Counterpain obat apa?

Counterpain adalah obat dalam bentuk cream dan gel yang digunakan untuk meredakan nyeri otot dan nyeri sendi. Obat ini terdiri dari dua jenis, Counterpain cream dan Counterpain gel, keduanya dapat digunakan untuk meredakan nyeri saat terkilir, pegal-pegal atau cedera saat olahraga serta memar.

Obat yang diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia ini merupakan obat bebas yang dapat dijumpai di apotik-apotik dan dapat digunakan tanpa resep dokter. Untuk mengetahui lebih jelas tentang obat ini berikut kami ulas kegunaan, dosis, efek samping, kemungkinan interaksi dengan obat lain dan apakah berbahaya untuk ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Counterpain

Jenis obatAnalgesik topikal
KandunganMethyl salicylate, Eugenol, Menthol
KegunaanUntuk meredakan nyeri otot dan sendi
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanAman
SediaanCounterpain cool topical gel 5 gr, 15 gr, 30 gr, 60 gr dan Counterpain balm 5 gr, 15 gr, 30 gr, 60 gr, 120 gr.

counterpain dan counterpain cool

Mekanisme Kerja

Cara kerja Counterpain dapat diamati melalui kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Methyl salicylate, merupakan senyawa pereda nyeri muskoloskeletal pada otot, persendian dan tendon. Secara farmakologi obat ini mirip kerjanya dengan pereda nyeri seperti aspirin atau NSAID lainnya tapi digunakan secara topikal atau pada kulit. Senyawa ini bekerja mengiritasi  serta melebarkan pembuluh darah disekitarnya, kontra-iritasi dianggap mampu mengurangi nyeri otot karena mengiritasi ujung saraf sensori akan mengubah atau mengimbangi rasa sakit pada otot dan sendi karena terjadi pada saraf yang sama. Selain itu senyawa ini juga bekerja menghambat enzim siklooksigenasi yang menyebabkan nyeri dan peradangan.
  • Eugenol, merupakan molekul fenolik yang secara alami terdapat pada kayu manis, cengkeh dan daun salam. Senyawa ini digunakan sebagai antiseptik dan kontra-iritasi untuk meringankan nyeri otot dan sendi. Eugenol juga diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, antipiretik, neuroprotektif, antioksidan, antijamur, dan analgesik.
  • Menthol, merupakan senyawa organik kovalen yang dapat dibuat secara sintetis maupun melalu penyulingan papermint atau daun mint lainnya. Menthol mampu memicu reseptor yang sensitif terhadap dingin di kulit dan menyebabkan munculnya sensasi dingin. Namun perlu dicatat sensasi ini bukan merupakan dingin yang sesungguhnya.

Indikasi atau Kegunaan Counterpain

Counterpain digunakan untuk meredakan nyeri pada otot dan persendian seperti, encok, pegal linu, keseleo, nyeri atau memar akibat berolahraga serta kondisi lain yang menyebabkan muncul nyeri pada otot dan sendi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap bahan aktif counterpain.
  • Tidak boleh digunakan pada area membran mukosa seperti mata mulut dan rongga hidung.

Dosis Counterpain dan Cara Penggunaan

Counterpain tersedia dalam bentuk sediaan cream dan gel dengan kekuatan dosis seperti berikut:

  • Counterpain Cream:
    • Methyl salicylate: 102 mg.
    • Eugenol: 13,6 mg.
    • Menthol: 54,4 mg.
  • Counterpain Gel:
    • Menthol: 4 % per tube.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Counterpain untuk meringankan nyeri otot dan sendi

  • Dosis dewasa: dioleskan secara merata 3 – 4 kali sehari  di kulit pada bagian yang nyeri otot ataupun nyeri sendi.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk pengobatan luar.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Dapat digunakan seketika saat muncul rasa nyeri di otot maupun sendi atau digunakan pada setiap rentang waktu tertentu untuk mengurangi nyeri lebih tuntas.

Efek Samping Counterpain

Obat pereda nyeri ini umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Peradangan pada kulit.
  • Iritasi kulit.
  • Rasa dingin di kulit.

Efek Overdosis Counterpain

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan Counterpain. Namun penggunaan berlebihan pada permukaan kulit yang luas dalam jangka waktu lama mungkin menyebabkan peradangan dan iritasi pada kulit. Jika kondisi ini terjadi segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hindari penggunaan pada area kulit yang teriritasi atau dengan luka terbuka.
  • Hindari penggunaan pada area membran mukosa seperti mata, rongga mulut dan rongga hidung.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak karena efektivitas dan efek sampingnya belum diketahui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Counterpain untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Penggunaan obat ini pada ibu hamil tergolong aman asalkan hanya untuk penggunaan luar dan diberikan secukupnya pada area yang nyeri saja. Hindari penggunaan pada area kulit yang luas karena dapat menimbulkan rasa panas yang tidak nyaman untuk ibu hamil.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat terekstraksi secara sistemik ke dalam ASI ibu menyusui. Oleh karena penggunaan pada area kulit yang kecil dan tidak berlebihan dianggap aman untuk ibu menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Counterpain, diantaranya:

  • Orang yang sedang diterapi menggunakan obat warfarin sebaiknya menghindari penggunaan obat yang mengandung methyl salycilate karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.