Diapet obat apa?

Diapet adalah obat yang digunakan untuk meredakan diare, memadatkan feses yang encer dan mengurangi rasa mulas. Obat yang dikombinasikan dari beragam bahan herbal alami ini tergolong dalam jamu-jamuan yang telah diolah dan dikemas secara modern sehingga mudah dikonsumsi.

Obat yang diproduksi oleh PT. Soho Industri Farmasi ini merupakan jenis obat bebas yang konsumsinya tanpa perlu resep dokter. Namun tetap harus mematuhi dosis dan cara konsumsi yang tertera di kemasan obat. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan Diapet, dosis lazim, efek samping, kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan obat ini jika dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Diapet

Jenis obatAntidiare
KandunganEkstrak psidii folium (daun jambu biji), ekstrak phellodendri radix, ekstrak curcumae domesticae rhizoma (kunyit), ekstrak coix lacrima jobi semen, ekstrak coptidis rhizoma
KegunaanMeredakan diare, memadatkan feses dan mengurangi mual
KategoriJamu
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori N
SediaanDiapet kapsul 4 blister dan 10 blister

diapet kapsul untuk mencret

Mekanisme Kerja

Cara kerja Diapet dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Ekstrak psidii folium (daun jambu biji), merupakan bahan alami yang sudah dikenal sejak dulu sebagai bahan obat, termasuk untuk mengatasi diare. Sebuah penelitian modern juga menemukan bahwa penderita diare yang diberikan teh rebusan daun jambu biji mengalami pengurangan frekuensi BAB encer serta mengurangi mulas dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphilococcus aureus.
  • Ekstrak phellodendri radix, merupakan bahan herbal yang dikenal sebagai huang bai di china. Bahan ini dikenal mampu mengobati disentri dan diare.
  • Ekstrak curcumae domesticae rhizoma (kunyit), merupakan bahan herbal yang banyak terdapat di indonesia. Akar kunyit ini mengandung senyawa yang dapat mengurangi gerakan usus sehingga membantu meredakan diare.
  • Ekstrak coix lacrima jobi semen, merupakan bahan herbal dari tanaman coix atau jali yang diambil sarinya. Bahan ini mampu membantu mengurangi frekuensi BAB cair pada penderita diare.
  • Ekstrak coptidis rhizoma, bahan herbal yang didapat dapat dari akar tanaman Coptis chinensis atau jenis coptis lainnya. Bahan herbal ini sudah dikenal dalam pengobatan china sebagai obat disentri akibat bakteri serta diare.

Indikasi atau Kegunaan Diapet

Diapet digunakan untuk mengatasi diare atau mencret dengan memadatkan feses yang terlalu encer serta mengurangi rasa mulas.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, orang yang diketahui memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan aktif obat ini sebaiknya tidak mengonsumsinya.

Dosis Diapet dan Cara Penggunaan

Diapet tersedia dalam bentuk sediaan kapsul 600 mg dengan kekuatan dosis per kapsul yaitu:

  • Ekstrak psidii folium (daun jambu biji): 23,5 %.
  • Ekstrak phellodendri radix: 18 %.
  • Ekstrak curcumae domesticae rhizoma (kunyit): 12,5 %.
  • Ekstrak coix lacrima jobi semen: 23 %.
  • Ekstrak coptidis rhizoma: 23 %.

Ingat! Dosis Diapet yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan dosis yang tertera di kemasan obat. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Diapet untuk mengatasi diare

  • Dosis dewasa: 2 kapsul sekali minum 2 kali sehari. Untuk diare akut 2 kapsul sekali minum diulang setiap 1 jam sekali.
  • Dosis anak-anak: 2 kapsul sekali minum 2 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan penuhi kebutuhan cairan selama diarea, karena hal itu dapat mempercepat proses penyembuhan.
  • Gunakan sesuai dosis yang tertera di kemasan obat dan jika setelah 48 jam diare tidak kunjung reda sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Diapet pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Diapet

Diapet umumnya ditoleransi dengan baik karena diproduksi dari bahan-bahan alami. Namun demikian, ada beberapa efek samping yang mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Sembelit.
  • Mual dan sakit perut.
  • Perut kembung.

Efek Overdosis Diapet

Seperti halnya obat-obatan lainnya, penggunaan dalam dosis yang tinggi mungkin menyebabakan efek overdosis obat. Namun belum ada data yang menunjukkan efek overdosis Diapet. Jikapun terjadi kemungkinan gejalanya berupa efek samping yang lebih intens. Penanganan tetap sebaiknya segera diberikan untuk mengurangi efek gejalanya.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sebaiknya hentikan penggunaan obat ini jika diare yang terjadi disertai demam tinggi atau munculnya darah pada feses. Segera bawa ke dokter terdekat jika hal ini terjadi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Diapet untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum diketahui apakah bahan-bahan Diapet dapat memengaruhi kondisi ibu hamil secara langsung. Namun efek samping obat herbal ini yang berupa sembelit tentu akan membuat tidak nyaman pada ibu hamil. Oleh karena itu sebelum mengonsumsinya sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan anda.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui dan apakah berpotensi membahayakan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaan obat ini sebaiknya dikonsultasikan pada ahlinya.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.