Bupropion obat apa?

Bupropion adalah obat antidepresan dari jenis uni-siklik aminoketon yang sering digunakan sebagai obat depresi berat ataupun depresi sedang. Obat ini dapat meningkatkan mood dan rasa senang dengan cara menyeimbangkan zat kimia alami otak. Selain itu, dalam bentuk hidroklorida bupropion juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi kecanduan rokok.

Penggunaan obat ini harus dengan resep dan pengawasan dokter karena mengubah dosis atau menghentikan penggunan obat ini sebelum waktunya dapat menyebabkan masalah serius. Untuk penggunaan sebagai obat kecanduan merokok, penyesuaian dosis terhadap respon tubuh mungkin diperlukan selama proses pengobatan.

Ikhtisar Obat Bupropion

Jenis obatAntidepresan
KategoriObat resep
KegunaanUntuk mengatasi depresi sedang atau berat dan obat untuk menghilangkan kecanduan merokok
KonsumenDewasa
SediaanTablet
MerekZyban, Buproban, Aplenzin, Wellbutrin XL, Budeprion XL

bupropion

Mekanisme Kerja

Bupropion bekerja pada sistem saraf pusat dengan cara menghambat reabsorbsi neurotransmiter pada neuronal dopamin, norepinephrin, dan serotonin. Efek bupropion pada sistem dopaminergik lebih signifikan dibandingkan dengan impiramin dan amitriptyline, namun kemampuan blokade norephineprin dan serotonin reuptake pada membran neuronal lebih lemah dibanding jenis antidepresan trisiklik.

Akibat proses penghambatan reuptake tadi, terjadilah kelebihan norephineprine pada otak dan menyebabkan efek kecanduan nikotin berkurang. Peningkatan juga terjadi pada dopamin yang menyebabkan keinginan untuk merokok berkurang. Selain itu bupropion juga menunjukkan efek anti kolinergik pada level sedang.

Indikasi atau Kegunaan Bupropion

Bupropion digunakan untuk mengatasi kondisi berikut:

  • Depresi berat ataupun depresi yang bersifat seasonal atau kambuhan.
  • Membantu mengurangi kecanduan merokok.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sedang atau pernah mengalami gejala kejang.
  • Mengalami gangguan makan (bulimia atau anoreksia nervosa).
  • Mengalami tumor otak.
  • Epilesi.
  • Memiliki riwayat gangguan bipolar.
  • Kecanduan alkohol.
  • Mengonsumsi obat anti epilepsi.
  • Mengonsumsi obat jenis barbiturat atau benzodiazepin.
  • Sirosis hati yang parah.
  • Mengonsumsi obat jenis MAOIs (kecuali setelah penghentian konsumsi 14 hari sebelumnya).

Dosis Bupropion dan Cara Penggunaan

Bupropion tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan kekuatan dosis 100 mg, 150 mg, 200 mg dan 300 mg.

Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda menyesuaikan degan kondisi masalah kesehatan yang diderita. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Depresi

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 100 mg 2 kali sehari selama paling sedikit 3 hari. Dapat ditingkatkan 100 mg 3 kali sehari jika diperlukan. Peningkatan hingga 150 mg 3 kali sehari dilakukan jika tidak ada perbaikan yang diamati selama beberapa minggu terapi. Maksimum penggunaan 150 mg 3 kali sehari.
    • Dosis awal lainnya: 150 mg sekali sehari di pagi hari, ditingkatkan menjadi 150 mg dua kali sehari setelah penggunaan 3 hari bila diperlukan. Selanjutnya ditingkatkan menjadi 200 mg dua kali sehari setelah penggunaan beberapa minggu jika diperlukan. Maksimum 450 mg dalam dosis tunggal.
  • Lansia:
    • Dosis awal: 100 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 3-4 hari sesuai toleransi tubuh. Maksimum 300 mg per hari.

Kecanduan rokok

  • Dewasa:
    • Dosis: 150 mg sekali sehari selam 6 hari kemudian ditingkatkan 150 mg dua kali sehari selama 7 – 9 minggu. Hentikan penggunaan jika dalam 7 minggu kecanduan tidak berubah. Maksimum konsumsi harian 300 mg.
  • Lansia:
    • Dosis: 150 mg sekali sehari selama 7-9 minggu.

Aturan Pakai Bupropion:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Jangan mengunyah, menghancurkan obat ini, makanlah tablet obat in secara utuh.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis bupropion pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.
  • Jangan menghentikan penggunaan secara tiba-tiba, tanyakan pada dokter proses menghentikan penggunaan obat ini.

Efek Samping Bupropion

Bupropion umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Sakit kepala.
  • Mulut kering.
  • Mual.
  • Insomnia.
  • Radang tenggorokan.
  • Gelisah.
  • Tremor.
  • Gugup.
  • Mengantuk.
  • Mudah tersinggung.
  • Mulut kering.
  • Ruam dan kulit kering.

Efek Overdosis Bupropion

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan gejala kesulitan bernafas, kejang, halusinasi, detak jantung lemah atau cepat, pingsang. Jika hal ini terjadi segera hubungi rumah sakit terdekat untuk perawatan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami alergi terhadap obat ini.
  • Obat antidepresan dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda pada penggunaan singkat. Hindari konsumsi obat ini pada anak-anak dan remaja.
  • Sampaikan juga jika Anda memiliki riwayat kejang atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko kejang seperti, tumor otak atau trauma otak.
  • Hati-hati penggunaannya pada penderita gangguan bipolar.
  • Lansia lebih sensitif terhadap efek obat ini, penggunaannya harus sangat dikontrol.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita masalah ginjal dan hati baik sedang apalagi parah.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk, jangan mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat mengonsumsi obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat bupropion boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Bupropion merupakan obat kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti penelitian kandungan pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Untuk itu penggunaannya sebaiknya jika hanya sangat dibutuhkan saja.
  • Bupropion diketahui dapat masuk dalam ASI ibu menyusui. Untuk itu konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bupropion

  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis obat penurun kejang seperti antidepresan lainnya, antipsikotik, theophiline dan kortikosteroid sistemik dapat memperburuk kondisi.
  • Penggunaan bersamaan dengan levodopa dan amantadine dapat meningkatkan gejala efek sampingnya.
  • Dapat menyebabkan efek keracunan dan meningkatkan bahaya efek sampingnya jika digunakan bersamaan dengan obat jenis MAOIs.