Dulcolax adalah obat pencahar untuk mengatasi masalah pada saluran pencernaan. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter untuk untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Hal tersebut dikarenakan obat ini mengandung 5 mg Bisacodyl yang merupakan stimulan laksatif atau obat yang merangsang pergerakan pada usus besar dan membantu feses keluar.

Kegunaan obat Dulcolax lainnya termasuk untuk mengosongkan perut atau membersihkan usus sebelum menjalani operasi, seperti colonoscopy, endoscopy, x-ray, atau pemeriksaan medis lainnya.

Mengenal Obat Dulcolax

Dulcolax merupakan obat pencahar yang mengandung 5 mg Bisacodyl pada tiap tabletnya.

obat dulcolax

Kandungan zat tersebut memiliki fungsi tersendiri untuk mengatasi masalah konstipasi atau sembelit. Adapun fungsi Bisacodyl adalah :

Bisacodyl merupakan obat pencahar atau laksatif yang berguna untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Obat ini adalah derivat trifenil metana yang termasuk obat pencahar jenis stimulan merangsang pergerakan dalam usus, terutama usus besar hingga mengeluarkan feses. Cara kerja bisacodyl adalah dengan merangsang saraf enterik sehingga mengakibatkan kontraksi kolon (usus besar). Seperti obat pencahar lainnya, obat ini juga berfungsi untuk membersihkan atau mengosongkan isi usus besar.

Dengan demikian, Dulcolax sangat berguna untuk mengatasi masalah saluran pencernaan. Terlebih, obat ini membantu mengatasi konstipasi atau sembelit dan juga digunakan untuk mengosongkan usus besar sebelum operasi atau pemeriksaan medis lainnya.

Indikasi dan Kegunaan

Dulcolax obat apa? Berdasarkan penjelasan mengenai kandungan yang terdapat di dalamnya, maka obat dilcolax dapat digunakan untuk:

  • Mengatasi konstipasi atau sembelit.
  • Mengosongkan perut atau membersihkan usus besar sebelum prosedur operasi, colonoscopy, endoscopy, x-ray, atau prosedur pada usus lainnya.
  • Meningkatkan kadar air pada feses (melunakkan feses).

Kontraindikasi

Wajib diingat! Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat pencahar ini, Dulcolax tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hindarkan juga pemakaian obat ini pada operasi perut akut.
  • Wanita hamil (terutama pada trimester pertama) dan ibu menyusui.
  • Penderita obstruksi usus (penyumbatan dalam usus).
  • Mengalami obstruksi ileus.
  • Menderita penyakit perforasi usus.
  • Pasien kolitis toksik (inflamasi di usus besar).
  • Penderita megakolon toksik.
  • Pasien radang usus akut.
  • Mengalami radang usus buntu (appendectomy).
  • Mengalami dehidrasi berat.
  • Intoleransi terhadap laktosa atau sukrosa.

Dosis Dulcolax dan Cara Pemakaian

Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet dan supositoria (rektal). Dalam setiap kemasannya berisi 1 strip yang terdiri atas 4 tablet/strip. Tiap tablet mengandung 5 mg Bisacodyl.

Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter Anda setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, berat badan dan sebagainya. Adapun dosis dulcolak  yang sering direkomendasikan antara lain:

Dosis Dulcolax untuk Dewasa

Tablet (penggunaan oral):

  • Untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan adalah 5 mg sampai 10 mg diminum 1 kali sehari pada malam hari.
  • Untuk pengosongan perut pramedikal, dosis yang dianjurkan adalah 10 mg diminum 1 kali pada malam hari dan digunakan selama 2 hari sebelum prosedur medis.

Suppositoria (rektal):

  • Untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan adalah 1 suppositoria (10 mg) dimasukkan seluruhnya ke dalam anus.
  • Untuk pengosongan perut pramedikal, dosis yang dianjurkan adalah 1 suppositoria (10 mg) yang diberikan 1 jam  sebelum prosedur medis.

Dosis Dulcolax untuk Anak-Anak (Usia 6 – 10 Tahun):

  • Penggunaan tablet, dosis yang dianjurkan adalah 5 mg diminum pada malam hari sebanyak 1 kali sehari.
  • Penggunaan suppositoria, dosis yang dianjurkan adalah 1 suppositoria (5 mg) dimasukkan seluruhnya ke dalam anus.

Suppositoria (rektal):

  • Untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan adalah 1 suppositoria (10 mg) dimasukkan seluruhnya ke dalam anus.
  • Untuk pengosongan perut pramedikal, dosis yang dianjurkan adalah 1 suppositoria (10 mg) yang diberikan 1 jam  sebelum prosedur medis.

Efek Samping Dulcolax

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Gangguan pada saluran pencernaan, seperti rasa tidak nyaman atau kram perut.
  • Diare.
  • Hiperkalemia.
  • Gripping (Sakit kepala mencengkram).

Selain gejala efek samping tersebut, segera menghubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala seperti di bawah ini:

  • Mual, muntah, dan diare terus menerus.
  • Kram otot.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • BAB darah.
  • Kepala pusing.
  • Kelelahan.
  • Pingsan.
  • Iritasi pada anus (penggunaan suppositoria).
  • Reaksi alergi serius, seperti ruam dan gatal pada wajah atau lidah.
  • Susah bernapas.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Obat ini sebaiknya diminum saat perut kosong atau sebelum makan.
  • Hindari penggunaan pada bayi dan anak-anak di bawah usia 6 tahun.

Untuk menghindari interaksi obat, sebaiknya memberi tahu dokter apabila Anda menggunakan obat resep dari dokter. Jangan menggunakan Dulcolax  minimal 1 jam setelah penggunaan obat-obat antasida, susu atau produk-olahan susu.

Berkonsultasi dengan dokter terkait gejala yang sering muncul ketika Anda lupa minum obat. Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius.