Fungsi Hati pada Tubuh Manusia dan Cara Menjaganya

Organ hati atau yang lebih dikenal dengan liver merupakan organ yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Tanpa hati, manusia tidak akan bertahan hidup. Fungsi hati sangat penting untuk mendukung aktivitas organ-organ tubuh lainnya. Dengan demikian, apabila hati berhenti berfungsi, maka organ lain juga akan terkena dampaknya.

Apakah Anda mengetahui apa saja fungsi hati pada tubuh manusia? Simak artikel ini hingga akhir. Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang fungsi hati yang sangat vital bagi tubuh manusia.

fungsi hati manusia

Hati adalah salah satu organ kelenjar terbesar yang berada perut sebelah kanan atas. Hati memiliki berat sekitar 3 kilogram, berwarna coklat kemerahan dan terasa kenyal saat disentuh. Namun kita tidak akan bisa menyentuh hati karena dilindungi oleh tulang rusuk, kecuali ketika hati membesar abnormal.

Hati memiliki dua bagian besar, disebut lobus kanan dan kiri. Dibagian bawahnya terdapat kandung empedu untuk menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Dari kantung empedu, cairan empedu disalurkan ke usus dua belas jari untuk mencerna lemak dalam makanan. Jadi, bersama dengan usus halus dan pankreas, fungsi hati dan organ-organ tersebut bekerja sama untuk mencerna, menyerap, dan mengolah makanan.

Fungsi Hati pada Tubuh Manusia

Fungsi hati yang paling utama adalah menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan, sebelum membawanya ke bagian tubuh lainnya. Darah dari saluran cerna tersebut membawa zat nutrisi, obat-obatan, atau racun sekalipun. Tugas hati adalah memilih dan memilah, memproses, menyimpan ataupun mendetoksifikasi sebelum zat-zat dalam darah tersebut disalurkan ke seluruh tubuh.

Hati juga berfungsi mengatur kadar kimia paling banyak dalam darah dan mengeluarkan produk yang disebut empedu. Empedu membantu memecah lemak, mempersiapkannya untuk pencernaan dan penyerapan lebih lanjut.

Fungsi hati yang paling utama dalam tubuh manusia yaitu:

  • Menyiapkan zat nutrisi untuk dapat digunakan bagi tubuh
  • Memproduksi empedu, guna membantu membawa limbah metabolisme dan memecah lemak di dalam usus halus saat pencernaan berlangsung.
  • Memproduksi protein tertentu untuk plasma darah, seperti albumin, globulin, protrombin, dll.
  • Menyimpan dan melepaskan glukosa sesuai kebutuhan.
  • Menyimpan vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K), vitamin B12, dan mineral.
  • Menyimpan dan menyediakan zat besi sebagai bahan baku hemoglobin darah.
  • Menyimpan hematin yang digunakan untuk menyempurnakan sel darah merah yang baru.
  • Mengontrol kadar asam amino dalam tubuh. Jika kelebihan asam amino, maka hati akan menyimpannya.
  • Mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan zat lain.
  • Mengubah amonia berbahaya ke dalam urea (urea adalah salah satu zat hasil perombakan asam amino yang diekskresikan dalam bentuk urin).
  • Memetabolisme obat dalam darah menjadi bentuk yang lebih mudah bagi tubuh untuk menggunakannya.
  • Membersihkan darah dari obat dan zat berbahaya lainnya (detoksifikasi).
  • Mengatur pembekuan darah.
  • Mempertahankan suhu tubuh tetap stabil dengan menaikan suhu darah yang mengalir melalui hati.
  • Mencegah infeksi dengan menghasilkan faktor kekebalan tubuh dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah.
  • Membersihkan bilirubin (jika terjadi penumpukan bilirubin, kulit dan mata menjadi kuning).
  • Mengendalikan sirkulasi hormon.
  • Menghasilkan protrombin dan fibrinogen yang berguna dalam proses pembekuan darah.
  • Menghasilkan zat imun atau antibodi sebagai kekebalan tubuh.

Bila hati telah mengurai zat berbahaya (toksin), maka zat tersebut dikeluarkan ke dalam empedu atau darah. Selanjutnya, produk sampingan empedu memasuki usus dan akhirnya keluar dari tubuh dalam bentuk kotoran. Sedangkan, produk sampingan darah disaring oleh ginjal dan keluar dari tubuh dalam bentuk urin.

Penyakit yang Mengganggu Fungsi Hati

Selalu ada ancaman berupa penyakit yang siap menyerang setiap organ dalam tubuh kita, tak terkecuali hati. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat menjangkiti dan mengganggu fungsi hati, yaitu:

  • Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati, biasanya disebabkan oleh virus seperti hepatitis A, B, dan C. Selain virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh kebiasaan minum-minuman beralkohol yang berlebihan, menggunakan obat-obatan terlarang terutama menggunakan media jarum suntik yang digunakan bergantian, reaksi alergi atau tertular dari orang lain, atau obesitas.

  • Sirosis

Sirosis adalah kerusakan jangka panjang pada hati oleh berbagai penyebab. Hati yang mengalami sirosis akan menjadi keras dan mengecil tanpa bisa kembali normal lagi. Akibatnya, hati menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik secara permanen. Lebih lanjut, pelajari disini: Sirosis Hati (Hepatis)

  • Kanker hati

Jenis kanker hati yang paling umum yaitu karsinoma hepatoselular, kondisi ini hampir selalu terjadi setelah terserang penyakit sirosis.

  • Gagal hati

Gagal hati merupakan gangguan fungsi hati secara menyeluruh. Kondisi ini memiliki banyak penyebab termasuk infeksi, penyakit genetik, dan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Batu empedu

Jika batu empedu bertahan di saluran empedu dan menimbulkan peradangan hati,  maka penyakit seperti hepatitis dan infeksi saluran empedu (kolangitis) dapat terjadi.

  • Hemochromatosis

Hemochromatosis adalah penyakit akibat penyerapan zat besi secara berlebihan untuk disimpan di hati, sehingga dapat merusak hati. Zat besi juga menumpuk di seluruh tubuh, menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya.

  • Primary sclerosing cholangitis

Penyakit langka dengan penyebab yang tidak diketahui, primary sclerosing cholangitis menyebabkan saluran-saluran empedu yang menyalurkan empedu dari hati ke usus-usus menjadi meradang dan mengeras sehingga akan menjurus pada gagal hati atau sirosis hati.

  • Sirosis empedu primer

Dalam kelainan langka ini, proses yang tidak jelas perlahan menghambat saluran empedu di hati sehingga dapat menghancurkannya. Akibanya, penyakit hati permanen (sirosis) akhirnya mulai berkembang.

Sudah Sehatkah Hati Anda?

Untuk menilai kesehatan hati kita, apakah fungsi hati sudah baik atau terganggu, maka diperlukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan atau tes fungsi hati juga penting agar kerusakan hati sekecil apapun dapat kita ketahui sejak dini sehingga mendapatkan penanganan segera sebelum menjadi kondisi yang parah. Disamping itu, sangat diperlukan untuk memantau hasil perawatan atau pengobatan yang telah dijalani.

Berikut berbagai pemeriksaan untuk menilai kesehatan dan fungsi hati:

  • Tes fungsi hati: Tes fungsi hati (panel hati) akan memeriksa seberapa baik hati bekerja. Dalam hal ini diperlukan berbagai pemeriksaan, termasuk yang tertera di bawah ini.
  • ALT (Alanine Aminotransferase): Apabila kadar ALT (SGPT) meningkat, maka menunjukkan adanya kerusakan pada sel-sel hati akibat sejumlah penyebab, termasuk hepatitis.
  • AST (Aspartate Aminotransferase): Seiring dengan ALT yang meningkat, AST (SGOT) yang meningkat juga mengindikasikan adanya kerusakan hati. Lebih lanjut, simak: SGOT dan SGPT : Nilai Normal, Tinggi, Rendah & Maknanya
  • Alkaline phosphatase: Alkaline phosphatase ada dalam sel yang mensekresi empedu di hati; juga di tulang. Jika kadarnya naik, berarti aliran empedu keluar dari hati mengalami penyumbatan.
  • Bilirubin: Kadar bilirubin yang tinggi menunjukkan adanya masalah pada hati.
  • Albumin: Albumin merupakan protein utama dalam darah yang diproduksi oleh hati. Jika fungsi hati terganggu dalam jangka waktu panjang, maka kadar albumin akan turun.
  • Amonia: Kadar amonia dalam darah naik atau meningkat bila fungsi hati tidak bekerj dengan baik.
  • Tes Hepatitis A: Jika diduga hepatitis A, dokter akan menguji fungsi hati dan juga antibodi untuk mendeteksi virus hepatitis A.
  • Tes Hepatitis B: Dokter Anda dapat menguji tingkat antibodi untuk menentukan apakah Anda telah terinfeksi virus hepatitis B.
  • Tes Hepatitis C: Selain memeriksa fungsi hati, tes darah dapat menentukan apakah Anda telah terinfeksi virus hepatitis C.
  • Waktu Prothrombin (PT): Waktu protrombin, atau PT, biasanya dilakukan untuk melihat apakah seseorang memakai dosis warfarin thinner yang benar (Coumadin). Tes ini juga memeriksa masalah penggumpalan darah.
  • Waktu Tromboplastin Parsial (PTT): PTT dilakukan untuk memeriksa masalah penggumpalan darah.

Tes Pencitraan atau Skrining

  • USG: USG perut bisa melihat adanya masalah-masalah pada hati, termasuk kanker, sirosis, atau masalah batu empedu.
  • CT scan (computed tomography): CT scan abdomen memberikan gambaran rinci tentang hati dan organ perut lainnya.
  • Biopsi hati: Biopsi hati adalah pengambilan sampel jaringan hati untuk diperiksa di bawah mikroskop guna melihat kelainan sel hati atas kemungkinan terjadinya keganasan atau kanker.
  • Pemindaian hati dan limpa: Pemindaian ini menggunakan bahan radioaktif untuk membantu mendiagnosis sejumlah kondisi, termasuk abses, tumor, dan fungsi fungsi hati lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai fungsi hati dan bagaimana memeriksanya. Mari kita menjaga hati agar selalu berfungsi normal.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer