Efek Racun Sianida yang Mematikan

Bagi Anda penggemar novel fiksi bergenre spionase (mata-mata, detektif, misteri) pasti tidak asing dengan racun mematikan satu ini, racun jenis ini sering kali muncul dalam cerita-cerita detektif sebagai alat pembunuh paling ampuh karena tidak meninggalkan jejak. Dialah racun sianida. Di Indonesia sendiri racun ini sempat populer beberapa bulan belakangan, melalui kasus pembunuhan di Jakarta yang menggunakan racun sianida ini sebagai senjatanya.

Tapi tahukah Anda bahwasannya sianida bukan barang yang sulit ditemukan, tergantung jenis sianida seperti apa yang Anda cari. Bahkan sianida dapat dijumpai di lingkungan kita sehari-hari bahkan di rumah. Seperti dari bahan kimia bahkan makanan!. Tidakkah Anda penasaran, sebenarnya bagaimana cara kerja racun sianida dalam membunuh manusia?, berapa banyak dosis yang dibutuhkan untuk memunculkan efeknya?, dan apakah ada obat penawarnya? 

efek racun sianida

Apa Itu Sianida?

Istilah “sianida” mengacu pada bahan kimia yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Banyak sekali zat yang mengandung sianida, tapi tidak semuanya termasuk dalam kategori racun mematikan.

Seperti, sodium sianida (NaCN), potasium sianida (KCN), hidrogen sianida (HCN), dan sianogen klorida (CNCl) adalah diantara beberapa yang termasuk mematikan, namun ada ribuan senyawa lain yang disebut nitril juga mengandung sianida namun tidak beracun.

Bahkan, Anda bisa menemukan sianida dalam nitril yang digunakan sebagai bahan pembuat obat-obatan, seperti citalopram (celexa) dan simetidin (tagamet). Nitril menjadi tidak berbahaya karena senyawa ini tidak mudah melepaskan ion CN-, yang merupakan senyawa racun mematikan.

Bagaimana Cara Kerja Racun Sanida?

Secara singkat, sianida mencegah sel menggunakan oksigen untuk menghasilkan molekul energi.

Ion sianida (CN-), akan mengikat atom besi dalam sitokrom C oksidase dalam mitokondria sel. Ion sianida berperan sebagai enzim penghambat yang tak dapat diubah, mencegah sitokrom C oksidase melakukan tugasnya, sehingga akan mengakibatkan terhentinya metabolisme sel secara aerobic serta gangguan respirasi seluler. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan mengganggu transmisi neuronal (kerja saraf).

Tanpa kemampuan untuk menggunakan oksigen, mitokondria tidak dapat menghasilkan adenosin trifosfat (ATP) sebagai pembawa energi. Jaringan yang membutuhkan bentuk energi ini, seperti sel otot jantung dan sel saraf, bila tidak mendapatkan asupan bentuk energi ini akan mulai mati. Bila sejumlah besar sel yang penting mati, Anda pun mati.

Wapadai Paparan Sianida di sekitar Anda

Sianida dapat digunakan sebagai racun atau senjata kimia mematikan yang ampuh, namun tanpa kita sadari kebanyakan orang terpapar sianida secara tidak sengaja. Beberapa hal berikut ini bisa jadi sebagai penyebab Anda terpapar sianida:

  • Mengonsumsi singkong, kacang lima, dan kacang almond.
  • Memakan biji apel, biji ceri, biji aprikot, dan lubang yang terdapat di dalam buah.
  • Merokok.
  • Membakar plastik (asapnya).
  • Pembakaran batu bara.
  • Menghirup asap dari kebakaran rumah.
  • Bisa dari air dan makanan, menyentuh tanah, atau menghirup udara yang sudah terkontaminasi.
  • Paparan langsung terhadap rodentisida atau pestisida yang mengandung sianida.

Saat ini banyak industri yang menggunakan senyawa sianida dalam proses produksinya. Seperti misalnya: Industri kertas, tekstil, fotokimia, plastik, pertambangan, dan metal semuanya dapat dikatakan melibatkan sianida dalam proses pembuatannya.

masih ingatkah Anda dengan kasus racun sianida pada kopi??

Tidak semua orang dapat mencium bau sianida, karena pada dasarnya sianida tidak selalu mengeluarkan bau. Sekalipun berbau, sianida akan tercium seperti kacang almond pahit. Selain sianida dalam makanan, ada juga sianida dalam bentuk gas yang tidak kalah berbahaya. Bahkan, bisa dikatakan paling bahaya dibandingkan dengan jenis lainnya.

Gas dengan kandungan racun sianida ini mungkin tidak terlalu berbahaya jika berada di ruangan terbuka, yang sirkulasi udaranya lancar karena dapat menyebar dan menguap. Namun beda ceritanya jika gas yang mengandung racun sianida ada di dalam ruangan tertutup.

Cermati Ciri-ciri dan Gejala Keracunan Sianida

Menghirup gas yang mengandung racun sianida dosis tinggi dapat menyebabkan Anda tidak sadarkan diri dan bila tak segera ditangani oleh tim medis dapat berujung kematian. Dosis yang lebih rendah mungkin tidak terlalu berbahaya, terutama jika bantuan segera diberikan.

Perlu Anda tahu  bahwa, sejala yang ditimbulkan akibat racun sianida mirip dengan kondisi lain yang terjadi akibat keracunan oleh sejumlah bahan kimia, jadi jangan berasumsi sianida adalah penyebab satu-satunya.

Apabila Anda Mengalami Gejala-gejala Di Bawah Ini Segera Cari Perawatan Medis!

Gejala-gejala keracunan sianida yang cepat muncul antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Merasa lemah (tidak bertenaga)
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Susah konsentrasi

Gejala keracunan sianida dosis tinggi atau paparan yang lama:

  • Tekanan darah rendah
  • Tidak sadarkan diri
  • Kejang-kejang
  • Denyut jantung lambat
  • Kerusakan paru-paru
  • Gagal napas
  • Koma

Kematian akibat keracunan biasanya diakibatkan oleh gagal napas atau gagal jantung. Seseorang yang terpapar sianida dan mengalami keracunan, biasanya kulit korban akan tampak merah muda akibat oksigen yang banyak terdapat dalam darah dan tidak mampu masuk ke sel. Selain itu, cairan kulit dan tubuh bisa mengeluarkan bau kacang almond.

Seberapa Bahayakah Racun Sianida?

Seberapa bahaya dan mematikannya racun sianida tergantung pada lewat medium apa zat ini masuk, berapa banyak dosisnya, dan berapa lama paparan tersebut telah berlangsung. Apabila racun sianida yang masuk ke dalam tubuh melalui udara yang kita hirup, maka risiko kerusakannya lebih besar dibandingkan sianida yang tertelan. Paparan melalui kontak kulit bisa dibilang tidak terlalu berbahaya (lain ceritanya jika sudah tercampur dengan DMSO/Dimetil sulfoksida).

Sebagai perkiraan kasar, karena dosis mematikan bergantung pada jenis senyawa dan beberapa faktor lainnya, kira-kira setengah gram sianida yang tertelan sudah mampu membunuh orang dewasa dengan berat badan 70 kilogram.

Racun sianida tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan efek mematikan pada seseorang, hanya butuh beberapa detik saja setelah menghirup sianida dosis tinggi si korban akan tidak sadarkan diri dan kemungkinan besar mati. Namun, dosis sianida yang lebih rendah yang masuknya lewat mulut (ditelan) memungkinkan untuk mendapatkan beberapa hari perawatan. Penanganan medis yang tepat sangat dibutuhkan dalam kasus ini.

Apakah Ada Penawar Racun Sianida?

Karena sianida bukan lagi zat asing yang jarang ditemui, melainkan banyak terdapat di lingkungan kita, maka tubuh dapat mendetoksifikasi sianida selama masih dalam jumlah yang relatif sedikit. Misalnya, hampir setiap saat kita mengonsumsi biji apel atau menghisap asap rokok yang keduanya mengandung sianida, tapi kita baik-baik saja dalam arti tidak langsung mengalami gejala keracunan.

Bila sianida digunakan sebagai racun atau senjata kimia, pengobatannya tergantung pada dosisnya. Apabila dosisnya tinggi dan masuknya lewat udara yang dihirup maka kecil kemungkinannya bisa diselamatkan. Pertolongan pertama untuk korban sianida lewat udara adalah dengan membawa korban ke lokasi terbuka yang terdapat udara segar.

Sianida yang tertelan atau yang terhirup dalam dosis relatif sedikit masih dapat ditolong dengan diberikan obat penawar racun sianida. Seperti, vitamin B12 alami, hydroxocobalamin yang bereaksi dengan sianida untuk membentuk sianokobalamin, dan dikeluarkan lewat urin.

Menghirup amyl nitrit mungkin dapat membantu melancarkan pernafasan pada korban sianida dan juga keracunan karbon monoksida.

Semuanya kembali lagi bergantung pada kondisi korban, pemulihan total mungkin saja terjadi, walaupun biasanya akan disertai juga dengan kelumpuhan, kerusakan hati, kerusakan ginjal, dan hipotiroid.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer