Dextromethorphan obat apa?

Dextromethorphan adalah obat batuk kering atau tidak berdahak yang bekerja dengan cara menekan refleks batuk di saraf pusat. Batuk kering yang menyertai flu dan sinusitis merupakan beberapa contoh batuk yang dapat diobati dengan DMP ini.

Dengan memperhatikan mekanisme kerjanya tersebut, maka obat Dextromethorphan tidak untuk mengobati batuk berdahak. Keluhan batuk kronis atau yang sudah berlangsung lama seperti batuk akibat merokok atau akibat penyakit pernapasan berat seperti bronkitis kronis atau emphysema juga tidak dianjurkan menggunakan obat ini.

Ikhtisar Obat Dextromethorphan

Jenis obatAntitusif
KategoriObat bebas atau resep
KegunaanMeringankan batuk kering
KonsumenDewasa dan anak-anak
SediaanTablet dan syrup
MerekActifed Plus, bodrex flu & batuk PE, decolsin, dextral, flucadex, fluzep, Intunal, panadol flu & batuk, paramex flu & batuk, sanaflu plus batuk, transifar.
obat dextromethorphan 15 mg

contoh kemasan dextromethorphan 15 mg tablet dan syrup 10 mg/ml

Mekanisme Kerja

Dextromethorphan bekerja dengan cara menekan reflek ingin batuk langsung pada pusat batuk di bagian medula otak. Cara kerja obat ini mirip dengan opioid yang mengikat dan bertindak sebagai antagonis reseptor glutamatergik NMDA.

Dengan demikian, maka DMP dapat menekan rangsangan ingin batuk langsung di bagian otak yang mengontrol rasa ingin batuk.

Indikasi atau Kegunaan Dextromethorphan

Dextromethorphan digunakan sebagai obat penekan batuk (cough suppresant) untuk mengobati batuk kering yang disebabkan infeksi saluran pernapasan seperti pada flu dan sinusistis. Obat ini juga untuk meningkatkan kualitas tidur pada penderita batuk.

Kontraindikasi

Seseorang yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak diperbolehkan menggunakan dextramethorphan:

  • Memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Memiliki masalah pernapasan berat seperti asma dan amphysema.

Dosis Dextramethorphan dan Cara Penggunaan

Obat ini tersedia dalam sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Tablet: 15 mg.
  • Syrup: 10 mg/5ml (satu sendok takar).

Dosis obat yang tepat adalah sesuai anjuran dokter Anda. Namun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Dextromethorphan untuk Dewasa

  • Dosis lazim: 10 – 20 mg diminum empat kali sehari, atau 30 mg setiap 6-8 jam sekali.
  • Dosis lanjutan: 60 mg setiap 12 jam sekali, maksimum penggunaannya sehari adalah 120 mg.

Dosis Dextromethorphan untuk Anak-anak

  • Dosis lazim:
    • Umur 4 – 6 tahun: 2,5 – 5 mg 4 jam sekali atau 7,5 mg 6 – 8 jam sekali. Maksimum penggunaan 30 mg per hari.
    • Umur 6 – 12 tahun: 5 – 10 mg setiap 4 jam sekali atau 15 mg setiap 6 – 8 jam sekali. Maksimum 60 mg per hari.
    • Umur > 12 tahun: sama dengan dosis dewasa.
  • Dosis lanjutan:
    • 4 – 6 tahun: 15 mg setiap 12 jam sekali. Maksimum 30 mg per hari.
    • 6 -12 tahun: 30 mg setiap 12 jam sekali. Maksimum 60 mg perh hari.
    • > 12 tahun dosis sama dengan dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis dextromethorphan pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Dextromethorphan (DMP)

efek samping dextromethorphan

waspadai efek samping dextromethorphan (DMP)

Seperti halnya obat lain, beberapa efek samping juga perlu diperhatikan pada penggunaan obat dextromethorphan, antara lain sebagai berikut:

  • Sedikit kantuk dan pusing.
  • Mual.
  • Muntah.

Meskipun jarang terjadi, beberapa efek samping berikut juga perlu diperhatikan:

  • Rasa kantuk  dan pusing yang parah.
  • Mual dan muntah yang parah.

Jika kondisi ini memburuk, segeralah hubungi dokter.

Efek Overdosis Dextramethorphan

Jika terjadi konsumsi berlabihan diluar dosis normal, sehingga muncul efek overdosis seperti pingsan atau kesulitan bernapas, segeralah menghubungi dokter dan tenaga medis. Beberapa efek lain yang mungkin muncul adalah detak jantung cepat, muntah parah, berkeringat, gugup, euforia, halusinasi, kesulitan berjalan, kantuk yang parah.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sebelum menggunakan dextromethorphan beritahu dokter Anda jika Anda pernah mengalami alergi terhadap obat ini atau terhadap obat lainnya.
  • Sampaikan pada dokter jika Anda pernah mengalami masalah paru-paru seperti asma atau amfisema.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudikan kendaraan atau mesin lainnya sampai Anda yakin efek obatnya benar-benar sudah hilang.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Obat ini mengandung aspartam, jika Anda menderita fenilketonuria (PKU) yang mengharuskan Anda membatasi konsumsi aspartam, berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat dextramethorphan (DMP) boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Dextramethorphan merupakan obat kategori C untuk ibu hamil sehingga penggunaannya hanya apabila manfaatnya lebih besar dari efek samping yang mungkin muncul. Hal ini karena, telah dilakukan studi pada binatang percobaan menggunakan obat ini memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) namun belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
  • Beberapa obat jenis ini dapat masuk kedalam ASI, untuk itu konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat ini pada ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan dextromethorphan, diantaranya:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat anti depresan jenis penghambat MAO seperti, isocarboxazid, methylene blue, moclobemide, phenelzine, procarbazine, rasagiline, safinamid, selegiline, atau tranylcypromine dapat berakibat fatal. Beberapa obat penghambat MAO juga tidak boleh digunakan selama dua minggu sebelum penggunaan obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan beberapa jenis obat antihistamin, psikotropika dapat meningkatkan efek toksiknya, seperti pada penggunaan dengan fluoxetine, paroxetine, quinidine, terbinafine.