Cimetidine adalah obat golongan antagonis reseptor histamin H2 (histamine H2-receptor antagonist) yang bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung yang berlebih. Beberapa kondisi atau penyakit yang dapat ditangani obat ini seperti tukak lambung dan usus duabelas jari, maag, refluks gastroesofagus (GERD), sindrom Zollinger-Ellison dan lainnya.

Mengenal Obat Cimetidine

Di apotek, obat cimetidine tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, sebagai berikut:

  • Kekuataan dosis cimetidine tablet: 200 mg dan 400 mg.
  • Kekuataan dosis cimetidine sirup: 200 mg / 5 ml.

obat cimetidine

Cimetidine termasuk dalam golongan obat H2 blocker, yang bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung. Oleh karena itu, cimetidine dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti tukak lambung dan usus duabelas jari, maag, refluks gastroesofagus (GERD), sindrom Zollinger-Ellison, dan beberapa penyakit lainnya yang terkait dengan berlebihnya produksi asam lambung.

Obat Cimetidine dapat dibeli tanpa resep dokter. Biasanya obat ini diminum sekali sehari menjelang tidur atau dua sampai empat kali sehari di waktu makan (30 menit sebelum/sesudah) dan menjelang tidur.

Selain itu, cimetidine juga kadang-kadang digunakan untuk mengobati stress ulcer, kaligata atau biduran, kutil, dan untuk mencegah pneumonia aspirasi selama anestesi. Namun untuk penggunaannya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker agar benar-benar mendapat petunjuk yang jelas.

Minumlah obat ini secara teratur sesuai resep, jangan meningkatkan ataupun mengurangi dosisnya. Meskipun gejala penyakit telah dirasa berkurang dan Anda merasa lebih baik, tetap lanjutkan mengonsumsi obat ini sesuai dengan jangka waktu pengobatan yang telah ditentukan sebelumnya. Menghentikan pengobatan terlalu dini malah akan menunda proses penyembuhan.

Perhatikan untuk tidak mengonsumsi cimetidine selama lebih dari 2 minggu kecuali atas izin dokter. Jika sakit terus berlanjut, segera hentikan mengonsumsi obat ini dan konsultasikan segera dengan dokter.

Indikasi dan Kegunaan

Cimetidine obat apa? Sesuai dengan mekanisme kerja obat seperti di atas, maka obat ini digunakan untuk:

  • Mengobati tukak lambung dan usus duabelas jari.
  • Pengobatan penyakit maag.
  • Pengobatan refluks gastroesofagus (GERD), penyakit saluran pencernaan yang bersifat kronis.
  • Dapat juga digunakan untuk menangani erosif esophagitis, meskipun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan kelompok obat proton pump inhibitor seperti Esomeprazole atau Lansoprazole.
  • Untuk pengobatan sindrom Zollinger-Ellison.
  • Pengobatan gangguan pencernaan.
  • Dapat digunakan juga untuk mengobati stress ulcer, kaligata atau biduran, kutil, dan untuk mencegah pneumonia aspirasi selama anestesi.

Kontraindikasi

Harap diperhatikan! Obat cimitidine tidak disarankan untuk digunakan oleh orang-orang dengan kondisi seperti dibawah ini:

  • Memiliki alergi terhadap kelompok obat inhibitor histamin H2.
  • Menderita kanker lambung.
  • Mengalami gangguan pada fungsi hati.
  • Mengalami gangguan pada fungsi ginjal.
  • Orang-orang lansia dan yang memiliki kondisi fisik lemah.
  • Menderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  • Seorang dengan Immunocompromised (imunitas lemah).

Dosis Cimitidine dan Cara Pemakaian

Dosis pemakaian akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara umum, oleh sebab itu gunakanlah obat ini sesuai anjuran dokter.

Dosis lazim cimetidine untuk orang dewasa dengan penyakit tertentu:

  • Tukak lambung; cimetidine 400 mg dua kali sehari
  • Tukak usus duabelas jari (duodenum); 800 mg satu kali sehari malam hari menjelang tidur. Jika hasilnya kurang efektif maka dapat dibagi menjadi 200 mg di pagi dan siang hari sebelum atau sesudah makan dan 400 mg di malam hari menjelang tidur. Jika masih belum efektif juga maka tingkatkanlah dosisnya menjadi 400 mg empat kali sehari.
  • Sindrom Zollinger-Ellison; 300 mg empat kali sehari sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur.
  • Refluks gastroesofagus (GERD); 800 mg dua kali sehari, atau 400 mg empat kali sehari sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur.
  • Maag (gastritis); 800 mg sekali sehari menjelang tidur, atau 300 mg empat kali sehari sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur.
  • Gangguan pencernaan lain; cimetidine 200 mg empat kali sehari.

Efek Samping Cimitidine

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, cimitidine juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Pusingdiare, mengantuk, pembesaran payudara.
  • Efek samping sistem saraf; perubahan status mental yang parah, termasuk depresi, agitasi, disorientasi, kebingungan, delirium, ucapan yang tidak jelas, kelesuan, dan halusinasi.
  • Efek samping psikiatri seperti ucapan yang tidak jelas, kelesuan, depresi, paranoia, agitasi, mania, halusinasi, psikosis, dan hilangnya libido.
  • Efek samping endokrin; ginekomastia, terjadi pada 0,3% sampai 1% pasien yang diobati untuk kondisi nonhypersecretory selama 1 bulan atau lebih.
  • Efek samping ginjal; peningkatan kreatinin serum.
  • Efek samping dermatologis; ruam ringan, kulit kering kering (xerosis), dermatitis seboroik, eritema annular sentrifugum, eritema multiforme, dermatitis eksfoliatif, dan nekrolisis epidermal toksik.
  • Efek samping imunologis termasuk kasus eksaserbasi lupus eritematosus sistemik kutaneous dan vaskulitis kulit yang diinduksi dengan cimitidine.
  • Efek samping hipersensitivitas; urtikaria, pruritus, demam, angioedema, dan anafilaksis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat cimitidine ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Beritahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap cimitidine atau obat sejenisnya.
  • Beritahu dokter dan apoteker obat resep dan non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda pakai.
  • Jika Anda memakai antasida, digoksin, ketoconazole (Nizoral, Mycoral), minumlah dahulu 2 jam sebelum cimitidine.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah atau memiliki human immunodeficiency virus (HIV), acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), atau gangguan pada fungsi ginjal dan hati.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Ibu menyusui sebaiknya menghindari penggunaan obat ini karena diketahui ikut terbawa dalam ASI meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang risiko dan manfaat mengonsumsi cimitidine jika Anda berusia 65 tahun atau diatasnya.
  • Hentikan pemakaian jika muncul gejala alergi di luar efek samping normalnya.
  • Tidak disarankan untuk anak-anak usia di bawah 16 tahun, kecuali atas saran dari dokter.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan obat ini.
  • Hindari kegiatan seperti berkemudi atau mengoperasikan mesin ketika mengonsumsi obat ini, karena cimetidine dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan gangguan keseimbangan.
  • Jika selama 14 hari kondisi Anda tidak berangsur membaik atau malah semakin memburuk, hentikan penggunaan obat ini dan segera berkonsultasi pada dokter.