Codeine adalah obat opioid (kadang disebut opiat) yang digunakan untuk mengobati rasa nyeri sedang sampai berat, mengobati batuk, dan diare. Ini termasuk golongan obat narkotika sehingga penggunaannya tidak sembarangan, alias harus berdasarkan resep dokter.

Biasanya codeine digunakan ketika obat pereda nyeri biasa seperti parasetamol atau ibuprofen sudah tidak efektif lagi mengatasi rasa sakit. Ketika batuk kering begitu mengganggu, dan ketika diare parah. Ketahui lebih lanjut mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan hal-hal penting lainnya.

Mengenal Obat Codeine

Di apotek, Codeine (dibaca: Kodein) tersedia dalam bentuk tablet dengan variasi kekuatan dosis 15 mg, 20 mg, 60 mg. Di samping itu, tersedia juga dalam bentuk cairan injeksi.

Codeine merupakan agonis opiat di SSP, mirip dengan turunan fenantrena lainnya seperti morfin. Obat ini bekerja selektif pada reseptor mu, tapi dengan afinitas jauh lebih lemah daripada morfin. Proses ini menyebabkan berkurangnya rasa sakit, refleks batuk, dan pergerakan usus.

Selain berdiri sendiri, Codeine juga terkandung dalam sejumlah obat-obatan lainnya dalam bentuk kombinasi. Bahkan efek antinyerinya akan lebih kuat bila dikombinasikan dengan parasetamol (asetaminofen) atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin atau ibuprofen .

contoh kombinasi Codeine dengan Parasetamol

Peringatan! Codeine bisa memperlambat atau menghentikan pernapasan, dan mungkin menyebabkan kecanduan. Oleh karena itu, ikutilah pemakaian obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Jangan pernah memberi obat ini pada orang lain tanpa sepengetahuan dokter.

Indikasi dan Kegunaan

Codeine obat apa? Sesuai dengan mekanisme kerjanya, kegunaan obat ini antara lain:

  • Sebagai analgesik untuk menghilangkan nyeri ringan sampai sedang.
  • Kodein ditujukan untuk pasien yang berusia lebih dari 12 tahun untuk pengobatan nyeri moderat akut yang tidak dapat disembuhkan oleh obat analgesik lainnya seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Untuk menghilangkan gejala batuk dan diare.

Kontraindikasi

Harap berhati-hati! Codeine tidak boleh dikonsumsi oleh seseorang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Hipersensitivitas terhadap codeine, opioid lain atau eksipien lainnya.
  • Depresi pernafasan akut.
  • Penyakit saluran pernafasan obstruktif – misalnya emfisema.
  • Asma – Opioid tidak boleh diberikan selama serangan asma.
  • Gagal hati.
  • Cedera kepala atau kondisi dimana meningkatnya tekanan pada intrakranial.
  • Pecandu alkohol.
  • Resiko ileus paralitik.
  • Pada semua pasien anak-anak (0-18 tahun) yang menjalani tonsilektomi dan / atau adenoidektomi untuk sindrom apnea tidur obstruktif karena peningkatan risiko pengembangan reaksi merugikan serius dan mengancam jiwa.
  • Pada anak-anak di bawah usia 12 tahun yang sedang dalam pengobatan batuk simtomatik. Karena dapat meningkatkan resiko pengembangan reaksi yang serius dan dapat mengancam jiwa.
  • Pada ibu menyusui.
  • Pada pasien penderita CYP2D6 ultra-rapid metabolisers.

Dosis Codeine dan Cara Pemakaian

Dosis penggunaan codeine akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien secara umum dan usia pasien, oleh sebab itu gunakanlah obat ini persis seperti anjuran dari dokter.

Adapun dosis lazim yang direkomendasikan yaitu:

Dosis Codeine Sebagai Analgetik untuk Nyeri

  • Dewasa: 30-60mg setiap empat jam sampai dosis maksimum 240 mg setiap hari.
  • Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi hati atau ginjal.
  • Anak-anak diatas  12 tahun: 30 sampai 60 mg setiap 6 jam bila diperlukan sampai dosis maksimal 240mg setiap hari. Dosis berdasarkan berat badan (0,5-1mg / kg).

Dosis Codeine untuk Diare

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 15-60mg tiga sampai empat kali sehari.
  • Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi hati atau ginjal.
  • Anak di bawah 12 tahun: Tidak dianjurkan.

Dosis Codeine sebagai Obat Batuk

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 15-30mg tiga sampai empat kali sehari.
  • Lansia: Dosis harus dikurangi pada orang tua dimana ada penurunan fungsi hati atau ginjal.
  • Anak-anak berusia 12 tahun sampai 18 tahun: Codeine tidak disarankan untuk digunakan pada anak-anak, mengingat bahwa depresi fungsi pernafasan yang terganggu ketika mengalami batuk.

Cara Konsumsi Kodein yang Benar:

  • Sebaiknya minum obat ini bersama dengan makanan atau susu. Terutama jika ada masalah lambung.
  • Minum 6 sampai 8 gelas air setiap hari untuk mencegah sembelit setelah menggunakan obat ini. Jika terjadi sembelit, jangan gunakan pencahar tanpa terlebih dahulu bertanya kepada dokter.
  • Jangan berhenti menggunakan obat codeine secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang, atau Anda bisa mengalami gejala muntah-muntah. Tanyakan kepada dokter bagaimana cara berhenti menggunakan obat ini dengan aman.
  • Simpan obat pada suhu kamar.
  • Codeine masuk dalam daftar obat terlarang, oleh karena itu, tidak dipergunakan oleh siapa pun tanpa resep dari dokter.
  • Setelah Anda berhenti menggunakan obat ini, buang pil yang tidak terpakai ke toilet. Pembuangan obat-obatan ini dianjurkan untuk mengurangi bahaya overdosis yang tidak disengaja yang menyebabkan kematian. Saran ini berlaku untuk sejumlah kecil obat saja.

Efek Samping Codeine

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, codeine juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Merasa pusing atau mengantuk.
  • Mual, muntah, sakit perut.
  • Sembelit.
  • Berkeringat.
  • Gatal ringan atau ruam.

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami gejala seperti berikut:

  • Denyut jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas tersengal-sengal atau sesak napas.
  • Kebingungan, agitasi, halusinasi, pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Perasaan gembira atau sedih.
  • Kejang-kejang.
  • Bermasalah dengan buang air kecil.
  • Infertilitas, periode menstruasi tidak teratur.
  • Impotensi, masalah seksual, kehilangan minat seks.
  • Kortisol rendah – mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing, kelelahan atau kelesuan.

Segera dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki gejala sindrom serotonin, seperti: agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, menggigil, denyut jantung cepat, kekakuan otot, kedutan, kehilangan koordinasi, mual, muntah, atau diare.

Baca juga: Efek Samping Paracetamol dan Cara Menghindarinya

Peringatan dan Perhatian

Beberapa obat kemungkinan tidak cocok untuk kondisi kesehatan tertentu, dan terkadang penggunaannya harus dalam pengawasan ekstra. Untuk itu, sebelum Anda menggunakan obat codeine ini, beritahukan dokter jika Anda:

  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Memiliki masalah pada organ hati, atau masalah pada cara kerja ginjal Anda.
  • Memiliki masalah prostat atau kesulitan buang air kecil.
  • Memiliki masalah pernapasan, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Memiliki tekanan darah rendah atau degup jantung yang tidak normal.
  • Memiliki masalah dengan kelenjar tiroid atau kelenjar adrenal.
  • Memiliki epilepsi.
  • Memiliki batu empedu atau masalah pada saluran empedu.
  • Mengalami konstipasi selama lebih dari seminggu atau mengalami masalah inflamasi usus.
  • Memiliki kondisi yang menyebabkan kelemahan otot, yang disebut myasthenia gravis.
  • Baru saja mengalami cedera kepala parah.
  • Pernah kecanduan obat-obatan terlarang atau alkohol.
  • Pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat.
  • Mengonsumsi obat lain (termasuk obat-obatan yang Anda beli tanpa resep, seperti obat herbal dan komplementer).

Interaksi dengan Obat Lain

Obat codeine (opioid) dapat berinteraksi dengan banyak obat lain dan menyebabkan efek samping berbahaya atau bahkan kematian. Pastikan dokter Anda tahu jika Anda juga menggunakan obat-obatan berikut:

  • Obat-obatan narkotika lainnya (obat pereda nyeri opioid atau obat batuk resep).
  • Obat yang membuat mengantuk atau memperlambat pernapasan (pil tidur, pelemas otot, obat penenang, atau obat antipsikotik).
  • Obat yang mempengaruhi kadar serotonin di tubuh (obat untuk depresi, penyakit Parkinson, sakit kepala migrain, infeksi serius, atau pencegahan mual dan muntah).

Daftar ini belumlah lengkap. Obat lain dapat berinteraksi dengan codeine, termasuk obat resep dan obat yang bebas dijual seperti vitamin, suplemen dan produk herbal. Tidak semua kemungkinan interaksi tercantum dalam panduan pengobatan ini.