Citicoline obat apa?

Citicoline adalah substansi yang secara alami terdapat pada otak. Dalam bentuk obat, citicoline umumnya diresepkan untuk mengatasi kerusakan jaringan otak akibat penyakit alzhaimer dan penyakit demensia lainnya. Beberapa kondisi kesehatan lain seperti trauma kepala, hilang ingatan karena tua, penyakit parkinson, hiperaktivitas atau ADHD, stroke dan glaukoma juga menggunakan citicoline untuk pemulihan dan meringankan gejala.

Citicoline awalnya dikembangkan untuk mengatasi stroke, kemudian digunakan juga untuk mengatasi masalah yang terjadi pada otak. Di Amerika obat ini digunakan sebagai suplemen makanan untuk otak.

Ikhtisar Obat Citicoline

Jenis obatNeurotropik
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi kerusakan pada jaringan otak akibat penyakit atau trauma
KonsumenDewasa
SediaanTablet dan injeksi
MerekBeclov, Brainact, Brainolin, Citicolin OGB Dexa Medica, Nicobrain, Citicol, Citikon, dll
Citicoline 500 mg

Citicoline 500 mg dengan merek Citikon-500

Mekanisme Kerja

Cara kerja citicoline secara rinci belum diketahui, namun diperkirakan substansi ini dapat meningkatkan zat kimia otak yang disebut phospatidylcolin. Zat dari kelas phospolipid yang sering disingkat PC ini menjalankan fungsi yang cukup penting pada otak.

Obat ini juga diketahui dapat meningkatkan aliran darah dan penyerapan oksigen di otak. Selain itu citicoline juga terlibat pada biosintesis lecithin yang dikenal bertugas melindungi sel dari oksidasi dan merupakan bagian pelindung yang mengelilingi otak. Obat ini juga dapat membantu memperbaiki lapisan otak yang mengalami kerusakan terutama akibat cidera.

Indikasi atau Kegunaan Citicoline

Citicoline umumnya digunakan untuk beberapa kondisi kesehatan yang berhubungan dengan pemulihan pada jaringan otak. Beberapa kondisi dinilai cukup efektif namun kondisi lainnya masih dianggap belum cukup bukti untuk keefektifannya.

Cukup efektif untuk kondisi:

  • Hilang ingatan akibat penuaan. Dinilai cukup efektif membantu penderita hilang ingatan yang sudah berumur 50 – 80 tahun.
  • Penyakit cerebrovascular (masalah sirkulasi darah di otak). Dinilai efektif membantu meningkatkan memori pada penderita penyakit cerebrovascular menahun seperti stroke.
  • Pemulihan stroke. Pemberian citicolin secara intravena diketahui cukup efektif memulihkan stroke dalam pemulihan selama 3 bulan.

Beberapa kondisi yang dinilai masih perlu pembuktian lebih lanjut:

  • Penyakit alzheimer dan penyakit demensia lainnya.
  • Ambylopia (lazy eye/ mata malas).
  • Gangguan bipolar.
  • Ketergantungan kokain.
  • Glaukoma.
  • Ischemic optik neuropathy.
  • Meningkatkan kemampuan mengingat.
  • Menguatkan otot pada penderita stroke.
  • Penyakit parkinson.
  • Pemulihan setelah operasi.
  • Demensia vaskuler.
  • ADHD.
  • Trauma kepala.

Kontraindikasi

Meskipun citicoline merupakan zat yang terkandung secara alami dalam tubuh, penerimaan seseorang terhadap obat bisa berbeda-beda. Mereka yang memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan obat citicoline ini tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya.

Dosis Citicoline dan Cara Penggunaan

Citicoline tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 200 mg dan 500 mg.
  • Injeksi: 250 mg/ 2mL dan 1.000 mg/ 8 mL.
citicoline injeksi

Kemasan citicoline injeksi dengan merek Citicol

Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Untuk pengobatan penyakit parkinson, kelainan cerebrovaskular, dan trauma kepala
    • Obat oral: 200 – 600 mg/ hari dapat dibagi dalam beberapa dosis.
    • Obat suntik (intramuscular atau intravena): hingga 1 g/hari.
  • Penanganan awal stroke akibat adanya penggumpalan (stroke iskemik): 500 – 2000 mg/ hari dimulai dari 24 jam setelah muncul gejala stroke.
  • Untuk meningkatkan ingatan akibat penuaan: 1000 – 2000 mg/ hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis citicoline  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Citicoline

Citicoline umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Susah tidur (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Tekanan darah rendah atau tinggi.
  • Mual.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri dada.

Efek Overdosis Citicoline

Penggunaan dosis yang berlebihan atau dalam kondisi tidak sengaja mengonsumsi terlalu banyak mengonsumsi obat ini dapat melipatgandakan efek samping yang menjadikannya berbahaya. Jika terjadi efek overdosis seperti muntah yang parah dan kesulitan bernafas segera hubungi kegawatdaruratan medis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Selalu konsumsi obat ini berdasarkan resep dokter dan hentikan penggunaan jika timbul reaksi alergi.
  • Perbanyak minum air putih saat mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini dinilai tidak aman digunakan dalam jangka panjang (lebih dari 90 hari), oleh karena itu gunakan sesuai anjuran dokter dan jangan mengonsumsinya tanpa resep dari dokter.
  • Obat ini tidak digunakan untuk anak-anak dan bayi.
  • Penggunaan dengan cara intra muscular hanya jika tidak efek yang berbahaya dan pada dosis yang kecil lebih dulu.
  • Penggunaan obat ini untuk kondisi yang gawat, pasien harus dijaga suhu badannya tetap rendah.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat citicoline boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Belum banyak data tentang keamanan obat citicoline jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Untuk itu, lebih baik menghindari penggunaannya agar terhindar dari efek yang tidak diinginkan.
  • Belum ada data apakah obat ini dapat masuk dalam saluran ASI ibu menyusui. Karenanya sebaiknya menghindari konsumsi obat ini saat sedang menyusui.

Interaksi Obat

Masih belum ada data tentang interaksi citicoline dengan obat lainnya namun penggunaan bersamaan dengan konsumsi alkohol dapat meningkatkan efek negatifnya.