cerebrofort gold rasa jeruk dan strawberry

Cerebrofort obat apa?

Cerebrofort adalah suplemen makanan dengan kandungan multivitamin, mineral dan minyak ikan yang dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Formula AA, DHA, EPA, L-glutamic acid dan folic acidnya sangat baik untuk membantu perkembangan otak menjadi lebih optimal. Suplemen ini juga mengandung lysine dan biotin yang dapat meningkatkan nafsu makan anak. Sehingga anak tumbuh optimal dan tidak gampang sakit.

Cerebrofort yang diproduksi oleh Kalbe ini tergolong dalam jenis obat bebas yang penggunaannya tanpa perlu resep dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi Cerebrofort dengan obat lain serta informasi keamanan suplemen ini jika dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Cerebrofort

Jenis obatMultivitamin dan mineral
KandunganAA, DHA, EPA, L-glutamic acid, folic acid, biotin, L-lysine HCl, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin D
KegunaanSuplemen makanan membantu perkembangan otak anak, meningkatkan nafsu makan, serta membantu menjaga kesehatan tubuh anak
KategoriObat bebas
KonsumenAnak-anak dan dewasa
KehamilanKategori N
SediaanCerebrofort Gold rasa jeruk dan strawberry 200 ml dan 100 ml

Mekanisme Kerja

Cara kerja Cerebrofort dapat diketahui dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • AA, adalah kependekan arachidonic acid yang merupakan asam lemak dari golongan omega 3 yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel-sel saraf.
  • DHA, adalah kependekan dari decosehexaenoic acid. Asam lemak omega 3 ini sangat berperan dalam pembentukan materi abu-abu di otak dan juga jaringan retina.
  • EPA, adalah singkatan dari eicosapentaenoic acid yang merupakan salah satu asam lemak omega 3 yang dikenal sebagai pemurni darah. EPA membantu meningkatkaan prostaglandin darah yang dapat membantu mengurangi kolesterol dan trigliserida dalam darah.
  • L-glutamic acid, merupakan senyawa yang disebut sebagai “makanannya otak” karena dibutuhkan dalam sintesis protein sel-sel saraf sehingga dapat membantu fungsi kognisi, memori dan proses belajar.
  • Folic acid, adalah salah satu jenis vitamin B yang larut air yang sering digunakan untuk penderita devisiensi folat di dalam darah. Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia.
  • Biotin, atau vitamin B7 yang berfungsi membantu metabolisme lemak, karbohidrat dan protein.
  • L-lysine HCl, penting untuk membantu penyerapan kalsium di pencernaan, produksi hormon, antibodi dan membantu pembentukan protein otot serta meningkatkan nafsu makan.
  • Vitamin B1, berguna untuk merubah karbohidrat menjadi energi untuk tubuh terutama untuk otak dan sistem saraf.
  • Vitamin B2, atau riboflavin ini merupakan nutrisi penting untuk perkembangan jaringan tubuh, membantu mengubah protein menjadi energi, serta berperan dalam pembentukan sel darah merah.
  • Vitamin B6, sangat penting untuk menjaga fungsi darah, kulit, sistem saraf tetap baik. Selain itu juga kerap digunakan untuk mengatasi anemia megaloblastik.
  • Vitamin B12, berperan penting dalam produksi sel darah merah, menjaga kesehatan kulit, mata dan saraf, membantu mengaktivasi asam folat, serta membantu proses sintesis DNA.
  • Vitamin A, membantu menjaga penglihatan bekerja dengan optimal, mendukung sistem imun, serta menjaga kesehatan kulit dan menghindarkan dari infeksi.
  • Vitamin C, membantu produksi kolagen tubuh yang sangat penting untuk kulit, gigi, tulang rawan dan tulang.
  • Vitamin D, membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi dengan membantu penyerapan kalsium dan fosfat.

Indikasi atau Kegunaan Cerebrofort

Multivitamin dan mineral lengkap Cerebrofort digunakan sebagai suplemen makanan untuk anak-anak yang bermanfaat untuk:

  • Membantu perkembangan otak anak pada masa pertumbuhan.
  • Membantu memperbaiki dan meningkatkan nafsu makan anak.
  • Membantu menjaga metabolisme tubuh tetap baik sehingga tidak mudah sakit.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, anak-anak yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini tidak boleh menggunakannya.

Dosis Cerebrofort dan Cara Penggunaan

Cerebrofort Gold tersedia dalam bentuk sediaan syrup dengan kekuatan dosis per satu sendok takarnya (5 ml) adalah sebagai berikut:

  • AA: 15 mg.
  • DHA: 10 mg.
  • EPA: 2 mg.
  • L-glutamic acid: 50 mg.
  • Folic acid: 100 mcg.
  • Biotin: 0,2 mg.
  • L-lysine HCl: 50 mg.
  • Vitamin B1: 1,5 mg.
  • Vitamin B2: 1,5 mg.
  • Vitamin B6: 1,5 mg.
  • Vitamin B12: 2 mg.
  • Vitamin A: 200 IU.
  • Vitamin C: 50 mg.
  • Vitamin D: 200 IU.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Ataupun berdasarkan dosis yang tertera di kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Cerebrofort Gold untuk membantu tumbuh kembang anak

  • Dosis anak-anak:
    • Usia 1 – 6 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sekali sehari. Dosis dapat dicempur dengan susu, sari buah atau makanan lainnya.
    • Usia 1 – 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) 2 kali sehari. Dosis dapat dicempur dengan susu, sari buah atau makanan lainnya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah suplemen ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan suplemen atau berdasarkan resep dari dokter sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Boleh dicampur dengan susu, sari buah atau makanan lainnya untuk mempermudah anak mengonsumsi suplemen ini.

Efek Samping Cerebrofort

Cerebrofort umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun beberapa efek samping mungkin muncul, meskipun sangat jarang terjadi. Efek samping Cerebrofort meliputi:

  • Gangguan pencernaan.
  • Konstipasi.
  • Diare.

Efek Overdosis Cerebrofort

Cerebrofort sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak, belum ada data yang menunjukkan efek overdosis suplemen ini. Efek overdosis hanya mungkin terjadi jika obat dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu lama, terutama jenis vitamin yang larut lemak (Vitamin A dan D). Kelebihan vitamin A dan D dapat menyebabkan hipervitaminosis. Jika hal itu terjadi, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengatasi gejala yang timbul.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan suplemen ini. Jika saat mengonsumsi Cerebrofort terjadi reaksi alergi seperti pembengkakan di wajah atau kesulitan bernafas segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter.
  • Hati-hati memberikan suplemen ini pada anak-anak yang menderita diabetes, gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Suplemen mengandung fulic acid  mungkin menyebabkan kesalahan baca pada tes desifiensi vitamin B12 atau anemia pernisiosa.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Cerebrofort untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Cerebrofort berupa beberapa vitamin dan mineral diketahui baik untuk ibu hamil. Namun belum diketahui apakah keseluruhan bahan aktif suplemen ini cukup aman untuk ibu hamil. Oleh karena itu penggunaan suplemen selama kehamil sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter Anda untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi pada janin dan ibu hamil.
  • Belum diketahui apakah Cerebrofort akan mengontaminasi ASI jika dikonsumsi oleh ibu menyusui. Namun sebagai suplemen makanan dengan berbagai bahan aktif, mungkin dapat mempengaruhi produksi dan kualitas ASI. Oleh karena itu konsultasikan dengan dokter Anda jika perlu mengonsumsi suplemen ini.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bahan aktif Cerebrofort, diantaranya yaitu:

  • Obat anti kejang (hydantoin dan phenytoin). Folic acid dapat mengurangi efektivitas obat anti kejang sehingga dapat meningkatkan risiko kejang.
  • Obat antasida mengandung aluminium. Vitamin D dapat meningkatkan penyerapan alluminium yang dapat membahayakan penderita gangguan fungsi ginjal.