Busulfan obat apa?

Busulfan adalah salah satu jenis obat untuk mengatasi kanker. Obat ini mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker dengan cara merusak proses duplikasi DNA, sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian sel. Meskipun begitu, obat ini tidak dapat menyembuhkan penyakit kanker secara keseluruhan tetapi hanya mengontrol keparahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Untuk bentuk injeksi umumnya digunakan sebagai perlakuan awal pada pasien penerima transplantasi sumsum tulang belakang. Dengan cara membantu tubuh pasien menerima sel-sel yang di transplantasi serta membantu membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Sedang bentuk tablet digunakan untuk mengatasi kondisi leukemia mielositik kronis, polisistemia vera dan trombositemia esensial.

Ikhtisar Obat Busulfan

Jenis obatKemoterapi sitotoksik
KategoriObat resep
KegunaanMencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C
SediaanTablet dan injeksi
MerekBusulfex, Myleran
busulfan sediaan 2 mg per table

Busulfan sediaan 2 mg per tablet

Mekanisme Kerja

Busulfan beraksi sebagai agen antineoplastik kelas alkali, yaitu senyawa yang dapat  mencegah, membunuh dan menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan cara menambahkan gugus alkali pada gugus elektronegatif di dalam sel. Dengan menghubungkan guanin dan adenin (komponenen pembentuk DNA dan RNA) yang menyebabkan untaian DNA tidak bisa terlepas dan terpisah sehingga pembelahan sel tidak terjadi.

Indikasi atau Kegunaan Busulfan

Busulfan dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi berikut:

  • Terapi awal pada pasien transplantasi sel sumsum tulang belakang.
  • Leukemia mielositik kronis.
  • Polisistemia vera.
  • Trombositemia esensial.

Kontraindikasi

Tidak boleh dinggunakan oleh seseorang dengan riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan obat ini.

Dosis Busulfan dan Cara Penggunaan

busulfan injeksi 60 mg per 10 ml

Busulfan injeksi 60 mg per 10 ml

Busulfan tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 2 mg.
  • Injeksi: Vial 10 mL dengan kandungan busulfan 60 mg.

Obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda setelah melihat kondisi penyakit Anda secara utuh. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Terapi awal sebelum transplantasi sumsum tulang belakang (injeksi intravena)
  • Dosis dewasa: 0,8 mg/ kg untuk berat badan ideal, diberikan setiap 6 jam sekali selam 4 hari sebelum proses transplantasi. Dikombinasikan dengan cyclophophamide yang diberikan 2 hari setelah paling tidak 24 jam sesudah pemberian dosis busulfan berakhir. Dosis diberikan selama 2 jam melalui kateter vena sentral menggunakan pompa infus.
  • Dosis anak-anak (0 – 17 tahun):
    •  < 9 kg: 1 mg/ kg.
    • 9 – 16 kg: 1,2 mg/ kg.
    • 16 – 23 kg: 1,1 mg/ kg.
    • 23 – 34 kg: 0,9 mg/ kg.
    • > 34 kg: 0,8 mg/ kg. Dosis diberikan 6 jam sekali selama 4 hari kemudian diikuti pemberian cyclophosphamide atau melphalan, paling tidak 24 jam setelah pemberian busulfan.
Terapi awal sebelum transplantasi sumsum tulang belakang (obat oral)
  • Dosis dewasa: 1 mg/ kg, 6 jam sekali selam 4 hari, dimulai sejak 7 hari sebelum proses transplantasi. Dilanjutkan dengan pemberian cyclophosphamide selama 2 hari, pemberian paling tidak setelah 24 jam dari akhir dosis busulfan.
Polisistemia Vera (obat oral)
  • Dosis dewasa: 4 – 6 mg per hari selama 4 – 6 minggu dengan selalu memonitor kondisi darah. Setengah dosis dapat diberikan untuk pengobatan lanjutan.
Leukemia mielositik kronis (obat oral)
  • Dosis dewasa: Terapi awal, 0,06 mg/ kg per hari. Maksimum 4 mg per hari. Dosis dapat ditambah jika respon dirasa tidak cukup kuat setelah pemberian 3 minggu. Dilanjutkan hingga sel darah putih turun hingga 15.000 – 25.000 sel/ mm³.
  • Dosis anak-anak: Sama dengan dosis dewasa.
Trombositemia esensial (obat oral)
  • Dosis dewasa: 2 – 4 mg per hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Obat ini dapat digunakan sebelum atau setelah makan, dianjurkan untuk meminumnya dengan air yang dingin dan memperbanyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter sebelum mulai mengonsumsi obat ini.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan 4 kali sehari berarti per 6 jam. Untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Busulfan

Beberapa efek samping yang perlu diperhatikan dari obat ini antara lain sebagai berikut:

  • Depresi pada sumsung tulang belakang yang menyebabkan leukopenia, trombocytopenia dan anemia.
  • Hiperpigmentasi.
  • Masalah pada pencernaan.
  • Gangguan kesuburan.

Beberapa efek yang jarang terjadi:

Beberap efek yang dapat berakibat fatal dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter:

  • Hepatik veno okulsif.
  • Hiperbilirubinamia.
  • Displasia bronkupulmonari yang ditandai dengan batuk terus menerus, demam dan nafas berat.

Efek Overdosis 

Pada penggunaan dosis yang berlebihan dapat timbul efek gangguan sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang. Jika hal ini terjadi segera hubungi kegawatdaruratan medis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami alergi pada kandungan obat ini.
  • Beberapa efek samping mungkin muncul pada sebagian pengguna, sampaikan pada dokter Anda jika efeknya semakin parah.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi efek toksik pada paru-paru.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat busulfan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Busulfan masuk dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti, Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Sehingga tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena dapat berakibat fatal.
  • Belum diketahui apakah busulfan dapat masuk dalam ASI ibu menyusui. Namun untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, penggunaannya sebaiknya hanya jika sangat diperlukan saja.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan busulfan, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis myelosupresif agen dapat meningkatkan konsentrasi obat ini pada aliran darah sehingga efeknya seperti peningkatan dosis. Oleh karena itu penyesuaian dosis mungkin perlu dilakukan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat dengan kandungan sitotoksik agen dapat menyebabkan meningkatkan risiko keracunan pulmonary.
  • Dapat menurunkan efektifitas penggunaan vaksin. Untuk itu hindari penggunaan obat ini saat akan melakukan vaksinasi atau konsultasikan dengan dokter Anda sebelum melakukan vaksinasi.

Daftar interaksi obat di atas belum mencakup keseluruhan obat yang mungkin berinteraksi dengan busulfan. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan dua obat yang mungkin dapat berinteraksi.