofloxacin nya digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil. Hal ini berarti studi kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari atau hanya jika sangat dibutuhkan saja.
  • Ciprofloxacin diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui meskipun jumlahnya kecil. Namun untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi pada bayi sebaiknya penggunaannya dihindari kecuali untuk kondisi yang genting seperti pada infeksi antraks.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Bimaflox, diantaranya:

  • Obat ini dapat meningkatkan toksisitas dari methotrexat jika digunakan secara bersamaan.
  • Konsumsi bersamaan dengan antasid atau yang mengandung Fe, Al, Zn, Mg, Ca, dapat menurunkan daya serap tubuh terhadap antibiotik ini.
  • Meningkatkan efek obat antikoagulan oral seperti warfarin dan glibenclamide.