Co Amoxiclav obat apa?

Co Amoxiclav adalah obat kombinasi antara amoxicillin dan asam klavulanat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang sudah resisten terhadap amoxicillin tunggal. Gabungan dua jenis obat ini membuat co amoxiclav dapat membasmi lebih banyak jenis bakteri.

Resistensi bakteri terhadap amoxicillin terjadi akibat luasnya penggunaan antibiotik tipe penisilin. Hal ini terjadi karena bakteri memiliki mekanisme pertahanan dengan cara memproduksi zat kimia yang disebut beta-laktamase, inilah enzim yang dapat menetralisir kerja antibiotik tipe penisilin.

Atas alasan inilah digunakan asam klavulanat yang merupakan zat penghambat beta-laktamase, sehingga menghambat bakteri dalam menghentikan amoxicillin. Oleh karena itu, co amoxiclav dapat membunuh bakteri yang resisten atau kebal terhadap amoxicillin.

Ikhtisar Obat Co Amoxiclav

Jenis obatAntibotik
KategoriObat resep
KegunaanMengobati infeksi akibat bakteri yang resisten terhadap amoxicillin
KonsumenDewasa
SediaanTablet, syrup, injeksi
MerekAclam, amocomb, ancla, capsinat, betaclav, bellamox, clabat, dexyclav, protamox, vulamox, Augmentin
co amoxiclav

contoh kemasan co amoxiclav 625 mg.

Mekanisme Kerja

Cara kerja Co amoxcilav merupakan gabungan kerja antara amoxicillin dengan asam klavulanat. Amoxicillin bekerja dengan cara menghancurkan peptidoglikan yang merupakan pelindung dinding sel bakteri. Saat bakteri membelah diri, amoxicillin bekerja menghambat pembentukan peptidoglikan sehingga bakteri mengalami lisis dan mati.

Sementara itu asam klavulanat merupakan substansi yang dapat menghambat pembentukan beta-laktamase yang diproduksi bakteri untuk melindungi dirinya dari serangan antibiotik tipe penisilin seperti amoxicillin.

Gabungan amoxicillin dan asam klavulanat ini membuat co amoxiclav ampuh mengatasi serangan bakteri dari berbagai jenis termasuk juga bakteri yang resisten terhadap amoxicillin.

Indikasi atau Kegunaan Co Amoxiclav

Co amoxiclav digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, terutama bakteri yang resisten terhadap amoxicillin, diantaranya yaitu:

  • Sinusitis akut akibat bakteri.
  • Radang telinga tengah akut.
  • Eksaserbasi akut akibat bronkitis kronis.
  • Pneumonia.
  • Sistitis (infeksi kandung kemih).
  • Radang ginjal akibat bakteri (Pyelenefritis).
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak akibat selulitis, gigitan hewan, abses gigi parah yang disertai selulitis.
  • Infeksi pada tulang dan sendi, khususnya osteomielitis.

Kontraindikasi 

Orang yang diketahui memiliki beberapa kondisi seperti dibawah ini tidak dianjurkan menggunakan co amoxiclav:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap emoxicillin atau asam klavulanat.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap agen beta laktam lainnya seperti cephalosporin, carbapenem atau monobactam.
  • Memiliki riwayat penyakit kuning setelah mengonsumsi obat ini.
  • Menderita gangguan ginjal dan hati yang berat.
  • Sedang menjalani cuci darah (hemodialisis).

Dosis Co Amoxiclav dan Cara Penggunaannya

co amoxiclav syrup

Co Amoxiclav tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis seperti berikut:

  • Co Amoxiclav Tablet:
    • 250 mg/125 mg.
    • 500 mg/125 mg.
    • 875 mg/125 mg.
  • Co Amoxiclav Syrup Kering tiap 5 mL (1 sendok takar):
    • 125 mg/31,25 mg.
    • 200 mg/28,5 mg.
    • 250 mg/ 62,5 mg.
    • 400 mg/70 mg.
  •  Injeksi: 10 mL dan 25 mL vial.

Kekuatan dosis pertama (atas) menunjukkan kandungan amoxicillin sedangkan angka bawah menunjukkan kandungan asam klavulanat.

Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter. Adapun dosis lazimnya adalah sebagai berikut:

# Dosis Dewasa

Tablet

  • Dosis lazim dewasa: 500 mg diminum 2 kali sehari atau 250 mg tablet diminum 3 kali sehari.
  • Dosis untuk infeksi parah atau infeksi pada saluran pernapasan: 875 mg 2 kali sehari atau 500 mg tablet 3 kali sehari.

Suspensi Oral

  • Dosis lazim: 250 mg/5 mL suspensi 3 kali sehari.
  • Dosis infeksi parah: Co Amoxiclav 250 mg/5 ml sebanyak 2 sendok takar, 3 kali sehari.

Peringatan! jangan menggabungkan dosis 2 kali 250 mg tablet menjadi 500 mg tablet karena 250 mg dan 500 mg co amoxiclav mengandung asam klavulanat yang sama yaitu 125 gr.

Injeksi

  • Dosis lazim: 1,2 gr melalui injeksi intramuskular atau intravena, 3 kali sehari (8 jam sekali) selama 14 hari kemudian dilakukan peninjauan ulang setelahnya.
  • Dosis untuk operasi: 1,2 – 2,2 gr pada induksi anastesi dan maksimal 3 kali dalam 24 jam sesuai dengan lamanya prosedur operasi.

# Dosis Anak-anak

  • Bayi umur < 12 bulan : Dosis lazimnya: 30 mg/kg/hari 2 kali sehari.
  • Bayi umur > 12 minggu (3 bulan) atau lebih : Dosis dapat dilihat pada tabel dosis co amoxiclav untuk bayi >3 bulan berikut.
INFEKSIDOSIS
Otitis media, sinusitis, infeksi saluran pernapasan bawah, dan infeksi  lebih parah45 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis40 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis.
Infeksi yang lebih ringan25 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis20 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis.

* Untuk anak-anak dengan berat lebih dari 40 kg dosis yang digunakan disamakan dengan dosis dewasa.

# Dosis untuk Penderita Gangguan Fungsi Ginjal

Seseorang dengan gangguan fungsi ginjal biasa umumnya tidak perlu mengurangi dosis co amoxiclav, kecuali jika kerusakan ginjalnya sudah parah. Berikut ini pedoman penyesuaian dosisi untuk penderita gangguan fungsi ginjal:

  • Tingkat filtrasi glomerulus <30 mL/min seharusnya tidak diberikan dosis 875 gr.
  • Tingkat filtrasi glomerulus 10 – 30 mL/ min : 250 – 500 mg setiap 12 jam.
  • Tingkat FG < 10 mL/ min : 250 – 500 mg setiap 24 jam.

Untuk pasien hemodialisis (cuci ginjal) dosisnya 250 – 500 mg setiap 24 jam sekali tergantung dari keparahan infeksinya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk obat yang di telan gunakanlah setelah makan agar meminimalisir masalah pencernaan yang mungkin muncul serta mempercepat absorbsi amoxicillin dan asam klavulanatnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis co amoxiclav pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Co Amoxiclav

Co amoxiclav umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Reaksi alergi ringan hingga berat terhadap komponen obat ini, umumnya muncul pada seseorang dengan riwayat alergi penisilin. Untuk itu sebelum menggunakan co amoxiclav selalu sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami alergi terhadap antibiotik jenis penisilin atau agen beta laktam lainnya.
  • Disfungsi hati, termasuk hepatitis dan hepatitis kolestatis pernah dilaporkan disebabkan oleh penggunaan obat ini. Untuk itu, perlu pengawasan dokter saat menggunakannya pada penderita gangguan fungsi hati.
  • Clostridium difficlie, merupakan kondisi peradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri C. difficile. Kondisi ini mungkin terjadi akibat penggunaan antibiotik termasuk co amoxiclav, maka seseorang yang memiliki riwayat penyakit ini sebaiknya tidak menggunkan co amoxiclav.
  • Ruam kulit pada penderita mononukleosis, banyak dilaporkan terjadi akibat efek samping penggunaan amoxicillin. Oleh karena itu sebaiknya tidak menggunakan co amoxiclav untuk penderita mononukleosis.
  • Jika terjadi pertumbuhan mikroba secara tidak wajar, penggunaan co amoxiclav sebaiknya tidak dilanjutkan.
  • Penggunaan co amoxiclav pada kondisi yang sebenarnya tidak ada infeksi bakteri malah akan memunculkan risiko terbentuknya bakteri yang resisten terhadap obat ini.

Efek Overdosis Co Amoxiclav

Penggunaan co amoxiclav melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, diantaranya:

  • Nefritis interstisial
  • Kristaluria

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hati-hati penggunaan obat ini untuk penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Selalu patuhi dosis dan cara mengonsumsi yang sudah disarankan oleh dokter.
  • Selalu sampaikan ke dokter jika Anda pernah mengalami alergi obat.
  • Sampaikan juga obat apa saja yang sedang Anda konsumsi sebelum mengonsumsi co amoxiclav.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat co amoxiclav boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Untuk ibu hamil, penggunaan obat ini cukup aman asalkan sesuai anjuran dan pengawasan dari dokter. Obat co amoxiclav masuk dalam kategori B untuk obat kehamilan yang berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Namun penggunaan antibiotik ini dalam proses ibu melahirkan tidak disarankan karena belum ada banyak data yang menunjukkan apakah obat ini aman ataukah akan menyebabkan semakin lamanya waktu persalinan
  • Co amoxiclav terbukti dapat masuk dalam ASI sehingga berpotensi menyebabkan alergi pada bayi yang disusui apabila ia rentan. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik ini tidak dianjurkan untuk ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan co amoxiclav, diantaranya adalah:

  • Probenesid.
  • Obat antikoagulan tablet.
  • Allupurinol.
  • Obat kontrasepsi oral.