Erlamycetin obat apa?

Erlamycetin adalah obat dengan kandungan Chloromphenicol, antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang terjadi pada mata, saluran telinga luar serta infeksi tifus dan pratifus. Chloromphenicol merupakan senyawa antibakteri berspektrum luas untuk membasmi berbagai macam bakteri baik gram positif maupun gram negatif.

Beberapa bakteri yang sensitif terhadap Erlamycetin diantaranya Salmonella spp, Salmonela thypi, Haemofilus influenza, E. coli, Neisseria spp, Staphylococcus dan Streptococcus serta spesies Rickettsia dan Lymphogranuloma psittacosis.

Chloromphenicol yang terkandung dalam Erlamycetin dapat bersifat bakterisidal (membunuh bakteri) dan bersifat bakteriostatik (mencegah pertumbuhan bakteri) pada beberapa kondisi, sehingga cukup efektif melawan infeksi bakteri. Antibiotik yang diproduksi oleh Erla ini tersedia dalam beberapa sediaan seperti salep mata, obat tetes mata, obat tetes mata plus, obat tetes telinga dan syrup.

Ikhtisar Obat Erlamycetin

Jenis obatAntibiotik
KandunganChloromphenicol
KegunaanMengobati infeksi bakteri pada penyakit:

  • Infeksi saluran telinga luar
  • Infeksi pada mata
  • Infeksi tifus dan pratifus
  • Infeksi bakteri lainnya
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanErlamycetin syrup 60 ml, Erlamycetin tetes mata 10 ml, Erlamycetin plus tetes mata 5 ml, Erlamycetin salep mata 3,5 gr, Erlamycetin tetes telinga 10 ml.
erlamycetin obat salep mata

Erlamycetin obat salep mata

Mekanisme Kerja

Chloromphenicol bersifat larut dalam lemak dan dapat berdifusi kedalam membran sel bakteri. Dengan kemampuannya itu senyawa ini kemudian mengikat secara reversibel protein L16 dan subunit 50S dari ribosom bakteri sehingga menyebabkan terhambatnya transfer asam amino yang membentuk ikatan rantai peptida dalam proses sintesis protein bakteri.

Akibatnya bakteri akan mati atau tidak dapat berkembang. Secara spesifik chloromphenicol bersifat bakterisidal dan bakteriostatik terhadap bakteri H. influenza, N. meningitidis dan S. pneumoniae.

Indikasi atau Kegunaan Erlamycetin

Berdasarkan cara kerjanya di atas, Erlamycetin dapat digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang rentan terhadap chloromphenicol. Beberapa penyakit infeksi itu diantaranya:

  • Infeksi pada mata.
  • Infeksi pada saluran telinga luar atau otitis eksterna.
  • Infeksi pada demam tifus dan pratifus.
  • Beberapa infeksi bakteri serius seperti meningitis akibat bakteri, infeksi bakteri anaerobik, antrak, abses otak, erlichiosis, gas gangrene, granuloma inguinale, infeksi yang disebabkan bakteri H. influenza, listeriosis, psittacosis, demam Q, gastroenteritis parah, meliodosis parah, infeksi champylobakter sitemik parah pada janin, tularamia dan penyakit whipple.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan Erlamycetin, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Orang yang sedang menderita porfiria akibat menumpuknya porfirin dalam tubuh yang menyebabkan masalah pada saraf dan kulit serta bagian lain pada tubuh.
  • Obat ini tidak diberikan secara parenteral (injeksi atau infus) pada infeksi ringan atau pencegahan infeksi.
  • Tidak diberikan pada penderita depresi tulang belakang dan diskrasia darah.

Dosis Erlamycetin dan Cara Penggunaan

Erlamycetin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Erlamycetin Salep mata: 3,5 mg, pada tiap gramnya mengandung chloromphenicol base 10 mg.
  • Eramicetin tetes mata: 10 ml, pada tiap ml nya mengandung chloromphenicol base 0,5%.
  • Erlamicetin tetes mata plus: 5 ml,  tiap ml nya mengandung chloromphenicol base 0,5% + dexamethasone sodium phosphate 1 mg.
  • Erlamycetin tetes telinga: 10 ml, tiap mili liternya mengandung chloromphenicol base 1%.
  • Erlamycetin Syrup: 60 ml, tiap sendok takar (5 ml) mengandung chloramphenicol palmitate yang setara dengan chloramphenicol base 125 mg.
erlamicetin tetes mata

Kemasan erlamicetin tetes mata

Ingat! dosis yang tepat untuk kondisi penyakit yang Anda derita adalah yang diresepkan dokter Anda setelah memeriksa keparahan penyakit, berat badan, usia dan kondisi kesehatan Anda.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Erlamycetin untuk mengobati infeksi pada mata

  • Dosis dewasa: teteskan Erlamycetin tetes mata 0,5% setiap 2 jam sekali. Jika kondisi membaik tingkatkan interval waktunya menjadi 3,4 atau 5 jam sekali. Lakukan pengobatan hingga 48 jam jika diperlukan hingga kondisinya membaik. Dosis bisa diturunkan jika kondisinya sudah terkontrol, atau bisa digantikan dengan Erlamycetin salep mata 1% 3-4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: Konsultasikan dengan dokter untuk pemberian pada anak-anak.

Dosis Erlamycetin untuk mengobati infeksi pada saluran telinga luar

  • Dosis dewasa: teteskan 2-3 tetes Erlamycetin 1% pada telinga yang terinfeksi sebanyak 2 atau 3 kali sehari. Dosis dapat diturunkan jika kondisi membaik.
  • Dosis anak-anak: konsultasikan pada dokter untuk pemberian pada anak-anak.

Dosis Erlamycetin untuk mengobati demam tifus dan pratifus serta infeksi bakteri serius lainnya

  • Dosis dewasa: 50 mg/kgBB per hari dibagi dalam 4 dosis, dapat ditingkatkan hingga 100 mg/kgBB per hari untuk penyakit meningitis atau infeksi serius dari bakteri yang rentan lainnya. Lanjutkan pengobatan pada meskipun panas tubuh penderita sudah turun, terutama untuk penyakit rickettsia yaitu selama 4 hari setelah panas turun dan 8-10 hari pada demam tifus.
  • Dosis anak-anak: dosis untuk bayi baru lahir 25 mg/kg per hari dibagi dalam 4 dosis. Untuk yang berumur lebih dari 2 minggu dosisnya 50 mg/kg per hari dibagi dalam 4 dosis. Untuk anak-anak atau remaja sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Untuk sediaan oral, obat ini baik digunakan saat perut dalam kondisi kosong. Oleh karena itu sebaiknya diberikan 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
  • Dianjurkan untuk banyak minum air putih setelah minum obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Erlamycetin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Erlamycetin

Seperti obat-obatan lain pada umumnya yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan, begitu juga dengan Erlamycetin. Beberapa efek samping mungkin akan hilang dengan sendirinya sementara efek samping yang lain mungkin perlu perlakuan medis untuk menyembuhkannya. Berikut beberapa efek samping tersebut:

Efek samping yang umumnya dapat reda dengan sendirinya:

Efek samping yang perlu dikonsultasikan dengan dokter:

  • Kulit pucat.
  • Radang tenggorokan dan demam.
  • Pendarahan yang tidak biasa.
  • Letih dan lesu yang tidak biasa.

Efek samping yang terkadang terjadi pada bayi dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter, yaitu:

  • Perut kembung.
  • Kantuk yang sangat.
  • Warna kulit menjadi abu-abu.
  • Nafas tidak normal.
  • Gerakan tidak responsif.

Efek Overdosis Erlamycetin

Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan terutama untuk jangka waktu lama dapat berujung pada overdosis. Jika muncul gejala seperti penumpukan cairan di perut, pucat, kejang dan sering menangis (pada bayi biasanya mengarah ke grey sindrom) bahkan dapat menyebabkan kematian. Hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini untuk penderita gangguan fungsi hati dan ginjal ringan, sedang maupun parah.
  • Penggunaan obat ini pada bayi baru lahir harus berhati-hati dan pastikan dalam pengawasan dokter.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita kelainan fungsi darah.
  • Penggunaan obat harus segera dihentikan jika kondisi sudah membaik untuk menghindari efek sampingnya.
  • Hindari menghentikan penggunaan obat ini di awal pemakaian karena dapat menyebabkan resistensi bakteri yang rentan.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Erlamycetin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Erlamycetin dengan kandungannya chloromphenicol diketahui masuk dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh sebab itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini atau jika sangat dibutuhkan saja.
  • Erlamycetin dapat terekstraksi ke dalam ASI dan dikeluarkan saat ibu menyusui. Kandungan obat ini dalam ASI dapat membahayakan bayi mulai dari kembung, mual, muntah dan mengantuk dapat terjadi pada bayi. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan obat ini saat sedang menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Erlamycetin, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan obat ini dapat menurunkan jumlah zat besi dan vitamin B12 pada penderita anemia.
  • Phenobarbitone dan rifampin dapat menurunkan efektifitas chloromphenicol jika dikonsumsi bersamaan.
  • Obat ini dapat mengurangi efektifitas obat kontrasepsi oral.
  • Hindari penggunaan obat ini bersamaan dengan obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang belakang.
  • Obat ini dapat meningkatkan efek obat antikoagulan jika digunakan bersamaan.

Daftar interaksi obat ini belum mencakup keseluruhan obat yang mungkin berinteraksi dengan Erlamycetin. Selalu catat obat atau bahan herbal yang anda konsumsi dan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan interaksinya.