Carbamazepine obat apa?

Carbamazepine adalah obat yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi kejang dan nyeri saraf. Obat carbamazepine digolongkan ke dalam obat antikovulsan (anti kejang) karena kemampuannya memengaruhi aktivitas saraf di sistem saraf pusat terutama mengurangi penyebaran aktivitas kejang sehingga aktivitas saraf kembali normal.

Efek klinisnya pada sistem saraf juga membuat carbamazepine dapat digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan saraf dan juga kondisi psikis tertentu seperti trigeminal neuralgia (nyeri kronis pada saraf trigeminal di wajah), neuropati diabetik (kerusakan saraf akibat diabetes), gangguan bipolar, serta nyeri pada herpes zoster.

Ikhtisar Obat Carbamazepine

Jenis obatAntikonvulsan
KategoriObat resep
Kegunaan
  • Mencegah dan mengobati kejang akibat epilepsi
  • Mengatasi nyeri pada trigeminal neuralgia dan neuropati diabetik
  • Mengatasi nyeri pada herpes zoster.
  • Pencegahan gangguan bipolar.
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D
SediaanTablet, syrup dan cairan injeksi
MerekBemgetol, Tegretol, Carbatrol, Equetro, Tegretol XR, Epitol, Teril Suspension, Carnexiv
carbamazepine

Kemasan carbamazepine 200 mg tablet

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja Carbamazepine belum sepenuhnya diketahui secara detail, namun beberapa efeknya pada sistem saraf diketahui berhubungan langsung dengan kemunculan kondisi kejang. Senyawa obat ini diketahui dapat menekan aktivitas di nukleus ventralis pada hipotalamus, serta dapat mengurangi propagasi impuls dan rangsangan temporal yang menyebabkan pelepasan impuls saraf berlebihan.

Hal ini dilakukan dengan cara membatasi keluaran ion Na dari membran sel serta mekanisme lainnya yang belum diketahui. Efek inilah yang membuat senyawa ini efektif mengatasi kondisi kejang. Selain itu obat ini juga dapat menstimulasi pelepasan hormon antidiuretik (ADH) dan menambah efektifitas hormon ini dalam hal reabsorbsi air.

Indikasi atau Kegunaan Carbamazepine

Berdasarkan mekanisme kerjanya, carbamazepine digunakan untuk menyeimbangkan aktivitas saraf berlebih pada otak sehingga juga dapat digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan berikut:

  • Pengobatan dan pencegahan kejang pada penderita epilepsi. Termasuk kejang parsial, kejang tonik-klonik dan gabungan kedua jenis kejang ini.
  • Mengatasi nyeri yang muncul akibat kerusakan saraf pada wajah akibat trigeminal neuralgia.
  • Mengatasi nyeri yang muncul akibat neruropati diabetik.
  • Mengatasi nyeri yang muncul akibat herpes zoster.
  • Pencegahan terhadap munculnya prilaku gangguan bipolar.
  • Sindrom kaki gelisah (Restless Legs Syndrome).
  • Skizofrenia.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan carbamazepine, orang yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipesensitifitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau obat sejenis lainnya.
  • Orang yang memiliki riwayat penyakit sumsung tulang belakang atau penyakit porfiria hepatik.
  • Orang yang sedang mengalami penyakit arteriventrikular block atau AV block.
  • Sedang menggunakan obat nefazodone.
  • Sedang menggunakan obat jenis MAOI. Pengguna carbamazepine kembali diperbolehkan jika penggunaan Obat MAOI sudah dihentikan lebih dari 14 hari.

Dosis Carbamazepine dan Cara Penggunaan

Carbamazepine tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis

  • Tablet: 100 mg, 200 mg, 300 mg, 400 mg.
  • Tablet chewable: 100 mg, 200 mg.
  • Syrup: 100 mg/5 ml.
  • Cairan Injeksi: 200 mg/20 ml.

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang sesuai dengan anjuran dokter Anda setelah mempertimbberat dan ringannya penyakit, usia, berat badan dan hasil pemeriksaan lainnya.

Dosis Carbamazepine

Gunakan Carbamazepine sesuai dosis yang diarahkan dokter

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Carbamazepine untuk Kejang Epilepsi

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 100-200 mg (tablet) 1 atau 2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap dengan penambahan hingga 200 mg sehari dalam waktu satu minggu. Dosis perawatan : 0,8-1,2 g dibagi dalam beberapa dosis. Maksimal penggunaan 2 g per hari.
  • Dosis anak-anak: 10-20 mg/kgBB sehari dibagi dalam beberapa dosis. Atau bisa juga menggunakan dosis berdasarkan usia anak berikut:
    • < 1 tahun: 100-200 mg per hari. Maksimal 35 mg/kgBB per hari.
    •  1-5 tahun: 200-400 mg per hari. Maksimal 35 mg/kg.
    • 5-10 tahun: 400-600 mg per hari. Maksimal 1 gr per hari.
    • 10-15 tahun: 0,6-1 gr per hari. Maksimal 1 gr per hari.

Dosis Carbamazepine untuk Trigeminal Neuralgia

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 100-200 mg (tablet) dua kali sehari, dapat ditambahkan secara berkala jika dibutuhkan. Dosis perawatan: 400-800 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis. Maksimal penggunaan 1,2 gr per hari.

Dosis Carbamazepine untuk Herpes Zoster

  • Dosis dewasa: 100-200 mg (tablet) sekali sehari; dapat ditingkatkan perlahan hingga maksimal 1200 mg / hari.

Dosis Carbamazapine untuk Pencegahan Gangguan Bipolar

  • Dosis dewasa: pemberian awal, 400 mg (tablet) per hari dibagi dalam beberapa dosis, dapat ditambahkan secara berkala jika dibutuhkan. Dosis perawatan: 400-600 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis. Maksimal penggunaan: 1,6 g per hari.

Kegunaan lain:

  • Restless Legs Syndrome (sindrom kaki gelisah): 100-600 mg malam hari sebelum tidur sampai 5 minggu.
  • Skizofrenia: 200-1300 mg / hari selama 2,5-8 minggu.

 

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Hindari konsumsi jus grapfruit saat mengonsumsi obat ini.
  • Untuk tablet jenis salut selaput, jangan mengunyah, membagi atau menghancurkan tablet sebelum diminum. Konsumsilah dalam bentuk tablet utuh.
  • Untuk bentuk sirup, kocok dahulu hingga tercampur rata sebelum digunakan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis carbamazepine pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Carbamazepine

Obat ini umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun demikian, beberapa efek samping dari yang ringan hingga berat dapat saja muncul selama penggunaan obat ini. Munculnya efek yang tidak diinginkan ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.

Efek samping carbamazepine yang lebih sering muncul:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Penglihatan buram atau berbayang.

Efek samping carbamazepine yang lebih jarang muncul:

  • Mual, muntah dan diare yang parah.
  • Sakit kepala yang berlangsung lama.
  • Hilang nafsu makan.
  • Mulut kering.
  • Konstipasi.
  • Hilang keseimbangan.
  • Kesulitan tidur.
  • Perubahan mood tiba-tiba.
  • Feses berwarna hitam.
  • Muncul darah pada urin dan feses.
  • Nyeri sendir.
  • Nyeri dada.
  • Kesulitan berbicara.
  • Depresi berat.

Jika efek samping yang lebih berat muncul segera hubungi dokter untuk memeriksakan kondisi Anda. Perubahan dosis atau bahkan penghentian penggunaan obat ini mungkin dilakukan.

Efek Overdosis Carbamazepine

Penggunaan obat ini dalam dosis tinggi sekaligus dapat menyebabkan efek overdosis. Beberapa gejala overdosis carbamazepine seperti kesulitan bernafas, mual dan muntah parah, ataksia, tremor, kehilangan kesadaran hingga koma.

Jika kondisi ini terjadi segera hubungi layanan kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini atau obat sejenis lainnya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan riwayat penyakit jantung atau reaksi hematologis terhadap obat lainnya.
  • Obat ini tidak efektif untuk mengatasi kejang absense, mioklonik dan akinetik.
  • Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini karena dapat meningkatkan efek sampingnya serta meningkatkan risiko kejadian kejang.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan kelainan fungsi darah, penurunan fungsi hati dan ginjal, sedang depresi serta mengalami kekurangan kalsium atau sodium dalam darahnya.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, hindari mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang membutuhkan konsenstrasi tinggi.
  • Obat ini menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari. Hindari terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama dan gunakan pelindung saat sedang bepergian.
  • Hati-hati penggunaan pada lansia karena mereka lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, pusing dan kehilangan keseimbangan bisa saja membuatnya jatuh. Berikan pengawasan lebih pada lansia yang menggunakan obat ini.
  • Jangan hentikan penggunaan obat ini secara tiba-tiba, konsultasikan dengan dokter bagaimana cara penghentian obat ini dengan benar.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah carbamazepine untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Carbamazepine digolongkan dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti penelitian terhadap penggunaan kandungan obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Carbanazepine diketahui dapat terekstraksi dan dikeluarkan bersama ASI ibu menyusui. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini saat sedang menyusui.

Interaksi Obat

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat akibat penggunaan bersama dengan obat lain. Sebagai akibatnya risiko efek samping dapat meningkat, efek beracun, atau bahkan obat tidak bekerja. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan carbamazepine, diantaranya yaitu:

  • Konsumsi obat ini dengan obat penghambat MAO seperti (isocarboxazid, linezoid, methylene blue, moclobemide, phenelzine, rasagiline, safinamide, tranylcypromine) dapat menyebabkan efek serius bahkan berakibat fatal.
  • Penggunaan obat ini bersamaan dengan lithium dapat meningkatkan risiko efek neurotoksik.
  • Penggunaan obat ini dapat menurunkan efektifitas obat kontrasepsi hormonal jika digunakan bersamaan.
  • Loxapine, quetiapin, primidone, progabide, asam valproik, valpromida dapat meningkatkan kadar carbamazepine dalam darah jika digunakan bersamaan.
  • Obat ini dapat menurunkan kadar tacrolimus, temsirolimus, dan lapatinib jika digunakan bersamaan.
  • Penggunaan obat ini bersamaan dengan diuretik dapat meningkatkan risiko hiponatremia simtomatik.

Daftar obat ini belum mewakili keseluruhan interaksi obat yang mungkin terjadi dengan carbamazepine. Selalu catat obat yang Anda gunakan dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan interaksi obat yang mungkin terjadi.