Dumolid adalah obat untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) parah, kejang-kejang, gangguan kecemasan, dan depresi. Obat dumolid ini adalah nama merek nya, sedangkan obat generiknya atau kandungan nya adalah nitrazepam yang termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin, atau obat penenang.

Mengenal Obat Dumolid

Kalau dulu kita mengenal heroin, ekstasi, dan sabu menjadi narkoba primadona di kalangan anak muda, di era modern seperti sekarang mereka lebih suka menyalahgunakan obat-obatan yang bukan murni obat golongan narkoba. Salah satunya obat dumolid ini. Sama seperti narkoba, dumolid di konsumsi untuk mendapatkan efek agar dapat lebih konsentrasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, Oral: 5 mg, 10 mg.

dumolid

Nitrazepam adalah obat yang termasuk ke dalam psikotropika golongan IV. Apabila ingin mendapatkan obat golongan psikotropika harus dengan resep dokter terlebih dulu. Karena dikhawatirkan apabila seseorang mendapatkan obat ini tanpa resep dari dokter dia akan menyalahgunakannya.

Efek yang ditimbulkan ketika mengonsumsi nitrazepam 5 mg adalah menimbulkan perasaan tenang dan relaksasi secara fisik dan mental, dan dapat mengakibatkan efek ketergantungan pada yang sering menggunakannya.

Nitrazepam bekerja pada reseptor di otak yang disebut reseptor GABA. Hal ini menyebabkan pelepasan neurotransmiter yang disebut GABA di otak.

Neurotransmitter adalah bahan kimia yang tersimpan di sel saraf otak dan sistem saraf. Tugasnya yaitu untuk mentransmisikan pesan antar sel saraf. GABA adalah neurotransmiter yang membuat efek “menenangkan” alami. Ini akan membantu menjaga aktivitas saraf di otak seimbang, dan menimbulkan kantuk, mengurangi kecemasan dan membuat rileks otot yang tegang.

Indikasi dan Kegunaan

Dumolid obat apa? Seperti telah kami jelaskan diatas, obat dumolid atau nama obat generiknya adalah nitrazepam 5 mg ini digunakan untuk:

  • Insomnia
  • Gangguan tidur karena kecemasan, ketegangan, stres, depresi, dan terlalu banyak bekerja.

Kontraindikasi

Harap perhatikan! Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, Dumolid tidak boleh digunakan oleh orang dengan orang yang hipersensitifitas terhadap komponen yang terkandung dalam obat ini.

Dosis Dumolid dan Cara Pemakaian

Diminum sebelum waktu tidur. Berikut dosis Dumolid yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 5-10 mg.
  • Lansia: 2,5-5 mg.
  • Anak-anak 6-14 tahun: 5 mg.
  • Anak-anak 1-6 tahun: 2,5-5 mg.
  • Anak-anak kurang dari 1 tahun: 1,25-2,5 mg.

( ! ) Ingat! Hanya gunakan obat Dumolid ini sesuai dengan anjuran dokter.

Efek Samping Dumolid

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Dumolid juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

Beberapa list efek samping dibawah ini belum dapat dipastikan:

  • Masalah keseimbangan atau koordinasi tubuh.
  • Masalah perilaku berikut ini dianjurkan mendapatkan penanganan secara medis, seperti mengalami gejala-gejala depresi termasuk kecenderungan untuk bunuh diri, ledakan emosi yang agresif, mengamuk, perilaku tidak pantas, merasa gembira, linglung, gelisah, agitasi, iritabilitas, delusi, mimpi buruk, halusinasi, psikosis dan lain sebagainya.
  • Gangguan darah dan sumsum tulang.
  • Perubahan libido.
  • Linglung
  • Mengantuk pada siang hari
  • Toleransi dosi
  • Penglihatan ganda
  • Masalah pada mata atau penglihatan
  • Kegagalan Nitrazepam untuk mencapai efek medis yang dimaksudkan – bila Nitrazepam digunakan berulang kali dalam beberapa minggu
  • Pusing
  • Mati rasa secara emosional
  • Masalah pencernaan
  • Sakit kepala
  • Reaksi hipersensitivitas termasuk ruam, angioedema dan tekanan darah tinggi
  • Penyakit kuning
  • Tekanan darah menurun
  • Masalah memori, ini dapat mengakibatkan perubahan perilaku
  • Otot lesu
  • Cenderung ingin bunuh diri saat depresi
  • Masalah psikologis
  • Berkurangnya tingkat kewaspadaan
  • Otot yang mengendur, apabila kondisi ini terjadi dapat berisiko terjatuh atau patah tulang. Berhati-hatilah bergerak meminum Nitrazepam.
  • Nitrazepam yang digunakan dalam dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping antara lain ketergantungan fisik dan fisiologis yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
  • Ruam kulit
  • Masalah berpikir
  • Kelelahan
  • Depresi yang meluap-luap
  • Retensi urin
  • Vertigo
  • Apabila Anda memutuskan berhenti mengonsumsi obat ini akan menimbulkan gejala kecanduan, misalnya depresi, sakit kepala, otot lemah, gelisah, cemas, tegang, bingung, kejang, perubahan mood, insomnia, perilaku psikotik seperti lekas marah, mudah berkeringat dan diare. Jika gejala yang terjadi kian parah, maka akan mengakibatkan derealisation, depersonalisasi, mati rasa, pendengaran lebih sensitif dan kesemutan pada ekstremitas, hipersensitivitas terhadap cahaya, suara dan kontak fisik, berhalusinasi atau kejang-kejang.

Perlu diketahui, efek samping dumolid diatas tidak berlaku untuk semua orang, mungkin ada beberapa efek samping yang tidak ada di list. Jika Anda merasa khawatir mengenai efek samping obat ini, jangan ragu untuk konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Dumolid ini, perhatikan hal-hal berikut atau beritahu dokter Anda terlebih dahulu:

  • Apabila Anda sedang hamil, atau sedang menyusui.
  • Jika Anda memiliki masalah dengan pernapasan, atau mengalami sleep apnea (gangguan pernapasan ketika sedang tidur di malam hari).
  • Pernah menggunakan obat-obatan atau kecanduan alkohol.
  • Mengalami lemah otot yang parah atau kondisi yang disebut myasthenia gravis.
  • Memiliki gangguan hati atau ginjal.
  • Memiliki gangguan mental (seperti masalah kepribadian, atau psikosis).
  • Porfiria (gangguan darah yang jarang diwariskan).
  • Jika Anda pernah memiliki alergi terhadap obat.
  • Jika Anda menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter, seperti obat-obatan herbal dan suplemen. Di khawatirkan obat-obatan tersebut dapat berinteraksi dengan Dumolid.