Entrostop adalah salah satu obat anti diare yang termasuk menjadi brand kenamaan di Indonesia. Obat ini berkhasiat untuk mengatasi diare non spesifik beserta gejalanya karena mengandung Colloidal Attapulgite dan Pectin.

Kandungan zat kimia tersebut berfungsi menyerap racun, toksin, bakteri dan virus penyebab diare. Obat anti diare entrostop tentu saja dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar yang dialami.

Mengenal Obat Entrostop

Entrostop adalah obat anti diare yang bebas dijual di pasaran, alias tanpa perlu resep dokter. Komposisi dalam setiap tablet Entrostop yaitu colloidal attapulgite 650 mg dan pectin sebanyak 50 mg, yang fungsinya menyerap racun, mikroorganisme penyebab diare, dan memadatkan feses.

enterostop

Berikut ini fungsi dan manfaat dari masing-masing kandungannya:

Attapulgite

Colloidal Attapulgite adalah obat yang sering digunakan untuk mengatasi diare karena bekerja dengan memperlambat aktivitas usus besar. Dengan melambatnya usus besar, maka ia akan menyerap lebih banyak air sehingga feses akan menjadi lebih padat. Dengan itu pula, maka perut mulas karena diare juga dapat dikurangi.

Pektin

Pektin adalah serat yang ditemukan pada buah. Zat ini diyakini bagus dikonsumsi oleh orang yang menderita sindrom iritasi usus dan diare. Pectin berperan sebagai agen pengental di dalam usus dan banyak digunakan pada obat-obatan untuk sakit perut, mulas dan sembelit.

Pektin juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, dan untuk mencegah kanker usus besar dan kanker prostat. Ini juga digunakan untuk penyakit diabetes dan gastroesophageal reflux ( GERD ). Beberapa orang menggunakan pektin untuk mencegah keracunan akibat timbal, strontium, dan logam berat lainnya.

( ! ) Mekanisme kerja obat Entrostop yang paling utama dengan menyerap racun dan mikroorganisme penyebab diare dan mengentalkan atau memadatkan feses. Dengan demikian, diare akan berhenti setelah penyebabnya hilang dalam pencernaan.

Indikasi dan Kegunaan

Entrostop obat apa? Entrostop adalah obat untuk menghentikan keluhan gangguan pencernaan seperti diare non-spesifik. Dalam mengobati diare, yang dilakukan oleh obat ini yaitu:

  • Menyerap racun, toksin, bakteri dan virus penyebab diare.
  • Memadatkan feses.
  • Mengurangi frekuensi buang air besar yang dialami.

Kontraindikasi

Tidak boleh memberikan obat ini kepada orang yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap salah satu atau beberapa zat yang terkandung dalam obat.

Jangan memberikan obat ini pada penderita konstipasi atau orang sulit buang air besar. Karena obat ini tidak hanya menyerap racun-racun dan hal-hal berbahaya lainnya, namun juga dapat mengurangi rangsangan untuk buang air besar sehingga dapat memperparah kondisi penderita konstipasi.

Jadi ketika diare sudah teratasi, hentikan penggunaan obat Entrostop. Apabila digunakan secara terus menerus, maka berpotensi menyebabkan konstipasi. Jika sudah terlanjur mengalami kondisi seperti ini, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Dosis Entrostop dan Cara Pemakaian

Cara pemakaian obat ini dapat diberikan menurut dosis berikut:

  • Dosis Entrostop Anak 6 – 12 tahun : 1 tablet setiap diare, maksimum hingga 6 tablet dalam 24 jam.
  • Dosis Entrostop untuk dewasa dan anak > 12 tahun : 2 tablet setiap diare, maksimum hingga 12 tablet dalam 24 jam.

Obat Entrostop dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.

Efek Samping Entrostop

Seperti halnya dengan obat-obatan lain, Entrostop juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi adalah konstipasi. Dan tidak menutup kemungkinan terjadi efek samping lain berupa perut kembung, sakit perut, dan mual.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Enterostop ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Penggunaan obat Entrostop untuk ibu hamil dan ibu menyusui tergolong aman.
  • Attapulgite tidak boleh dikonsumsi lebih dari 48 jam.
  • Penderita diare yang juga mengalami demam (panas badan) tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini, melainkan segera berobat ke dokter.
  • Jika saat menggunakan obat ini mengalami gejala efek samping tersebut, maka segera hentikan penggunaan obat diare ini.
  • Segera hubungi dokter apabila terjadi efek samping yang lebih parah.

Interaksi Obat

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan entrostop:

  • Antibiotik (tetrasiklin). Pektin bisa menurunkan jumlah antibiotik tetrasiklin yang diserap oleh tubuh. Mengambil pektin dengan antibiotik tetrasiklin dapat menurunkan keefektifan tetrasiklin. Beberapa antibiotik tetrasiklin meliputi demeclocycline, minocycline, dan tetrasiklin.
  • Digoxin. Pectin tinggi seratnya. Serat dapat menurunkan penyerapan dan menurunkan keefektifan digoksin (Lanoxin).
  • Lovastatin. Lovastatin digunakan untuk membantu menurunkan kolesterol. Pektin bisa menurunkan penyerapan lovastatin dan menurunkan keefektifan lovastatin.

Untuk menghindari interaksi obat di atas, maka berilah jeda konsumsi antara 2 hingga 4 jam.