Decolgen obat apa?

Decolgen adalah obat yang digunakan untuk meringankan gejala flu seperti demam, bersin-bersin, hidung tersumbat dan mata berair. Obat ini merupakan kombinasi dari paracetamol sebagai pereda demam dan nyeri, fenilpropanolamin HCl sebagai dekongestan pelega hidung tersumbat dan klorfeniramin maleat (CTM) yang merupakan antialergi.

Decolgen merupakan obat bebas terbatas yang diproduksi oleh PT. Medifarma untuk Darya Varia. Oleh karena itu obat ini termasuk yang dapat dikonsumsi tanpa resep dari dokter namun penggunaannya terbatas atau tidak boleh berlebihan. Untuk itu, ketahui lebih lanjut tentang dosis lazim, efek samping, kontraindikasi dan keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui pada ulasan berikut.

Ikhtisar Obat Decolgen

Jenis obatAnalgetik, antipiretik, antihistamin, antialergi
KandunganParacetamol, fenilpropanolamin HCl, klorfeniramin maleat
KegunaanMeredakan gejala flu seperti bersin-bersin, sakit kepala, demam dan hidung tersumbat
KategoriObat bebas terbatas
KonsumenDewasa
KehamilanKategori B
SediaanDecolgen tablet

decolgen tablet obat flu

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Decolgen dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Paracetamol, merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri. Obat ini bekerja secara sistemik pada sistem saraf pusat serta memiliki kemampuan anti-inflamasi, namun lemah. Paracetamol bekerja dengan menaikkan ambang batas rasa sakit di sistem saraf pusat dengan mengikat enzim COX 1, 2 dan 3 yang berperan dalam sintesis prostaglandin (penyebab nyeri). Sementara kemampuan menurunkan panas diperoleh paracetamol dengan mempengaruhi regulator panas pada hipotalamus secara langsung.
  • Fenilpropanolamin HCl: merupakan senyawa obat yang dapat mempengaruhi reseptor alfa-adrenergik pada saluran pernapasan yang menyebabkan vasokonstriksi, yaitu kondisi berkurangnya pembengkakan akibat peradangan pada selaput lendir yang melapisi saluran pernapasan.
  • Klorfeniramin Maleat: obat yang dikenal juga sebagai CTM ini merupakan antihistamin yang dapat meringankan gejala alergi seperti bersin-bersin, mata berair dan batuk. Senyawa obat ini bekerja dengan mengikat reseptor histamin H1 sehingga menghambat kerja histamin endogen di tubuh, dengan begitu gejala alergi dapat tekan.

Indikasi atau Kegunaan Decolgen

Decolgen digunakan untuk mengatasi gejala flu seperti demam, hidung tersumbat, bersin – bersin, mata berair dan sakit kepala.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap bahan aktif Decolgen.

Dosis Decolgen dan Cara Penggunaan

Decolgen tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis tiap tabletnya yaitu:

  • Paracetamol 400 mg.
  • Fenilpropanolamin HCl 12,5 mg.
  • Klorfeniramin maleat 1 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan dosis yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis decolgen untuk meredakan gejal flu

  • Dosis dewasa: 3 – 4 kali sehari 1 tablet.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan cukup minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.

Efek Samping Decolgen

Decolgen umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mulut kering
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Ruam kulit

Efek Overdosis Decolgen

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan decolgen. Namun konsumsi dalam dosis tinggi tanpa pengawasan dokter bisa saja menyebabkan risiko efek samping seperti pusing dan nyeri pada saluran pencernaan. Jika hal tersebut terjadi segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan untuk menyampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat yang termasuk dalam bahan aktif decolgen, seperti paracetamol atau kloromfeniramin.
  • Penderita hipertensi, gangguan fungsi hati dan ginjal serta diabetes militus sebaiknya berhati-hati menggunakan obat ini.
  • Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini karena dapat meningkatkan risiko efek sampingnya.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, untuk itu hindari berkendara atau mengoprasikan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Decolgen untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan bahan aktif decolgen berupa paracetamol dan klorfeniramin digolongkan dalam kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Sementara bahan aktif  Decolgen berupa fenilpropanolamin HCl belum diketahui efeknya terhadap ibu hamil. Oleh karena itu obat ini dirasa cukup aman untuk ibu hamil, namun sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda terutama untuk kehamilan di trisemester awal.
  • Bahan aktif Decolgen berupa paracetamol diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui namun dianggap tidak membahayakan bayi. Sementara bahan aktif lainnya belum diketahui efeknya terhadap ibu menyusui dan bayinya. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Decolgen, seperti berikut:

  • Paracetamol pada Decolgen dapat menurunkan konsentrasi obat anti kejang di dalam darah jika dikonsumsi bersamaan.
  • Konsumsi bersamaan dengan obat psikotropika seperti barbiturat, hipnotik, analgesik opioid, ansiolotik dan antipsikotik dapat meningkatkan efek samping sedasinya yang menyebabkan rasa kantuk berat.
  • Interaksi dengan alkohol dapat menyebabkan efek sedasi bahkan hingga berakibat fatal.