Bisacodyl obat apa?

Bisacodyl adalah obat golongan pencahar (laksatif) yang kegunaannya bertujuan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Obat ini tergolong ke dalam kategori obat bebas terbatas, artinya dapat diperoleh di apotek tanpa resep dokter.

Selain untuk mengatasi sembelit, dalam kondisi tertentu bisacodyl juga kerap digunakan untuk mengosongkan isi perut sebelum prosedur operasi atau pemeriksaan medis tertentu seperti endoscopy, x-ray dan lainnya.

Ikhtisar Obat Bisacodyl

Jenis obatObat Pencahar (laksatif)
KategoriObat Bebas Terbatas
KegunaanMengatasi sembelit, mengosongkan isi perut sebelum prosedur operasi atau pemeriksaan medis tertentu seperti endoscopy, colonoscopy, x-ray dan beberapa prosedur lainnya yang terkait dengan usus.
KonsumenDewasa dan anak-anak
SediaanTablet dan suppositoria
MerekBicolax Tablet, Bisacodyl, Custodiol Suppositoria, Custodiol Tablet, Dulcolax Suppositoria, Dulcolax Paed Suppositoria, Dulcolax Tablet, Indo Obat Pencahar, Laxacod Tablet, Laxamex Tablet, Laxana Tablet, Prolaxan Tablet, Stolax Suppositoria.
bisacodyl

gambar bisacodyl dalam sediaan suppositoria

Mekanisme Kerja

Bisacodyl termasuk kelompok turunan difenil metan yang merupakan obat pencahar jenis stimulan motilitas usus yang bekerja dengan cara merangsang saraf enterik sehingga menyebabkan kontraksi usus besar serta memiliki efek meningkatkan kadar air dalam feses yang membuatnya lebih lunak.

Ketika diberikan secara oral, setelah 6-8 jam obat ini akan bekerja dan menghasilkan tinja setengah padat. Namun dalam bentuk suppositoria (dimasukkan melalui lubang dubur), bisacodyl dapat bekerja lebih cepat yakni sekitar 15-60 menit untuk mengontraksi usus besar.

Penggunaan bisacodyl dan obat-obat laksatif lainnya tidak boleh diberikan setiap hari dalam waktu yang sama atau dalam jangka panjang. Karena dapat menyebabkan usus menjadi malas berkontraksi (lazy bowel syndromes), ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh serta dapat mengendapkan onset konstipasi balik.

Indikasi atau Kegunaan Bisacodyl

Bisacodyl digunakan untuk mengatasi sembelit dan untuk mengosongkan isi perut sebelum prosedur operasi atau pemeriksaan medis tertentu seperti endoscopy, colonoscopy, x-ray dan beberapa prosedur lainnya yang terkait dengan usus.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Tidak boleh digunakan pada penderita yang diketahui mengalami reaksi hipersensitivitas atau alergi terhadap  bisacodyl.
  • Seseorang dengan dehidrasi berat, intoleransi laktosa atau sukrosa dan yang baru menjalani operasi bedah perut.
  • Penderita perforasi usus, obstruksi usus, obstruksi ileus, apendisitis, inflammatory bowel disease akut, dan nyeri perut hebat disertai muntah.

Dosis Bisacodyl dan Cara Penggunaan

Bisacodyl tersedia dalam bentuk tablet 5 mg dan suppositoria 5 mg dan 10 mg.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis bisacodyl untuk mengatasi sembelit

1. Tablet

  • Dewasa: dosis harian 5-10 mg pada malam hari dan dapat dinaikkan menjadi 15-20 mg jika diperlukan.
  • Anak usia di bawah 10 tahun: dosis harian 1 kali sehari 5 mg.

2. Suppositoria

  • Dewasa: dosis 1 suppositoria (10 mg) sekali sehari.
  • Anak usia di bawah 10 tahun: dosis 1 suppositoria  untuk anak (5 mg) sekali sehari.

Dosis Bisacodyl untuk pengosongan isi perut sebelum operasi atau prosedur medis tertentu

Untuk dosis dewasa yaitu 1 tablet sebelum tidur malam selama dua hari sebelum menjalani operasi atau prosedur medis lainnya dan dapat ditambahkan 1 suppositoria pada satu jam sebelum prosedur dilakukan. Untuk dosis anak, setengah dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini ketika perut kosong dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis bisacodyl pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Bisacodyl

Bisacodyl umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada beberapa efek samping bisacodyl yang mungkin terjadi, antara lain sebagai berikut:

  • Gangguan saluran pencernaan seperti kram, sakit perut dan diare.
  • Sediaan tablet terkadang dapat menyebabkan gripping (sakit kepala mencengkram) dan sediaan suppositoria terkadang dapat menyebabkan irotasi lokal.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala berupa munculnya ruam, gatal atau pembengkakan di kulit dan kesulitan bernapas.

Efek Overdosis Bisacodyl

Gejala yang mungkin timbul akibat overdosis bisacodyl diantaranya seperti diare, nyeri abdominal, kekurangan cairan dan elektrolit.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Penggunaan bisacodyl dan obat-obat pencahar lainnya pada anak-anak sebaiknya dihindari, kecuali atas resep dokter.
  • Untuk menghindari komplikasi, sebaiknya obat ini digunakan untuk jangka pendek, kecuali atas anjuran dokter.
  • Gunakan obat ini setidaknya 1 jam setelah minum susu atau produk-produk olahan susu.
  • Apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis obat, segera temui dokter.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat bisacodyl boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

Berdasarkan FDA, bisacodyl telah dimasukkan ke dalam kategori B yang diabsorpsi minimal dan memiliki risiko rendah terhadap janin. Meski begitu, penggunaan obat ini selama kehamilan hanya diperbolehkan ketika benar-benar dibutuhkan dan atas resep dokter. Untuk ibu menyusui, sampai saat ini belum ada data yang menjelaskan bahwa bisacodyl mampu menembus air susu ibu atau tidak.

Sebelum menggunakan obat ini disarankan untuk mengubah pola makan dengan banyak mengonsumsi makanan kaya serat. Jika tidak menunjukkan dampak berarti, gunakanlah lebih dahulu obat pencahar jenis pembentuk massa tinja seperti metilselulosa atau pencahar osmotik seperti laktulosa. Jika dirasa masih kurang efektif barulah kemudian pergunakan obat pencahar stimulan seperti bisacodyl.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bisacodyl

  • Obat untuk menurunkan asam lambung seperti penghambat reseptor Histamin H2 (ranitidine) dan obat golongan proton pump inhibitor (omeprazol).
  • Obat diuretik.
  • Obat kortikosteroid.

Sebelum menggunakannya, konsultasikan dahulu dengan dokter atau apoteker mengenai kondisi kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Jangan memulai, menghentikan atau mengganti obat bisacodyl dengan obat lain tanpa persetujuan dokter.