Fungsi Sel Darah Putih (Leukosit), Limfosit, Neutofil, Dll.

Sel darah putih atau disebut juga sebagai leukosit adalah sel darah yang juga termasuk dalam sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, fungsi sel darah putih yang utama yaitu untuk melindungi tubuh dari ancaman infeksi, penyakit menular dan serangan zat asing yang berbahaya. Sel darah putih diproduksi dari sel multipoten yang terdapat di sumsum tulang atau disebut juga sel induk hematopoietik.

Leukosit dapat ditemukan di seluruh tubuh, termasuk jaringan ikat, sistem getah bening (limfatik), dan sistem peredaran darah. Semua leukosit memiliki nukleus (inti sel) yang membedakannya dengan sel darah lain, tidak seperti  sel darah merah (eritrosit) dan trombosit yang keduanya tidak memiliki inti sel.

 fungsi sel darah putih

gambar sel darah merah dan darah putih

Jenis dan Fungsi Sel Darah Putih 

Ternyata sel darah putih itu sebutan dari berbagai jenis sel darah yang secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit. Pengelompokan ini didasarkan pada ada tidaknya butiran pada sitoplasma di dalam selnya:

  • Granulosit: Granulosit berkembang dari sumsum tulang merah dan memiliki butiran sitoplasma dengan fungsi yang berbeda. Granulosit terdiri atas tiga macam sel, yaitu basofil, neutrofil, dan eosinofil.
  • Agranulosit: Agranulosit berkembang dari jaringan limfoid dan tidak memiliki butiran sitoplasma. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.

Semua jenis sel tersebut saling berkoordinasi satu sama lain untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dan melawan berbagai macam gangguan, seperti kanker, kerusakan sel, dan penyakit menular.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu jenis-jenis sel-sel darah putih yang terdiri dari neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit.

1. Neutrofil

Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang paling banyak terdapat dalam tubuh dengan kadar antara 2000-7500 sel/ mm3 atau sebanyak 60 – 70 % leukosit yang beredar dalam aliran darah. Neutrofil merupakan jenis sel darah putih berukuran sedang yang memiliki banyak inti sel (polymorphonuclear leukocyte) yang tidak beraturan dan memiliki berbagai fungsi di dalam sel.

Apa fungsi neutrofil?

Neutrofil menempel pada dinding pembuluh darah yang berfungsi untuk menghalangi infeksi kuman atau bakteri yang mencoba masuk ke dalam darah melalui luka. Sel darah putih inilah yang paling aktif dan banyak terdapat dalam nanah pada luka ketika terjadi infeksi.

Fungsi sel darah putih tersebut membunuh kuman dengan proses fagositosis atau “pemakan sel”. Selain fagositosis bakteri satu per satu, neutrofil juga berfungsi dalam melepaskan superoksida yang diubah menjadi asam hipoklorit dan berfungsi untuk membunuh banyak bakteri.

2. Eosinofil

Jumlah eosinofil tidak terlalu banyak, hanya sekitar 40-400 sel/mm3 atau sebanyak 1-2% dari leukosit. Jumlah tersebut berfluktuasi setiap harinya dan saat wanita menstruasi. Eosinofil memiliki granula (butiran) yang berukuran besar dan membantu sistem kerja sel. Itulah sebabnya eosinofil sangat penting dalam meningkatkan respon terhadap alergi infeksi parasit (cacing), penyakit kolagen, dan penyakit pada sistem saraf limpa dan pusat.

Apa fungsi sel darah putih eosinofil?

Mekanisme kerja eosinofil adalah dengan melepaskan racun yang keluar dari butirannya yang dapat menghancurkan patogen, seperti parasit, cacing kail, dan cacing pita. Jenis sel darah putih ini jarang ditemukan di dalam darah, tapi banyak terdapat di selaput lendir saluran pernafasan, pencernaan, dan saluran kemih bagian bawah.

3. Basofil

Basofil adalah jenis sel darah putih yang paling langka karena hanya bejumlah 0-100 sel/ mm3 atau kurang dari 0,5% dalam aliran darah. Basofil memiliki butiran besar dan berwarna saat dilihat di bawah mikroskop, membuatnya mudah dikenali.

Apa fungsi basofil?

Fungsi sel darah putih Basofil diantaranya memiliki kemampuan untuk mengeluarkan antikoagulan dan antibodi yang mencegah terjadinya penggumpalan darah dan mendorong pergerakan sel darah putih. Kemampuan tersebutlah yang membuat basofil mampu melawan reaksi hipersensitivitas (alergi) dalam aliran darah.

Selain itu, basofil berperan aktif dalam melindungi sistem kekebalan tubuh dengan menangkal serangan zat asing. Jenis sel darah merah ini juga mengandung histamin, yang memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jaringan yang terluka. Hal tersebut membuat pembuluh darah lebih permeabel (mudah ditembus) sehingga neutrofil dan protein pembekuan bisa masuk dengan mudah ke jaringan ikat. Basofil juga dapat memberikan sinyal kimia untuk menarik eosinofil dan neutrofil ke daerah infeksi.

4. Limfosit

Limfosit berukuran kecil dan berbentuk bulat yang memiliki nukleus besar dalam jumlah sitoplasma yang relatif kecil. Limfosit berjumlah sekitar 1300-4000 sel/mm 3 dalam darah. Limfosit lebih sering ditemukan di jaringan limfatik dari pada aliran darah.

Apa fungsi limfosit?

Jenis sel darah putih ini memiliki fungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh dan sangat berperan dalam imunitas humoral.  Imunitas humoral merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berkaitan dengan produksi antibodi.

Limfosit terdiri atas sel B dan sel T yang memiliki fungsi berbeda, adapun fungsi sel-sel tersebut, yaitu:

  • Limfosit B: Berfungsi membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, memblokir invasi patogen, mengaktifkan sistem pelengkap, dan meningkatkan kerusakan patogen.
  • Limfosit T: merupakan jenis limfosit lainnya yang dibedakan dalam kelenjar timus dan memiliki fungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh yang dimediasi oleh sel.

5. Monosit

Monosit adalah jenis sel darah putih yang memiliki ukuran paling besar. Monosit berjumlah sekitar 200-800 sel/ per mm3 dalam aliran darah. Jenis sel darah putih ini memiliki sedikit butiran pada sitoplasma. Monosit dapat meninggalkan aliran darah dan masuk ke jaringan lain dalam tubuh dan berubah menjadi makrofag.

Setelah menjadi mafrofag jaringan, monosit melakukan fagositosis atau memakan sel mati serta menyerang mikroorganisme. Hal tersebut dikarenakan ukuran monosit yang besar, sehingga mmapu mencerna partikel asing berukuran besar pada luka tidak seperti jenis sel darah putih lainnya. Monosit juga mampu menggantikan kandungan lisosomalnya dan dianggap memiliki umur yang jauh lebih lama dibandingkan neutrofil.

Bagaimana jika terjadi ke-abnormal-an?

Ternyata sel darah putih memiliki jenis dan fungsi yang sangat banyak bagi kekebalan tubuh kita. Jadi, sangat penting untuk menjaga kadar sel darah putih tetap normal dalam tubuh. Pada orang dewasa jumlah leukosit normal adalah pada kisaran 4.000 – 10.000 leukosit/ml.

Ada dua kondisi medis yang dapat terjadi apabila Anda memiliki jumlah sel darah putih yang tidak seimbang (abnormal), yaitu “leukopenia”, yang berarti jumlah sel darah putih rendah, atau “leukositosis”, yang merupakan terlalu banyak jumlah sel darah putih.

  • Leukopenia

Leukopenia adalah istilah untuk kekurangan sel darah putih yang dapat terjadi akibat kerusakan pada sumsum tulang. Hal tersebut bisa saja dikarenakan kekurangan  folat atau vitamin B12. Selain itu, pengobatan medis seperti mengonsumsi obat-obatan, radiasi, atau kemoterapi juga dapat menyebabkan menurunnya kadar sel darah putih.

Leukopenia juga dapat disebabkan oleh beberpa kondisi medis, diantaranya limfoma dan HIV. Limfoma merupakan kondisi medis di mana sel kanker mengambil alih sumsum tulang dan mencegah pelepasan berbagai jenis sel darah putih.

Sedangkan, HIV merupakan kondisi medis lainnya yang dapat merusak produksi sel darah putih yang menyebabkan leukopenia. (Baca: Penyebab Kekurangan Sel Darah Putih dan Cara Mengobatinya)

  • Leukositosis

Leukositosis adalah kelebihan jumlah sel darah putih dalam tubuh yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk berbagai jenis infeksi, peradangan (inflamasi), kondisi di mana banyaknya jumlah sel mati di dalam tubuh, leukemia, dan hipersensitivitas (alergi). Lebih lengkap simak artikel berikut: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis)

Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi berbagai gangguan tersebut. Namun, mengetahui penyebab kekurangan atau kelebihan sel darah putih dapat membantu Anda untuk memilih pengobatan yang efektif. Ingat! Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan berbagai pengobatan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer