Biothicol obat apa?

Biothicol adalah obat yang mengandung thiamphenicol yang merupakan antibiotik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang sensitif. Dokter umumnya meresepkan obat ini untuk mengobati penyakit tipes (demam tifoid), infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna, dan lain-lain.

Biothicol termasuk obat keras sehingga membutuhkan resep dokter untuk mendapatkannya. Sebelum mengonsumsi obat ini, maka sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kegunaan, kontraindikasi, dosis, dan efek sampingnya.

Ikhtisar Obat Biothicol

Jenis obatAntibiotik
KandunganThiamphenicol
KegunaanMengobati penyakit infeksi tipes, ISK, infeksi pencernaan, dll.
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
Sediaan
  • Kapsul: Biothicol 250 mg, 500 mg
  • Sirop Kering: 125 mg/5ml, 250 mg/5ml (forte)
biothicol

biothicol 250 dan 500 mg kapsul

Mekanisme Kerja

Thiamphenicol merupakan metil – sulfonil analog dari kloramfenikol dan memiliki aktivitas spektrum yang sama, tetapi 2,5-5 kali lebih kuat. Obat ini tidak larut dalam air, tetapi sangat larut dalam lemak.

Thiamphenicol digunakan di banyak negara sebagai antibiotik untuk hewan, tetapi tersedia di Cina, Maroko, Italia, dan Indonesia untuk digunakan pada manusia. Keuntungan utama dibanding kloramfenikol adalah bahwa thiamphenicol tidak pernah dikaitkan dengan anemia aplastik.

Cara kerja antibiotik ini adalah dengan jalan menghambat sintesa dinding sel bakteri. Thiamphenicol mempunyai aktivitas bakteriostatik yang luas baik terhadap organisme gram positif maupun gram negatif.

Indikasi atau Kegunaan Biothicol

Bakteri-bakteri yang sensitif terhadap Biothicol antara lain:

  • Salmonella sp. yang menyebabkan penyakit tipes atau demam tifoid
  • H. influenzae , infeksi khusus meningeal yang menyebabkan meningitis.
  • Bakteri gram negatif yang menyebabkan bakteremia.
  • Rickettsia.
  • Limfogranuloma-psittacosis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap thiamphenicol dan komponen lain dalam obat.
  • Pasien dengan gangguan hati yang berat dan gangguan ginjal.
  • Antibiotik ini tidak boleh digunakan untuk mencegah infeksi bakteri dan mengobati infeksi ringan, infeksi laring dan influenza yang disebabkan oeh virus.

Dosis Biothicol dan Aturan Pakai

Biothicol syrup

Kemasan Biothicol sirop kering

Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 250-500 mg, diminum sebanyak 3 sampai 4 kali sehari.
  • Anak-anak: Dosis harian 50 mg / kgBB terbagi dalam 3 sampai 4 kali sehari.
  • bayi prematur: Dosis harian sebanyak 25 mg / kgBB terbagi dalam 4 dosis (4 kali sehari).
  • bayi baru lahir kurang dari 2 minggu: Dosis harian sebanyak 25 mg / kgBB dibagi dalam 4 dosis.

Dosis untuk Penyakit menular seksual

  • Dewasa: 1,5 g sehari dalam dosis terbagi, sampai 3 g / hari pada awal pengobatan untuk infeksi berat.
  • Anak: 30-100 mg / kg / hari.

Dosis Biothicol untuk Gonore (kencing nanah)

  • Dewasa: 2,5 g / hari selama 1-2 hari. Sebagai alternatif, 2,5 g pada hari pertama diikuti 2 g / hari pada masing-masing 4 hari berikutnya.

Aturan pakai:

  • Gunakanlah obat ini sebelum atau setelah makan  dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis biothicol  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Biothicol

Seperti halnya obat-obatan lain, Biothicol juga berpotensi menyebabkan efek samping, antara lain:

  • Diskrasia darah, misalnya anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan granulositopenia.
  • Reaksi gastrointestinal, misalnya mual, muntah, glositis, stomatitis dan diare.
  • Reaksi hipersensitivitas, misalnya demam, ruam, angioedema dan urtikaria.
  • efek samping lainnya, misalnya sakit kepala, depresi mental, optik neuritis dan sindrom Gray.

 

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Obat Biothicol harus digunakan hanya untuk infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dikenal.
  • Pada penggunaan thiampheicol dalam waktu yang lama harus diikuti dengan pemeriksaan darah berkala.
  • Pada pasien dengan gangguan ginjal mungkin memerlukan penyesuaian dosis.
  • Lama pengobatan tidak boleh melebihi batas waktu yang ditetapkan oleh dokter.
  • Thiamphenicol harus digunakan dengan hati-hati pada bayi baru lahir (kurang dari 2 minggu) dan bayi prematur untuk menghindari sindrom Gray.
  • Penggunaan Thiamphenicol untuk waktu yang lama dapat mengakibatkan pertumbuhan mikroorganisme nonsusceptible termasuk jamur dan bakteri.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Biothicol untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Thiamphenicol harus digunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan menyusui karena obat ini mudah melewati plasenta dan diekskresikan dalam ASI.
  • Pada kehamilan, obat Biothicol masuk dalam kategori C, artinya studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.

Interaksi Obat

Hati-hati jika digunakan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim mikrosomal hati, misalnya dicumarol, fenitoin, tolbutamid, fenobarbital.