10 Fungsi Plasma Darah yang Penting Bagi Tubuh

Komponen darah yang paling dikenal adalah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu komponen darah lainnya yang jumlahnya banyak, namun jarang kita perhatikan, yaitu plasma darah. Dan tahukah Anda apa saja fungsi plasma darah di dalam tubuh kita?

Meskipun jumlahnya melimpah, bagian darah yang satu ini sering terlupakan dan sering kali dianggap kurang penting. Padahal fungsi plasma darah sama pentingnya dengan sel darah yang membawa oksigen dan memberi kekebalan. Sebagai contoh, plasma darah berfungsi untuk mengantarkan zat nutrisi ke seluruh tubuh, menyeimbangkan tekanan darah, dan lain-lain.

fungsi plasma darah sangat penting untuk tubuh

fungsi plasma darah sangat penting, bahkan jika sampai kekurangan perlu ditransfusi.

Apa itu Plasma Darah?

Plasma darah yang merupakan bagian cairan dari darah itu sendiri. Cairan yang aslinya berwarna sedikit kuning ini merupakan larutan garam-protein dimana sel darah merah, darah putih, dan trombosit berada di dalamnya. Warnanya menjadi terlihat merah karena banyaknya sel darah merah dalam darah kita.

Cairan plasma darah ini mengandung 90 persen air dan 10 persen zat-zat lain yang akan didistribusikan ke seluruh tubuh. Ini merupakan komponen darah terbanyak pada manusia yaitu menyumbang sekitar 55 persen dari total volume darah, sisanya yang 45 persen diisi oleh sel-sel darah.

Di dalam plasma darah terkandung berbagai zat meliputi protein darah, komponen penggumpalan, hormon, dan zat gizi dari makanan. Misalnya albumin (penyusun protein utama), fibrinogen (bertanggung jawab untuk pembekuan darah) dan globulin (termasuk antibodi).

Banyaknya dan keanekaragaman komponen penyusunnya inilah yang membuat fungsi plasma darah tidak main-main. Mulai dari mempertahankan tekanan darah dan volume yang stabil hingga memasok protein penting untuk pembekuan dan imunitas.

Plasma darah juga berfungsi sebagai media untuk pertukaran mineral vital seperti natrium dan kalium dan membantu menjaga keseimbangan pH (asam-basa) yang tepat dalam tubuh, yang sangat penting untuk fungsi sel.

Apa Saja Fungsi Plasma Darah?

Memang benar bahwa sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit sangat penting fungsinya bagi tubuh, tapi plasma darah juga memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya. Berikut ini merupakan fungsi plasma darah bagi tubuh manusia:

  1. Mengangkut air sekaligus menyebarkannya ke seluruh tubuh.
  2. Mengangkut nutrisi atau sari makanan.
  3. Membuang limbah melalui alat ekskresi.
  4. Menjaga tekanan darah tetap normal.
  5. Mengatur dan menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
  6. Mengandung Antibodi untuk daya tahan tubuh.
  7. Berperan dalam pembekuan darah.
  8. Mengedarkan hormon.
  9. Membantu penyembuhan luka.
  10. Sebagai pengatur suhu tubuh.

Penjelasan rincinya seperti dibawah ini.

1. Mengangkut Air

Plasma darah mengandung 90 persen air, fakta ini menunjukkan bahwa fungsi plasma darah mengangkut air dan sekaligus menyebarkannya ke seluruh tubuh. Air di dalam aliran darah ini masuk dan keluar ke jaringan tubuh dengan hukum keseimbangan dan diregulasi secara otomatis oleh tubuh kita. Bersama dengan air, di dalamnya terlarut zat-zat penting seperti glukosa yang digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi, asam amino serta ion-ion.

2. Mengangkut Nutrisi

Salah satu fungsi plasma darah yang paling penting adalah mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Setelah makanan dicerna di lambung dan usus, maka akan menghasilkan sari-sari makanan dengan struktur molekul yang lebih sederhana. Misalnya, protein dipecah menjadi asam amino, lipid (lemak) menjadi asam lemak, dan karbohidrat menjadi glukosa.

Nutrisi ini akan diserap oleh saluran cerna dan dialirkan ke pembuluh darah untuk menuju hati. Dari hati zat-zat nutrisi yang sudah diolah ini disebarkan melalui plasma darah ke sel-sel di seluruh tubuh di mana nutrisi tersebut dimanfaatkan untuk menjaga fungsi pertumbuhan dan kesehatan.

3. Membuang Limbah

Selain mengangkut nutrisi, fungsi plasma darah lainnya juga mengangkut produk limbah, seperti asam urat, kreatinin dan ammonium, dari sel-sel tubuh untuk menuju ginjal. Ginjal menyaring limbah ini dari plasma dan mengeluarkannya dari tubuh sebagai air kencing.

4. Menjaga Tekanan Darah

Menurut Science Encyclopedia, sekitar 7 persen plasma darah adalah protein. Protein yang ditemukan dalam konsentrasi tertinggi dalam plasma adalah albumin, protein penting untuk perbaikan dan pertumbuhan jaringan. Konsentrasi albumin yang tinggi ini penting untuk menjaga tekanan osmotik darah.

Albumin juga ada dalam cairan yang mengelilingi sel, yang dikenal sebagai cairan interstisial. Konsentrasi albumin dalam cairan ini lebih rendah dari pada yang ada pada plasma. Karena itu, air tidak bisa berpindah dari cairan interstisial ke dalam darah.

Jika plasma darah tidak mengandung begitu banyak albumin, air akan masuk ke dalam darah, meningkatkan volume darah dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang akan membuat jantung bekerja lebih keras.

Baca juga:

5. Menjaga Keseimbangan pH

Plasma darah mengandung garam, yang disebut juga elektrolit di seluruh tubuh. Garam-garam ini, meliputi natrium, kalsium, potasium, magnesium, klorida dan bikarbonat, yang penting bagi banyak fungsi tubuh. Tanpa garam tersebut, otot tidak akan berkontraksi dan saraf tidak akan bisa mengirim sinyal ke otak dan dari otak.

6. Antibodi untuk Pertahanan Tubuh

Plasma darah membawa protein lain selain albumin ke seluruh tubuh yaitu meliputi imunoglobulin dan fibrinogen. Imunoglobulin, juga dikenal sebagai antibodi, adalah protein yang melawan zat asing, seperti bakteri, yang menyerang tubuh.

7. Pembekuan Darah

Fibrinogen adalah protein yang diperlukan untuk membantu platelet (sel dalam darah) membentuk bekuan darah. Dengan membawa protein ini, plasma memainkan peran penting dalam mempertahankan tubuh terhadap infeksi dan kehilangan darah.

Kegunaan Plasma Darah dalam Terapi

Dengan banyaknya fungsi plasma darah ini, maka ini merupakan komponen yang apabila mengalami masalah bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius. Untungnya, plasma darah dapat didonorkan kepada pasien yang membutuhkan.

Meskipun ada banyak komponen penyusunnya seperti air, garam, dan enzim, albumin, imunoglobulin (antibodi), dan faktor pembekuan, jika Anda mendonorkan darah, ahli medis dapat memisahkan komponen-komponen penting ini dari plasma darah dan mengolah komponen tersebut ke dalam berbagai produk.

Produk ini kemudian digunakan sebagai perawatan yang berpotensi membantu menyelamatkan nyawa orang-orang yang menderita luka bakar, syok, trauma, dan keadaan darurat medis lainnya.

Protein dan antibodi dalam plasma juga digunakan untuk menciptakan terapi untuk kondisi kronis yang langka, seperti kelainan autoimun dan hemofilia. Orang yang menderita kondisi ini bisa hidup lama dan produktif dengan terapi tersebut. Bahkan, beberapa organisasi kesehatan menyebut plasma darah sebagai “pemberi kehidupan.”

Baca juga: Fungsi Darah Merah, Putih, Plasma dan Keping Darah

Bagaimana Cara Mendonorkan Plasma Darah?

Jika Anda ingin menyumbangkan plasma darah untuk membantu orang lain yang membutuhkan, Anda akan melalui proses penyaringan terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan darah Anda sehat dan aman. Jika Anda memenuhi syarat sebagai pendonor, Anda akan menghabiskan sekitar satu jam setengah di klinik setiap kunjungan.

Prosesnya kira-kira seperti ini: darah diambil melalui jarum yang ditempatkan di pembuluh darah di salah satu tangan. Selanjutnya darah tersebut dialirkan ke mesin khusus untuk memisahkan plasma (dan sering kali trombosit) dari sampel darah Anda. Proses ini disebut plasmapheresis. Sisa sel darah merah dan komponen darah lainnya kemudian dikembalikan ke tubuh Anda, bersama dengan larutan elektrolit (garam).

Orang yang memiliki golongan darah AB paling banyak diminta untuk menyumbangkan plasma darahnya. Meskipun orang golongan darah AB hanya 4% dari populasi, plasma darah mereka bersifat universal. Artinya plasma darah mereka bisa digunakan oleh siapa saja.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer