Demacolin adalah obat flu kombinasi yang digunakan untuk meredakan berbagai gejala flu berupa demam, sakit kepala, hidung gatal, berair, bersin-bersin, dan hidung tersumbut. Obat ini bisa didapatkan di apotek tanpa memerlukan resep dari dokter, namun harus memperhatikan petunjuk penggunaan serta berbagai informasi penting lainnya yang akan kami jelaskan di bawah ini.

Mengenal Obat Demacolin

Demacolin tersedia dalam bentuk tablet dan syrup, dengan masing-masing memiliki komposisi sebagai berikut:

Tiap Demacolin tablet mengandung:

Parasetamol500 mg
Pseudoefedrin HCI7,5 mg
Klorfeniramin maleat2 mg
Kofein10 mg

demacolin

Tiap sendok takar (5 ml) Demacolin sirup mengandung:

Parasetamol120 mg
Pseudoefedrin HCI7,5 mg
Klorfeniramin maleat1 mg

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas) yang umum digunakan untuk menurunkan demam, meredakan rasa sakit ringan seperti sakit kepala, dan pegal-pegal.Parasetamol sering dikombinasikan dengan obat-obatan lain untuk mengobati flu dan common cold yang memang gejala utamanya adalah demam dan nyeri. Berbeda dengan obat analgesik lainnya, seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tidak memiliki sifat antiinflamasi (antiradang). Oleh sebab itu parasetamol tidak masuk dalam golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS).

Pseudoefedrin adalah dekongestan yang berfungsi menyusutkan pembuluh darah di bagian hidung. Tahukah Anda bahwa pelebaran pembuluh darah lah yang dapat menyebabkan hidung tersumbat. Oleh sebab itu, apabila pembuluh darah ini bisa disusutkan ke ukuran normalnya maka keluhan hidung tersumbat akan sirna. Pseudoephedrine digunakan untuk mengobati tersumbatnya hidung dan sinus, ataupun tuba eustachius yang menghubungan telinga dengan rongga tenggorokan.

Chlorpheniramine Maleate atau CTM adalah obat golongan antihistamin yang berguna untuk meredakan gejala-gejala alergi seperti hidung gatal, berair, bersin-bersin, dan mata berair. Selain digunakan sebagai kombinasi dalam obat flu, secara tunggal CTM dapat mengatasi gatal-gatal dan bentol pada kulit akibat alergi. Namun obat ini memiliki efek samping dominan berupa rasa kantuk.

Kofein. Memiliki khasiat sebagai penyegar atau stimulan susunan syaraf seperti yang terkandung dalam kopi. Penyertaan zat ini dalam obat flu memiliki tujuan supaya pasien tetap merasa segar dan tidak mengantuk akibat efek samping CTM seperti di atas. Namun keefektifannya dalam mengatasi kantung akibat CTM masih menjadi perdebatan.

Indikasi dan Kontraindikasi

Demacolin obat apa? dengan memperhatikan komposisi obat dan mekanisme kerjanya masing-masing, maka Demacolin dapat digunakan untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung gatal, tersumbat, beriar dan bersin-bersin.

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, Demacolin tidak boleh diberikan kepada orang dengan kondisi di  bawah ini:

  • Memiliki alergi atau hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain (misalnya: efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin).
  • Memiliki gangguan fungsi hati yang berat.
  • Memiliki tekanan darah tinggi berat, stroke, obesitas, dan Lansia.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan Monoamin Oksidase Inhibitor (MAO).

Dosis Demacolin dan Aturan Pakai

Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter, Adapun dosis lazim yang dianjurkan yaitu:

  • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun dianjurkan menggunakan sediaan tablet dengan dosis: 1 -2 tablet, 3 -4 kali sehari
  • Anak-anak umur 6-12 tahun bisa menggunakan tablet atau sirup. Untuk dosis tablet: ½-1 tablet, 3-4 kali sehari. Sedangkan untuk Democlin syrup gunakan 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.
  • Anak-anak 2 – 5 tahun 1  sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.

Sebaiknya obat demacolin diminum bersama dengan makanan atau segera setelah makan, kemudian minumlah air putih secukupnya. Obat tidak perlu dihabiskan, hentikan penggunaan apabila gejala telah teratasi.

Efek Samping Demacolin

Seperti halnya obat-obatan lain, Demacolin juga berpotensi menimbulkan efek samping, diantaranya:

  • Rasa kantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • gelisah
  • eksitasi
  • tremor
  • takikardi (detak jantung cepat)
  • aritmia ventrikuler
  • mulut kering
  • palpitasi atau berdebar-debar
  • sulit berkemih.

Jangan menggunakan demacolin dalam dosis besar untuk waktu yang lama, hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan hati.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan Demacolin harap cermati informasi keamanan berikut ini:

  • Waspada dan hati-hati jika hendak diberikan pada orang yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, pembesaran prostat, hipertiroid, gangguan jantung dan kencing manis. Dikhawatirkan akan menyebabkan efek samping yang memperparah penyakit.
  • Jangan diberikan kepada anak di bawah 2 tahun
  • Demacolin tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Jangan mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin selama minum obat ini.
  • Hati-hati jika digunakan bersamaan dengan obat-obat lain yang dapat menekan susunan saraf pusat.
  • Hindari alkohol selama pengobatan.
  • Jika dalam 3 hari penggunaan gejala flu tidak berkurang, maka segera hubungi dokter.
  • Hentikan penggunaan obat demacolin apabila terjadi efek susah tidur, jantung berdebar dan pusing.