bisolvon tablet, larutan dan elixir

Bisolvon obat apa?

Bisolvon adalah obat untuk meredakan batuk berdahak yang ditandai dengan banyaknya produksi lendir di saluran pernapasan dan tenggorokan sehingga menyebabkan sesak. Bahan aktif Bisolvon berupa bromhexine HCl merupakan pengencer dahak dengan kekuatan cukup rendah dibanding senyawa sejenisnya sehingga kerap digunakan pada banyak merek obat batuk berdahak. Selain itu senyawa obat ini juga memiliki efek antioksidan.

Bisolvon digolongkan dalam jenis obat bebas terbatas yang berarti dapat dikonsumsi tanpa perlu resep dokter. Namun penggunaannya tetap harus sesuai dengan anjuran yang tertera dalam kemasan. Sebagai tambahan informasi, berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping Bisolvon, kontraindikasi, kemungkinan interaksinya dengan obat lain serta informasi keamanan jika dikonsumsi ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Bisolvon

Jenis obatMukolitik/Pengencer dahak
KandunganBromhexine HCl
KegunaanAgen mukolitik untuk membantu mengencerkan dahak
KategoriObat bebas terbatas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori B
SediaanBisolvon tablet, Bisolvon syrup 50 ml, Bisolvon Elixir 60 ml dan 125 ml, Bisolvon cairan injeksi 2 ml/ampul

Mekanisme Kerja

Cara kerja Bisolvon baik yang tablet, syrup maupun elixir dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa Bromhexine HCl. Bromhexine merupakan agen sekretolitik yang berfungsi meningkatkan sekresi lendir serosa pada saluran pernapasan. Akibatnya dahak jadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk. Bromhexine HCl juga bersifat sekretomotorik dengan membantu mengaktifkan epitel bersilia pada paru-paru dan saluran napas sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan.

Indikasi atau Kegunaan Bisolvon

Bisolvon digunakan untuk mengencerkan dahak pada penderita batuk berdahak. Dengan semakin encernya dahak maka akan lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk sehingga dapat membantu melegakan pernapasan dan mempercepat penyembuhan batuk berdahak.

Dalam bentuk cairan injeksi Bisolvol digunakan sebagai sekretolitik pada penderita bronkopulmonari akut dan kronik yang berkaitan dengan sekresi lendir berlebihan pada saluran pernapasan.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini tidak boleh menggonsumsinya.

Dosis Bisolvon dan Cara Penggunaan

Bisolvon tersedia dalam beberapa bentuk sediaan dan kekuatan dosis seperti berikut ini:

  • Tablet: tiap tablet mengandung 8 mg bromhexine HCl.
  • Syrup: tiap sendok takar (5 ml) mengandung 8 mg dan 10 mg bromhexine HCl.
  • Elixir: per sendok takar 5 ml mengandung 4 mg bromhexine HCl.
  • Cairan infus: per 1 ml terdapat 2 mg bromhexine HCl.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan yang tertera pada kemasan obat atau berdasarkan anjuran dokter yang sudah memeriksa berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Bisolvon untuk meredakan batuk berdahak

  • Dosis dewasa atau anak di atas 10 tahun:
    • Sediaan tablet: 1 tablet 8 mg 3 kali sehari.
    • Sediaan syrup: 4 ml 2 – 3 kali sehari.
    • Sediaan elixir: 10 ml 3 kali sehari.
  • Dosis anak-anak:
    • Sediaan tablet: umur 5 – 10 tahun, ½ tablet 8 mg 3 kali sehari. Umur 2 – 5 tahun, ½ tablet 8 mg 2 kali sehari.
    • Sediaan syrup: umur 5 – 10 tahun, 2 ml 3 kali sehari.
    • Sediaan elixir: umur 5 – 10 tahun: 5 ml 3 kali sehari; umur 2 – 5 tahun: 5 ml 2 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan. Jika muncul rasa tidak nyaman di pencernaan, konsumsilah bersamaan dengan makanan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Bisolvon pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Bisolvon

Bisolvon umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Bisolvon tersebut  meliputi:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, nyeri perut atas.
  • Efek samping yang paling umum terjadi adalah munculnya keringat berlebih.
  • Pusing.
  • Urtikaria.
  • Ruam kulit
  • Efek yang sangat jarang terjadi sindrom Stevens-Johnson

Efek Overdosis Bisolvon

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan Bisolvon pada manusia. Namun pengujian pada hewan percobaan menunjukkan efek overdosis pada penggunaan dosis tinggi. Gejala yang mungkin muncul seperti nyeri perut, mual dan muntah parah. Jika kondisi ini terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini. Jika terjadi reaksi alergi seperti pembengkakan di wajah dan kesulitan bernapas segera hentikan penggunaan obat ini.
  • Obat ini tidak dianjurkan diberikan pada penderita batuk kering.
  • Hati-hati pemberian obat ini pada penderita tukak saluran cerna, asma, gangguan fungsi ginjal dan hati yang parah.
  • Pemberian pada anak-anak dibawah umur 6 tahun sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Bisolvon untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Bisolvon berupa bromhexin HCl digolongkan dalam kategori A untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin. Namun penggunaannya tetap harus berhati-hati dan sesuai anjuran pakai.
  • Bahan aktif Bisolvon diketahui dapat masuk dan mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berpotensi menggangu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaannya selama masa menyusui sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan saja.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Belum ada data yang menunjukkan interaksi bromhexin dengan obat-obatan lainnya. Namun beberapa masalah kesehatan berupa kelainan sistem imun dapat memicu masalah kesehatan pada sistem pernapasan dan kulit. Dalam beberapa kasus penderita gangguan sistem imun dapat mengali ruam dan lesi di kulit yang berhubungan dengan penggunaan obat bromhexine.