Dapson obat apa?

Dapson atau diaminodiphenyl sulfone (DDS) adalah obat golongan sulfonat yang bersifat anti inflamasi, menekan sistem imun, dan antibiotik. Ini merupakan obat pilihan utama yang dianjurkan WHO untuk penanganan penyakit kusta.

Sebagai agen anti infeksi, Dapson juga digunakan untuk mengobati malaria dan infeksi Pneumocystis jirovecii (penumonia pada penderita AIDS). Selain itu, juga digunakan untuk mengatasi jerawat parah dan kelainan kulit pada penderita dermatitis herpetiformis.

Depson dapat diserap dengan cepat ke seluruh tubuh melalui saluran pencernaan. Kemudian dialirkan hampir ke seluruh jaringan tubuh. Obat ini akan cenderung tersimpan di kulit dan otot, jejaknya tetap ada dalam organ hingga 3 minggu setelah penghentian terapi.

Ikhtisar Obat Dapson

Jenis obatAntileprotik
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi penyakit kusta, sebagai antibiotik dan anti inflamasi
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C
SediaanOral dan topikal
MerekDapsone, Aczone, Acnedap,
dapson dds

Dapson (DDS) tablet

Mekanisme Kerja

Dapson bekerja dengan cara melawan bakteri dan protozoa seperti yang dilakukan oleh senyawa sulfonamide lainnya. Yaitu dengan cara berkompetisi dengan para-amino-benzoat pada area aktif sintease dihidropteroat sehingga menghambat sintesis asam amino hidrofilik. Terhambatnya asam amino ini menyebabkan bakteri tidak dapat menggunakan PABA dan menyebabkan kematian bakteri.

Indikasi atau Kegunaan Dapson

Sebagai agen anti inflamasi dan anti bakteri, dapson dapat digunakan untuk kondisi berikut:

  • Mengatasi kusta.
  • Pneumonia pneumocystis jirovecii.
  • Dermatitis herpetiformis.
  • Jerawat.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/ alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Mengalami gejala anemia parah.
  • Mengalami porfiria (gangguan penumpukan zat kimia tertentu yang terkait protein sel darah merah).

Dosis Dapson dan Cara Penggunaan

Dapson tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis

  • Tablet: 50 mg, 100 mg.
  • Salep: 5% 30 gr dan 60 gr,  7,5% 90 gr.

Dosis yang tepat adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Profilaksis pneumonia pneumocystis jirovecii

  • Dosis dewasa: 50 mg per hari, ditambah pyrimethamine 50 mg sekali seminggu. Alternatifnya, 100 mg dengan pyrimethamine 50 mg dua kali seminggu.
  • Dosis anak-anak: 1 bulan – 18 tahun: 2 mg/kg per hari (maksimum 100 mg per hari) atau 4 mg/kg seminggu sekali (maksimum 200 mg per minggu).

Kusta multibacillary

  • Dosis dewasa: 100 mg per hari dengan clozafimine 50 mg per hari, bersamaan dengan rifampicin 600 mg dan clozafimin 300 mg sebulan sekali selama 12 bulan.  Jika < 35 kg dosisnya : 1-2 mg/kg/hari.
  • Dosis anak-anak: umur 10-14 tahun: 50 mg atau 1 – 2 mg/kg/hari jika beratnya dibawah normal.

Kusta paucibacillary

  • Dosis dewasa: 100 mg per hari dengan 600 mg rifampicin sekali sebulan. Keduanya diberikan selama 6 bulan.
  • Dosis anak-anak: dosis dewasa yang diturunkan jumlahnya.

Dermatitis herpetiformis

  • Dewasa: 50 mg per hari ditingkatkan dosisnya hingga 300 mg per hari jika dibutuhkan.

Jerawat

  • Dewasa: dalam bentuk salep, > 12 tahun: salep 5%: aplikasikan salep sebesar kacang ijo pada area jerawat dua kali sehari, sebelumnya bersihkan dan keringkan area yang berjerawat. Pijat salep perlahan agar meresap dan cuci tangan setelah menggunakannya. Tinjau kembali penggunaan jika setelah 12 minggu tidak terjadi perubahan berarti.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk obat oral gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis dapson pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Dapson

Seperit obat lainnya, dapson juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Efek samping dapson yang lebih umum:
    • Sakit pada perut, punggung dan kaki.
    • Kuku, bibir dan kulit berwarna kebiruan.
    • Sulit bernafas.
    • Demam.
    • Hilang selera makan.
    • Kulit pucat.
    • Ruam kulit.
    • Kelelahan yang tidak biasa.
  • Efek samping dapson yang jarang terjadi:
    • Gatal, kemerahan dan pengelupasan pada kulit hingga hilangnya rambut.
    • Perubahan mood.
    • Mati rasa, kesemutan, seperti terbakar atau rasa lemah pada tangan dan kaki.
    • Sakit tenggorokan.
    • Pendarahan dan memar yang tidak biasa.
    • Mata dan kulit menguning.

Efek Overdosis Dapson

Mual, muntah dan hipereksitabilitas mungkin terjadi mulai dari beberapa menit hingga berjam-jam, jika menggunakan obat ini melebihi dosis. Jika hal ini terjadi segera hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapat pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat ini.
  • Hati-hati penggunaannya pada orang dengan defisiensi G6DP, metohemoglobin reduktase, dan Hemoglobin M. Kerena dapat meningkatkan risiko mengalami hemolisis.
  • Lakukan pengecekan jumlah sel darah merah, cek fungsi hati dan ginjal selama menggunakan obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat dapson  boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Dapson masuk dalam kategori C sebagai obat untuk ibu hamil. Hal ini berarti Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaan obat ini sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja atau dengan pengawasan dokter. Namun obat ini tetap direkomendasikan untuk ibu hamil yang menderita kusta.
  • Dapson diketahui dapat tereksresi dalam ASI dalam jumlah yang mungkin membahayakan bayi. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya jika sangat dibutuhkan saja.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan dapson, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan rifampisin, trimethoprim dan probenecid dapat menurunkan konsentrasi serumnya.
  • Bersifat antagonis jika digunakan bersamaan dengan clozafimine.