Bronkiektasis adalah gangguan paru dimana jalan napas di dalam paru – paru meregang sehingga membuatnya menjadi lebih besar. Namun melebarnya saluran napas tersebut tidak membuat penderitanya menjadi lebih lega untuk bernafas, namun sebaliknya, justru menyebabkan keluhan sesak. Hal ini terjadi karena kerusakan saluran nafas disertai dengan penumpukan lendir dan proses peradangan pada saluran nafas tersebut.

Kerusakan saluran nafas ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti fibrosis kistik, infeksi paru seperti pneumonia dan tuberkulosis, batuk rejan dan penyakit autoimun lainnya seperti AIDS. Bronkiektasis juga bisa terjadi secara kongenital ataun bawaan (pasien mengalami penyakit ini sejak lahir).

Inilah yang terjadi pada saluran nafas bronkiektasis:

Kerusakan jalan napas menyebabkan mukus atau sputum (lendir) susah keluar dari jalan napas sehingga makin lama makin menumpuk. Hal ini menyebabkan jalan napas mengalami peregangan dan pembengkakan serta infeksi yang berulang.

Tiap kali pasien mengalami infeksi, maka jalan napas akan mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan pasien menjadi sulit dan semakin sulit untuk bernapas. Meskipun tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini namun ada hal – hal yang bisa pasien lakukan di rumah untuk mengendalikan gejala dan memperbaiki kualitas hidupnya.

bronkiektasis mediskus

gambar paru-paru penderita bronkiektasis

Apa Penyebab Bronkiektasis?

Bronkiektasis disebabkan karena kerusakan dimana dinding saluran napas yang membesar akan menghancurkan otot dan lapisan – lapisan jaringan elastis sehingga menyebabkan saluran bronkus yang semula normal menjadi berkontraksi.

Kerusakan ini menurunkan kemampuan paru untuk memindahkan dan membersihkan hasil sekresi yang normalnya diproduksi di dalam paru. Hasil sekresi yang menumpuk ini  bisa menyebabkan meningkatnya risiko infeksi seperti pneumonia dan bronkitis, yang bisa menyebabkan kerusakan yang lebih jauh dari dinding bronkus.

Ada tiga tipe utama bronkiektasis. Tipe – tipe ini digambarkan berdasarkan tampilan anatominya.

  1. Bronkiektasi Silindris adalah bentuk teringan dan merefleksikan kehilangan kemampuan saluran napas untuk menangkap udara. Gejala – gejala yang muncul cukup ringan seperti batuk – batuk kronik dan biasanya ditemukan melalui pemeriksaan CT scan pada dada.
  2. Bronkiektasi Sakular merupakan tipe yang lebih berat, dengan perubahan yang lebih jauh dari dinding saluran napas dan memberikan gejala berupa produksi sputum.
  3. Bronkiektasis Kistik adalah tipe bronkiektasis yang paling berat dan beruntungnya tipe ini paling sedikit terjadi.  Tipe ini lebih sering terjadi pada masa sebelum penggunaan antibiotik ketika infeksi sedang berkembang sangat pesat. Pasien harus bertahan hidup dengan kerusakan paru residual. Pasien dengan tipe ini akan mengalami batuk produktif yang bersifat kronik dengan mukus (lendir) yang mengalami perubahan warna.

Berikut ini adalah beberapa penyebab bronkiektasis kongenital:

  • Fibrosis kistik
  • Sindrom Kartagener
  • Sindrom Young
  • Defisiensi Alpha-1-antitrypsin

Penyebab bronkiektasi dapatan antara lain:

  • Infeksi yang terjadi berulang
  • Aspirasi atau terhirup benda asing atau zat lainnya
  • Menghirup gas toksik seperti amonia
  • Akohol dan penyalahgunaan obat terlarang
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Penyakit peradangan pada saluran cerna (kolitis ulseratif, penyakit Chrons)

Apa Gejala Bronkiektasis?

Gejala – gejala bronkiektasis muncul berbeda tiap individu. Namun gejala paling umum terjadi meliputi:

  • Batuk produktif (menghasilkan mukus)
  • Napas pendek
  • Nyeri dada yang timbul mendadak dan terasa seperti ditusuk – tusuk. Keluhan ini makin memberat saat pasien menarik napas. Rasa nyeri bisa menjalar ke bahu atau ke perut.
  • Clubbing fingers. Bagian ujung jari tangan dan kaki membengkak dan kuku tampak menonjol ke luar. Lapisan di sekitar kuku tampak meninggi, melekuk dan mengkilap.

Untuk mengetahui gejala infeksi paru yang mungkin mirip dengan gejala bronkiektasis ini Anda bisa juga membaca lebih lanjut tentang artikel gejala dan ciri – ciri penyakit paru-paru.

Diagnosis Bronkiektasis

Dokter bisa mendiagnosis bronkiektasis dengan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien dan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang. Jika pasien mengalami keluhan batuk produktif (batuk yang menghasilkan dahak) tiap harinya maka dokter akan menyarankan dilakukan pemeriksaan CT scan dada. Tes lainnya yang diajukan dokter berupa tes darah untuk melihat adanya infeksi, pemeriksaan untuk melihat adanya bakteri dalam mukus dan pemeriksaan untuk mengukur fungsi paru.

Pengobatan Bronkiektasis

pengobatan bronkiektasis

Bronkiektasis diobati dengan pemberian antibiotik. Obat untuk merelaksasi saluran napas (bronkhodilator) dan obat untuk memudahkan mukus keluar saat batuk (ekspektoran).

Dokter akan mengajari pasien untuk melakukan teknik pembersihan jalan napas guna membantu mengeluarkan mukus saat batuk seperti berikut:

  • Pada posisi drainase postural, pasien harus menggerakkan tubuhnya ke arah yang berbeda untuk membantu mendrainase cairan dari paru. Teknik ini membantu mempermudah pernapasan dan mencegah infeksi.
  • Pada perkusi dada, pasien menepuk dadanya dengan bagian ujung tangan guna menggetarkan saluran napas. Getaran ini akan membantu pasien untuk mengeluarkan mukus saat batuk.
  • Dokter juga bisa memberikan alat untuk membantu membersihkan jalan napas misalnya katub flutter yang membantu untuk menghilangkan mukus dari paru.

Jika bronkiektasis memberat, maka pasien butuh terapi oksigen atau pembedahan.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan bronkiektasis, namun pasien bisa mengendalikan gejalanya dan menjalani kehidupan normal. Untuk membantu diri pasien sendiri maka perlu:

  • Mengikuti instruksi dokter untuk melakukan langkah – langkah menghilangkan mukus dari paru – paru.
  • Ikuti instuksi dokter untuk terus mengkonsumsi obat – obatan.
  • Minum banyak cairan. Hal ini membantu mengencerkan dahak dan membuatnya lebih mudah untuk keluar bersamaan dengan batuk.
  • Ikuti saran dokter untuk mengkonsumsi makanan yang telah disarankan
  • Aktif beraktivitas. Aktivitas bisa membantu menghilangkan mukus, meningkatkan aliran oksigen dan membuat pasien merasa lebih baik.
  • Hindari infeksi paru- paru.
    • Dapatkan vaksin untuk melindungi diri dari flu dan penyakit pneumococcal.
    • Sering – seringlah mencuci tangan
    • Hindari kontak terlalu dekat dengan orang lain yang sedang mengalami flu.
    • Jangan merokok atau membiarkan orang lain merokok dengan anda. Jika anda perlu bantuan untuk menghentikan kebiasaan merokok maka konsultasi dengan dokter bagaimana melakuakan program untuk menghentikan kebiasaan merokok.
    • Tetaplah berada di dalam ruangan sebisa mungkin pada siang hari ketika kadar polusi udara sangat tinggi.

Dengan disiplin mengikuti langkah-langkah ini diharapkan penderita bronkiektasis bisa tetap menjalani kehidupannya dengan lebih baik.