cetrizine syrup

Cetirizine Syrup obat apa?

Cetirizine Syrup adalah obat untuk mengatasi gejala-gejala alergi. Obat ini merupakan golongan antihistamin yaitu obat yang bekerja menghalangi produksi histamin. Histamin merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh sebagai respon terhadap reaksi alergi. Cetirizine Syrup umumnya diberikan pada penderita rhinitis alergi, alergi akibat serbuk bunga, urtikaria atau biduran serta alergi pada penderita flu.

Cetirizine Syrup merupakan golongan obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan obat ini jika digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Cetirizine Syrup

Jenis obatAntihistamin
KandunganCetirizine
KegunaanMengobati rhinitis alergi, alergi musiman, dan urtikaria (biduran) idiopatis kronis
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori B
SediaanCetirizine syrup 60 ml

Mekanisme Kerja

Kandungan Cetirizine pada Cetirizine syrup merupakan senyawa yang tergolong dalam obat antihistamin. Cetirizin masuk ke dalam jenis antihistamin generasi kedua yang cukup ampuh mengatasi reaksi alergi pada rhinitis alergi, urtikaria kronis, asma yang dipicu oleh serbuk bunga, atau alergi musiman lainnya.

Setelah dicerna senyawa Cetirizine akan berkompetisi dengan histamin endogen untuk menempel di reseptor H1 pada permukaan sel-sel yang mengalami reaksi alergi. Akibatnya reaksi alergi seperti edema histaminik, priritus dan flare dapat ditekan. Tidak seperti jenis antihistamin lainnya, Cetirizine bersifat lebih sedikit menyebabkan efek kantuk dan antikolinergik.

Indikasi atau Kegunaan Ceitrizine Syrup

Cetirizine Syrup digunakan untuk mengatasi reaksi alergi pada tubuh seperti pada rhinitis alergi, asma yang dipicu serbuk bunga, urtikaria (biduran) idiopatis serta alergi musiman dan alergi lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi serta mengalami gangguan fungsi ginjal parah tidak diperbolehkan mengonsumsi Cetirizine Syrup.

Dosis Cetirizine Syrup dan Cara Penggunaan

Cetirizine syrup tersedia dalam bentuk sediaan syrup botol 60 ml dengan kekuatan dosis per sendok takar (5 ml) nya adalah 5 mg Cetirizine.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Cetirizine Syrup untuk mengobati alergi

  • Dosis dewasa atau anak umur >12 tahun: 10 mg (dua sendok takar) sekali sehari atau 1 sendok takar dua kali sehari.
  • Dosis anak-anak:
    • Umur 6 – 12 tahun: 2 sendok takar sekali sehari atau dibagi menjadi dua dosis.
    • Umur 2 – 6 tahun: 1 sendok takar per hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Cetirizine syrup pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Cetirizine Syrup

Cetirizine Syrup umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun beberapa efek samping mungkin muncul dan diperhatikan. Efek samping Cetirizine Syrup meliputi:

  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Gelisah.
  • Mulut kering.
  • Gangguan pencernaan.

Efek Overdosis Cetirizine Syrup

Beberapa data menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan cetirizine melebihi 150 mg per hari. Gejala overdosis yang muncul berupa rasa kantuk, kelelahan, diare, retensi urin, pruritus, midriasis, takikardia, tremor, dan muncul reaksi alergi. Jika kondisi ini terjadi segeralah konsultasikan dengan unit kesehatan terdekat untuk mengatasi gejala yang timbul.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan obat ini. Jika sudah mulai meminumnya dan timbul reaksi berupa pembengkakan di wajah dan kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien epilepsi atau orang yang berisiko mengalami kejang.
  • Pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati penyesuaian dosis mungkin diperlukan.
  • Hati-hati penggunaan pada lansia, ibu hamil dan menyusui.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk,

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Cetirizine Syrup untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Cetirizine digolongkan dalam obat kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi senyawa obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Namun untuk keamanan selama kehamilan sebaiknya berhati-hati menggunakan obat ini atau konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan Anda.
  • Cetirizine diketahui dapat terekskresi dan mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berisiko mempengaruhi kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaannya selama masa menyusui sebaiknya dihindari.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Cetirizine Syrup, diantaranya yaitu:

  • Pregabalin. Meningkatkan efek samping berupa pusing, kantuk, kelelahan dan sulit konsentrasi.
  • Duloxcetin. Meningkatkan efek samping obat berupa kantuk, sulit konsentrasi dan pada lansia dapat menyebabkan gangguan motorik.
  • Alprazolam. Meningkatkan efek samping berupa kantuk.
  • Diphenhydramine. Meningkatkan efek samping obat kantuk dan sulit konsentrasi.