Claneksi obat apa?

Claneksi adalah obat kombinasi antara amoxicillin dan asam klavulanat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang sudah resisten terhadap amoxicillin tunggal. Gabungan dua jenis obat ini membuat Claneksi dapat membasmi lebih banyak jenis bakteri.

Resistensi bakteri terhadap amoxicillin terjadi akibat luasnya penggunaan antibiotik tipe penisilin. Hal ini terjadi karena bakteri memiliki mekanisme pertahanan dengan cara memproduksi zat kimia yang disebut beta-laktamase, inilah enzim yang dapat menetralisir kerja antibiotik tipe penisilin.

Atas alasan inilah digunakan asam klavulanat yang merupakan zat penghambat beta-laktamase, sehingga menghambat bakteri dalam menghentikan amoxicillin. Oleh karena itu, Claneksi dapat membunuh bakteri yang resisten atau kebal terhadap amoxicillin.

Ikhtisar Obat Claneksi

Jenis obatAntibotik
Kandunganamoxicillin dan asam klavulanat
KegunaanMengobati infeksi akibat bakteri yang resisten terhadap amoxicillin
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
SediaanClaneksi 500 kaplet, Claneksi Forte 250 Syrup kering, dan Claneksi 125 Syrup kering.

 

Claneksi 500 Kaplet salut film

Claneksi 500 Kaplet salut film

 

Claneksi syrup kering

Claneksi Forte syrup dan Calneksi Syrup

Mekanisme Kerja

Cara kerja Co amoxcilav merupakan gabungan kerja antara amoxicillin dengan asam klavulanat. Amoxicillin bekerja dengan cara menghancurkan peptidoglikan yang merupakan pelindung dinding sel bakteri. Saat bakteri membelah diri, amoxicillin bekerja menghambat pembentukan peptidoglikan sehingga bakteri mengalami lisis dan mati.

Sementara itu asam klavulanat merupakan substansi yang dapat menghambat pembentukan beta-laktamase yang diproduksi bakteri untuk melindungi dirinya dari serangan antibiotik tipe penisilin seperti amoxicillin.

Gabungan amoxicillin dan asam klavulanat ini membuat Claneksi ampuh mengatasi serangan bakteri dari berbagai jenis termasuk juga bakteri yang resisten terhadap amoxicillin.

Indikasi atau Kegunaan Claneksi

Claneksi digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, terutama bakteri yang resisten terhadap amoxicillin, diantaranya yaitu:

  • Sinusitis akut akibat bakteri.
  • Radang telinga tengah akut.
  • Eksaserbasi akut akibat bronkitis kronis.
  • Pneumonia.
  • Sistitis (infeksi kandung kemih).
  • Radang ginjal akibat bakteri (Pyelenefritis).
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak akibat selulitis, gigitan hewan, abses gigi parah yang disertai selulitis.
  • Infeksi pada tulang dan sendi, khususnya osteomielitis.

Kontraindikasi 

Orang yang diketahui memiliki beberapa kondisi seperti dibawah ini tidak dianjurkan menggunakan Claneksi:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap emoxicillin atau asam klavulanat.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap agen beta laktam lainnya seperti cephalosporin, carbapenem atau monobactam.
  • Memiliki riwayat penyakit kuning setelah mengonsumsi obat ini.
  • Menderita gangguan ginjal dan hati yang berat.
  • Sedang menjalani cuci darah (hemodialisis).

Dosis Claneksi dan Cara Penggunaannya

Claneksi tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis seperti berikut:

  • Kaplet salut film : Tiap Claneksi 500 kaplet salut film mengandung Amoksisilin 500 mg dan Kalium Klavulanat yang setara dengan 125 mg Asam Klavulanat.
  • Claneksi Forte Sirop kering: Tiap  5 ml mengandung Amoksisilin 250 mg dan Kalium Klavulanat yang setara dengan 62,5mg Asam Klavulanat.
  • Claneksi Sirop kering : Tiap  5 ml mengandung Amoksisilin 125 mg dan Kalium Klavulanat yang setara dengan 31,25mg Asam Klavulanat.

( ! ) Dosis Claneksi yang tepat sesuai dengan anjuran dokter setelah melakukan pemeriksaan.

Adapun dosis umum yang direkomendasikan yaitu:

Pengobatan infeksi untuk dewasa dan anak > 12 tahun (KAPLET):

  • Infeksi ringan sampai sedang : 1 tablet 375 mg, 3 kali sehari.
  • Infeksi berat : 1 kaplet 625 mg, 3 kali sehari.
  • Infeksi gigi: 1 kaplet 375 mg, 3 kali sehari selama 5 hari.

Dosis CLANEKSI Sirop kering untuk anak-anak:

  • < 1 tahun: 2 ml sirop kering 156,25 mg, 3 kali sehari,
  • > 6 tahun (10-18 kg): 5 ml sirop kering 156,25 mg, 3 kali sehari.
  • > 6 tahun: 5 ml sirop kering 312,5 mg. 3 kali sehari.

Pada prinsipnya dosis anak-anak adalah 25 mg/kg berat badan sehari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.

Pada pasien gangguan fungsi ginjal dosisnya harus disesuaikan, yaitu:

  • Gangguan fungsi ginjal ringan (bersihan kreatinin > 30 ml/menit): tidak ada penyesuaian dosis.
  • Gangguan fungsi ginjal sedang (bersihan kreatinin 10-30 ml/menit): 1 tablet 375 mg atau 1 kaplet 625mg setiap 12 jam.
  • Gangguan fungsi ginjal berat (bersihaan Kreatinin < 10 ml/menit): tidak lebih dari 1 tablet 375 mg setiap 12 jam.

Petunjuk Penggunaan:

  • Sebaiknya minum obat bersamaan atau setelah makan agar meminimalisir masalah pencernaan yang mungkin muncul serta mempercepat absorbsi amoxicillin dan asam klavulanatnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Claneksi pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Claneksi

Claneksi umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Reaksi alergi ringan hingga berat terhadap komponen obat ini, umumnya muncul pada seseorang dengan riwayat alergi penisilin. Untuk itu sebelum menggunakan Claneksi selalu sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami alergi terhadap antibiotik jenis penisilin atau agen beta laktam lainnya.
  • Disfungsi hati, termasuk hepatitis dan hepatitis kolestatis pernah dilaporkan disebabkan oleh penggunaan obat ini. Untuk itu, perlu pengawasan dokter saat menggunakannya pada penderita gangguan fungsi hati.
  • Clostridium difficlie, merupakan kondisi peradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri C. difficile. Kondisi ini mungkin terjadi akibat penggunaan antibiotik termasuk Claneksi, maka seseorang yang memiliki riwayat penyakit ini sebaiknya tidak menggunkan Claneksi.
  • Ruam kulit pada penderita mononukleosis, banyak dilaporkan terjadi akibat efek samping penggunaan amoxicillin. Oleh karena itu sebaiknya tidak menggunakan Claneksi untuk penderita mononukleosis.
  • Jika terjadi pertumbuhan mikroba secara tidak wajar, penggunaan Claneksi sebaiknya tidak dilanjutkan.
  • Penggunaan Claneksi pada kondisi yang sebenarnya tidak ada infeksi bakteri malah akan memunculkan risiko terbentuknya bakteri yang resisten terhadap obat ini.

Efek Overdosis Claneksi

Penggunaan Claneksi melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, diantaranya:

  • Nefritis interstisial
  • Kristaluria

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hati-hati penggunaan obat ini untuk penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Selalu patuhi dosis dan cara mengonsumsi yang sudah disarankan oleh dokter.
  • Selalu sampaikan ke dokter jika Anda pernah mengalami alergi obat.
  • Sampaikan juga obat apa saja yang sedang Anda konsumsi sebelum mengonsumsi Claneksi.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Claneksi boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Untuk ibu hamil, penggunaan obat ini cukup aman asalkan sesuai anjuran dan pengawasan dari dokter. Obat Claneksi masuk dalam kategori B untuk obat kehamilan yang berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Namun penggunaan antibiotik ini dalam proses ibu melahirkan tidak disarankan karena belum ada banyak data yang menunjukkan apakah obat ini aman ataukah akan menyebabkan semakin lamanya waktu persalinan
  • Claneksi terbukti dapat masuk dalam ASI sehingga berpotensi menyebabkan alergi pada bayi yang disusui apabila ia rentan. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik ini tidak dianjurkan untuk ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Claneksi, diantaranya adalah:

  • Probenesid.
  • Obat antikoagulan tablet.
  • Allupurinol.
  • Obat kontrasepsi oral.