Clobazam adalah obat golongan benzodiazepin untuk mengatasi gangguan kecemasan yang parah. Kegunaan lain dari obat ini yakni sebagai terapi tambahan atau membantu meredakan kejang-kejang pada penderita epilepsi.

Perlu diingat bahwa, obat ini hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Informasi yang ada dalam tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek samping secara umum. Hubungi dokter Anda untuk saran terbaik.

Mengenal Obat Clobazam

Clobazam tersedia dalam bentuk tablet 1o mg dengan berbagai merek dagang, meskipun ada juga yang Generik. Obat yang tergolong benzodiazepin ini bekerja berdasarkan potensiasi inhibisi neuron di otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk mengurangi laju dari cetusan impuls saraf yang berlebihan di otak.

Clobazam

contoh kemasan obat Clobazam

Clobazam mengikat pada tempat pengikatan yang berbeda yang terkait dengan ionopori klorida pada reseptor GABA post-synaptic. Reseptor GABA ini berada di berbagai lokasi di SSP dan clobazam meningkatkan durasi waktu dimana ionopori klorida terbuka. Akibatnya, hiperpolarisasi dan stabilisasi membran terjadi karena efek hambat pasca-sinaptik GABA ditingkatkan.

Dengan mekanisme kerja tersebut, maka obat ini dapat menghasilkan efek anti konvulsi (antikejang), ansiolitik (anticemas), sedatif (mengantuk), relaksasi otot, dan amnestik (menurunkan daya ingat).

Penggunaan obat ini harus disertai dengan perawatan yang baik karena dapat memicu dorongan untuk bunuh diri pada pasien. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan kontrol dan pengawasan kepada pasien selama menggunakan obat ini.

Indikasi dan Kegunaan

Clobazam obat apa? Berdasarkan uraian mekanisme kerjanya tersebut, maka obat clobazam dapat digunakan untuk:

  • Membantu mengobati gangguan kecemasan yang parah.
  • Sebagai terapi tambahan untuk penderita epilepsi.
  • Mengatasi dan mengendalikan kejang-kejang pada penderita epilesi.
  • Membantu mengobati penderita psikotik.

Kontraindikasi

Perlu diingat! Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, Clobazam tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap Clobazam dan obat benzodiazepin lainnya.
  • Wanita hamil (terutama pada trimester awal) dan Ibu menyusui.
  • Anak-anak di bawah umur 6 tahun.
  • Riwayat ketergantungan obat atau alkohol.
  • Mengalami insufisiensi pernafasan berat.
  • Miastenia gravis (penyakit autoimun kronis).
  • Penderita sindrom sleep apnea.
  • Gangguan hati kronis.
  • Memiliki penyakit psikotik.

Dosis Clobazam dan Cara Pemakaian

Clobazam tersedia dalam bentuk tablet, dengan dosis yang tersedia adalah 10 mg dan 20 mg. Adapun dosis yag sering dianjurkan sebagai berikut:

Dosis Clobazam untuk Dewasa

  • Untuk terapi tambahan epilepsi, dosis awal yang dianjurkan adalah 20 mg sampai 30 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dengan dosis maksimal 60 mg per hari.
  • Untuk gangguan kecemasan yang parah, dosis yang dianjurkan adalah 20 mg sampai 30 mg yang dikonsumsi pada malam hari sebanyak 1 kali sehari dan digunakan selama 2- 4 minggu dengan dosis maksimal 60 mg per hari.

Dosis untuk Lansia

  • Untuk terapi tambahan epilepsi, dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg sampai per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dengan pantauan medis.
  • Untuk gangguan kecemasan yang parah, dosis awal adalah dosis rendah dengan penambahan dosis secara bertahap hingga 10- 20 mg per hari.

Dosis Clobazam untuk Anak-anak (usia di atas 6 tahun)

  • Untuk terapi tambahan epilepsi, dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg sampai per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dengan dosis maksimal 60 mg per hari.

Efek Samping Clobazam

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping clobazam yang umum terjadi diantaranya:

  • Menyebabkan kantuk.
  • Pusing.
  • Linglung.
  • Respons lamban.
  • Gerakan mata yang abnormal.
  • Gangguan koordinasi tubuh.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Mulut terasa kering.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Merasa lemah, dan lelah.
  • Mudah marah.
  • Mengeluarkan air liur.
  • Gangguan tidur (insomnia).
  • Sulit menelan.
  • Demam ringan.
  • Batuk tidak berdahak.

Hentikan penggunaan obat clobazam dan segera mencari pertolongan medis, apabila Anda mengalami efek samping yang serius, seperti di bawah ini :

  • Kebingungan atau halusinasi.
  • Demam menggigil.
  • Batuk berdahak kuning atau hijau.
  • Sesak napas.
  • Merasa ingin pingsan.
  • Terasa sakit atau seperti terbakar saat buang air kecil.
  • Jarang atau tidak sama sekali buang air kecil.
  • Sakit tenggorokan.
  • Bengkak pada wajah atau lidah.
  • Mata terasa terbakar.
  • Ruam merah atau ungu yang menyebar pada kulit (terutama bagian wajah atau tubuh bagian atas) dan kulit melepuh dan mengelupas.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat clobazam, perhatikan hal-hal berikut :

  • Obat ini dapat diminum sebelum atau setelah makan.
  • Jangan gunakan obat clobazam dalam jangka waktu lama karena dapat menyebabkan ketergantungan dan bahkan gejala putus obat.
  • Gunakan dosis awal yang rendah, kemudian dapat ditingkatkan sesuai respons tubuh Anda terhadap obat.
  • Untuk menghindari gejala putus obat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum berhenti menggunakan obat ini.
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama masa mengonsumsi obat ini karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Hindari mengendarai kendaraan karena clobazam dapat menyebabkan kantuk.

Apabila timbul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis. Selalu berkonsultasi dan memeriksakan diri secara rutin ke dokter selama menggunakan obat ini.  Proses tersebut akan membantu dokter untuk memantau perkembangan kondisi Anda.

Gunakan Clobazam sesuai anjuran dokter dan baca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Apabila Anda lupa minum obat ini, maka sebaiknya segera minum dan beri jeda waktu pada pemberian obat yang selanjutnya. Jangan sekali-kali menggandakan dosis atau berhenti menggunakan obat ini tanpa rekomendasi dari dokter.